System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 139 Duel Antara Firman VS Raja


Chapter 139


Raja yang sedang mengerjakan sesuatu di ruangan miliknya, menjadi terganggu konsentrasi nya lantaran suara tembakan yang terus terdengar dari luar gedung markasnya.


"Sial! Siapa lagi yang mencari masalah dengan Black Dragon kali ini!" ujar Raja dengan amarah yang sudah memuncak.


Tak lama kemudian datanglah seorang pria yang merupakan wakil Raja di Black Dragon, pria itu melaporkan situasi yang sedang mereka alami saat ini.


"Maaf Ketua, saat ini kondisi sangat kacau sekali, banyak anggota kita yang berjaga di luar markas tewas dihabisi para penyerang itu!" ucap pria itu.


"Segera hubungi bantuan tambahan, jangan sampai markas ku hancur karena orang-orang sialan itu!" seru Raja memerintahkan wakilnya tersebut.


Pria itu lalu pergi untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Raja kepadanya, sedangkan Raja sendiri masih di dalam ruangannya memijat keningnya lantaran sangat pusing memikirkan masalah yang terus berdatangan menimpanya.


"Apakah kau sedang kebingungan Tuan Raja?" tiba-tiba terdengar suara seseorang dari belakang Raja yang membuatnya langsung berbalik sambil menodongkan pistol yang ada di tangannya ke arah suara tersebut.


Ternyata suara tadi berasal dari Firman yang telah keluar dari tempat persembunyiannya dan saat ini sedang berdiri tepat di depan Raja dengan menampilkan senyum menakutkan yang membuat siapa saja yang melihat senyum tersebut pasti akan merinding, termasuk Raja saat ini.


Raja menatap Firman lekat sambil mengingat-ngingat apakah ia pernah berurusan dengan pemuda itu atau tidak, setelah beberapa saat berpikir sambil terus menodongkan pistolnya, akhirnya Raja mengingat siapa Firman.


Anak remaja yang diperintahkan oleh Richard untuk dihabisi secepatnya, setelah mengingat siapa Firman, dengan cepat Raja menarik pelatuk pistolnya menembak kearah Firman berharap targetnya akan langsung tewas saat itu juga.


"Hahaha.... Mati kau anak kecil!" ucap Raja penuh rasa percaya diri yang tinggi.


Tapi realita tak seindah ekspektasi, Firman menggunakan katana kesayangan miliknya dengan gerakan yang sangat cepat berhasil menangkis peluru yang ditembakan oleh Raja.


Raja yang melihat peluru yang ditembakkan nya mampu ditangkis dengan mudah oleh Firman menggunakan katana miliknya menjadi sangat terkejut, gerakan katana Firman bahkan tidak bisa dilihat secara jelas olehnya.


Pistol yang digunakan Raja adalah sebuah pistol custom yang memiliki peluru lumayan banyak yang membuatnya bisa menembak dengan banyak peluru sekaligus, kecepatan tembakan nya juga lumayan meskipun tidak secepat senjata laras panjang.


"Bagaimana Tuan Raja? Apakah kau ingin menyerah sekarang!?" ucap Firman dengan nada meremehkan untuk memancing emosi dari Raja.


Raja yang terpancing emosinya langsung memberondong Firman dengan rentetan tembakan peluru dari pistol yang ia miliki, hujan peluru terus-menerus menuju ke arah Firman.


Dor...Dor...Dor...Dor...Dor...Dor...


Peluru yang sangat banyak itu terus keluar dari senjata milik Raja, tapi Firman berhasil menghindarinya dengan cara menangkis nya menggunakan katana Sang Pembantai kesayangan Firman.


Tring...Tring...Tring...Tring...Tring...


Suara dentingan akibat hantaman antara peluru dengan katana terdengar sangat jelas memenuhi seluruh ruangan, peluru yang berhasil ditangkis oleh Firman menggunakan katananya berjatuhan di lantai.


Setelah beberapa waktu terus menembak tanpa henti, peluru dari pistol yang dimiliki Raja telah habis, namun dengan cepat Raja langsung mengambil senjata miliknya yang lain dari dalam bajunya.


Senjata itu merupakan senjata api laras panjang yang memiliki peluru sangat banyak dan juga memiliki kelebihan menembak dengan sangat cepat yang membuat senjata tersebut sangat cocok jika digunakan untuk pertarungan jarak dekat sampai menengah.


"Kita lihat saja, siapa yang akan tumbang malam ini!" balas Firman bersiap dengan katana di tangannya.


Firman menggunakan dua buah katana, yang satu adalah katana Sang Pembantai yang selalu Firman bawa kemanapun, sedangkan yang satunya lagi katana yang diambil dari markas Serigala Hitam kemarin yang ukuranya lebih kecil dari katana Sang Pembantai.


Pertarungan pun terjadi antara Firman melawan Raja, senjata kedua nya yang sangat berbeda membuat pertarungan kali ini menjadi sangat seru.


Raja menembak terlebih dahulu ke arah Firman menggunakan senjata api miliknya dan berhasil ditangkis oleh Firman menggunakan double katana yang ia gunakan.


Firman menangkis setiap serangan dari tembakan yang dilancarkan oleh Raja dengan sangat cepat, ia juga mulai maju untuk menyerang Raja secara dekat karena jarak serangan Firman memang harus menggunakan jarak dekat karena menggunakan katana.


Tring...Tring...


Dentingan peluru mengenai katana terdengar terus bersahutan, Firman maju mengerang Raja dengan mengayunkan katana ditangan kanannya ke arah tubuh Raja.


Dengan reflek dan juga pengalaman yang dimilikinya, Raja dapat menghindari ayunan katana yang dilancarkan oleh Firman dengan baik.


Setelah menghindari ayunan katana yang pertama, ternyata Firman melancarkan gerakan keduanya menggunakan katana yang ada di tangan kirinya mengincar kaki Raja, dengan melompat tinggi Raja berhasil menghindar dari tebasan katana yang dilakukan Firman.


Firman terus menyerang Raja menggunakan kedua katana miliknya, Raja juga tidak mau kalah, ia terus menghindari tebasan yang dilancarkan oleh Firman dengan cara menghindar ataupun menggunakan senjata miliknya untuk menahan serangan dari Firman.


Keduanya terus bertarung dengan sengit, hal ini terlihat sangat jelas dari keduanya yang terus bertukar serangan dan bertahan dari serangan lawannya satu sama lain.


Firman yang memiliki kemampuan tapi belum memiliki pengalaman yang memadai, sedangkan Raja memiliki kemampuan dibawah Firman tetapi pengalaman bertarung selama bertahun-tahun yang ia miliki membuatnya bisa mengimbangi kehebatan Firman meskipun dengan susah payah.


Trang...Dor...Trang...Dor…


Suara tembakan serta katana saling bersahutan saat Firman dan Raja saling bertukar serangan.


Bruak...


Firman berhasil menendang Raja hingga terpental menabrak pintu kayu yang ada di belakangnya hingga hancur berkeping-keping.


Namun dengan cepat, Raja kembali bamgkit dengan darah yang mengucur dari kepalanya karena hantaman dengan pintu tadi mengakibatkan kepalanya terluka.


Raja meludahkan darah yang ada di mulutnya, "Cuih! Ternyata kau lumayan juga anak kecil!" ucap Raja dengan sudut bibir terangkat menampilkan senyuman.


Firman yang melihat senyum dari Raja menjadi tambah semangat karena akhirnya ia bisa menemukan orang yang lumayan kuat hingga membuatnya sedikit merasa kewalahan menghadapinya dalam pertarungan.


"Kau juga lumayan pak tua, aku baru kali ini menemukan lawan yang lumayan kuat sepertimu hahaha..." balas Firman diakhiri dengan suara tawa kesenangan.


Sangat jarang sekali Firman tertawa dalam pertarungan, apalagi sampai bertarung secara serius seperti saat ini, biasanya Firman bertarung hanya sekejap saja semuanya langsung selesai karena belum ada lawan yang sepadan atau lawan yang bisa membuat Firman serius dalam bertarung.


'Jika tidak ada skill yang diberikan System, aku mungkin sudah tewas dari tadi saat menghadapi orang ini,' batin Firman bersyukur bisa mendapatkan System yang selalu membantunya.