System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 64


Chapter 64


Setelah berjalan beberapa lama akhirnya Firman sudah sampai di kontrakan nya yang terlihat sudah sepi karena para penghuni sudah tidur mengingat jam juga sudah larut malam.


Firman membawa motornya ke depan kamar kontrakanya namun terhenti saat melihat ada Karmila yang ternyata tertidur di teras depan kamar kontrakan Firman dan hanya beralaskan sebuah kain tipis saja.


Melihat Karmila yang tidur di teras depan, Firman pun menaruh motornya di luar kamar lalu mengangkat Karmila untuk dibawa masuk kedalam kamar agar bisa tidur dengan nyaman tidak kedinginan di luar.


Saat masuk kedalam, ternyata Yudi masih ada di depan komputer sedang melanjutkan pekerjaan nya sampai larut malam seperti ini.


"Bang, belum pulang?" Tanya Firman setelah menaruh Karmila di atas kasur.


"Eh iya lupa, yaudah Abang pulang dulu, oh iya ini tinggal sedikit lagi bisa langsung di publikasikan, apa bisa Abang bawa ini ke kamar Abang? Soalnya biar besok bisa langsung jadi gitu." Ucap Yudi.


"Yaudah bawa aja laptop ku itu bang, tapi jangan terlalu maksa kerja nanti hasilnya malah gak sesuai keinginan." Ucap Firman mengingatkan.


"Okelah siap, oh iya itu teman cewek kamu dari tadi nunggu kamu diluar terus, aku suruh masuk nggak mau katanya nunggu diluar aja." Ucap Yudi.


"Gitu ya bang, yaudah makasih sudah jagain dia." Jawab Firman menatap Karmila.


Yudi pun pamit pulang lalu Firman memarkirkan motornya di teras depan kamar kontrakanya dan kemudian masuk kedalam kamar lagi.


[Ding......Misi Tersembunyi Telah Dilaksanakan......


Misi :Mengalahkan Geng Semut Api Dan Membuat Mereka Tunduk Dibawah Kendali Host.


Hadiah :Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.


Apakah Host Ingin Memasang Skill Hadiah?]


Saat baru masuk kedalam kamar kembali, Firman mendengarkan ada notifikasi dari System yang dimana ia selesai mengerjakan misi tersembunyi.


"Langsung pasang saja System." Ucap Firman.


[Ding......Memasang Skill Hadiah Dimulai.....


Memasang Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.......


20%........


40%..........


60%.........


80%............


100%.............


Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi Sudah Terpasang.]


Otak Firman dimasuki berbagai informasi mengenai dunia mesin dan otomotif, memang Firman lumayan bisa tentang otomotif apalagi sekarang ditambah ada skill ini yang membuatnya semakin mahir dalam dunia otomotif maupun mesin.


"Cek status ku System." Ucap Firman.


[Ding....Status Host......


Nama :Firmansyah


Usia. :17 Tahun


Pekerjaan :Pelajar, Pebisnis, Pengusaha, Pembunuh Bayaran, Chef, Ahli Bela Diri, Mekanik Mesin.


Kecerdasan :95% (Jauh Diatas Manusia Rata Rata)


Kharisma :80% (Diatas Manusia Rata Rata)


Kekuatan Fisik :85% (Diatas Manusia Rata Rata)


Kekuatan Non Fisik :50% (Manusia Rata Rata)


Kekayaan / Bisnis :




FEMA CORPORATION (Salah Satu Anak Perusahaan TEKNA)




TEKNA CORPORATION




Skill :




Komputer Tingkat Tinggi.




Dokteran Modern Tingkat Tinggi.




Matematika Tingkat Tinggi.




Judo Tingkat Sedang.




Karate Tingkat Master.




Bisnis Saham Tingkat Tinggi.






Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.




Skill Memasak Tingkat Tinggi.




Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.




Ilmu Berpedang Tingkat Master.




Skill Bahasa Tingkat Tinggi.




Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.




Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.




Pasangan :


-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)


-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)


-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)


Status.......]


"Lumayan juga statusku yang sekarang." Ucap Firman setelah melihat statusnya.


Setelah selesai memasang skill hadiah, Firman duduk di samping kasur melihat Karmila yang terlihat lelah sampai tidurnya saya mengeluarkan keringat, Firman mengusap rambut Karmila sambil tersenyum.


Setelah memberikan selimut pada Karmila, Firman kemudian juga tidur tetapi tidur di lantai bawah agar tidak mengganggu Karmila.


....................


Keesokan harinya Firman membuka matanya hendak bangun tidur dan merasakan ada yang memberinya selimut saat sedang tertidur.


Firman pun melihat ke arah kasur tempat Karmila berada namun ia tidak menemukan ada Karmila di sana. Mencari cari di setiap tempat tapi hasilnya tetap sama Karmila tidak ada dimana mana.


Sampai akhirnya pintu kamar terbuka yang memperlihatkan Karmila yang sudah bersih dan wangi membawa beberapa bahan masakan di tangan nya.


"Eh kamu sudah bangun." Ucap Karmila melihat Firman.


"Sudah, kamu dari mana aja tadi?" Tanya Firman khawatir.


"Itu aku tadi pagi keluar buat beli bahan bahan makanan buat sarapan kita, soalnya aku lihat kamu beli makanan terus jadi lebih baik bikin sendiri aja kan lebih sehat hehehe." Jawab Karmila tersenyum.


"Emm yaudah kalo gitu." Ucap Firman lalu pergi mandi.


Sedangkan Karmila saat ini sedang mempersiapkan bahan bahan yang akan dimasaknya untuk sarapan, untung saja di kamar Firman ada dapur kecil kecilan meskipun barang barangnya kurang lengkap namun sudah cukup untuk memasak.


Karmila mulai memasak dengan menggunakan sayuran untuk membuat sup sayuran, lalu ditambah ada tempe dan tahu goreng sebagai lauknya, tidak lupa pula sebagai pelengkap masakan yaitu sambal supaya rasanya lebih enak.


Skill memasak Karmila lumayan juga karena ia sering membantu para pembantu di rumahnya memasak, jadi jika soal memasak Karmila tidak perlu diragukan lagi. Sudah cantik, pintar pelajaran, pintar memasak, semua kriteria wanita ada pada diri Karmila, namun hanya nasib yang tidak berpihak padanya hingga mengalami kejadian yang sangat kelam.


Setelah selesai memasak, Karmila menata semua makanannya agar lebih mudah mengambilnya dan tidak lupa pula menyiapkan nasi juga. Tak lama kemudian Firman datang dengan sudah berganti pakaian setelah mandi dengan rambut acak acakan belum dirapikan.


Melihat Firman datang Karmila tersenyum ke arahnya lalu mengambil handuk yang dibawa Firman dan menyuruhnya makan.


"Makan dulu biar semangat gak lemes." Ucap Karmila.


"Aku baru tau kalo anak orang kaya ada yang pinter masak." Ucap Firman bercanda.


"Makanya jangan pikir semua orang sama, contohnya aku ini yang beda hahaha." Jawab Karmila sambil tertawa.


Melihat Karmila sekarang sudah bisa tertawa dan bercanda membuat Firman senang, akhirnya Karmila dapat menghilangkan sejenak ingatan buruk yang dialaminya beberapa waktu lalu yang membuat mentalnya terpuruk.


Mereka lalu makan bersama dengan diselingi candaan candaan yang membuat suasana menjadi cair tidak canggung. Setelah selesai makan Karmila membereskan sisa makanan dan mencuci piringnya, sedangkan Firman sedang membuka handphone nya untuk bersiap siap pindah ke rumah barunya yang sudah disiapkan Anggita dan Kalina.


Ternyata rumah tersebut sudah selesai diurus dan juga mobil pesanan Firman juga sudah ada di sana menunggunya datang, Firman kemudian memanggil Karmila untuk berbicara padanya.


"Karmila sini sebentar." Panggil Firman.


"Iya ada apa?" Tanya Karmila penasaran.


"Aku hari ini rencananya mau pindah kerumah yang baru kubeli, kamu mau ikut atau tidak? Apa kamu mau pulang nanti aku antarkan ke rumahmu." Ucap Firman memberikan pilihan kepada Karmila.


Karmila terdiam mendengar ucapan Firman barusan, jika pulang maka bisa dijamin ia akan diperlakukan seperti sebelum sebelumnya lagi yang membuatnya merasa sangat takut jika harus kembali pulang kerumahnya.


Namun jika ikut dengan Firman, Karmila merasa tidak enak karena sudah sangat merepotkan Firman, sudah dibantu lepas dari tindakan Andi kemarin bahkan sampai di ajak menginap di rumahnya, padahal Karmila tidak memberikan apa apa pada Firman sebagai bayaran atas bantuan tersebut.


Firman yang melihat Karmila sedang bingung memikirkan akhirnya membuat keputusan untuk mengajak Karmila tinggal dirumah barunya.


"Yasudah daripada kamu bingung mikir lebih baik kita langsung kesana saja, nanti kamu akan aku kenalkan pada asistenku agar kamu bisa ikut bekerja bersama mereka jika mau. Itung itung untuk biaya kamu menabung sampai bisa hidup mandiri jika kamu tidak mau pulang ke rumahmu lagi." Ucap Firman memutuskan.


"Terima kasih Firman....Hiks.....Hiks....Kamu selalu tolongin aku padahal aku gak pernah kasih kamu apa apa, bahkan aku sering nyusahin kamu Hiks.....Hiks....." Karmila sampai menangis sangking bahagianya.


"Tidak papa, sesama teman bagusnya memang saling bantu." Balas Firman.


Mereka Pun bergegas mengemasi barang barang untuk dibawa kerumah baru nanti. Setelah selesai mengemasi barang barang yang akan dibawa seperti baju dan beberapa pekerjaan Firman, mereka berjalan menuju rumah baru menggunakan motor Firman.


Untung saja barang yang dibawa tidak terlalu banyak jadinya tidak sampai harus menggunakan mobil untuk membawanya.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...