
Chapter 118
Firman saat ini sedang berada di mobilnya bersama dengan Jia Li dan Bulan, mereka berhenti di pinggir jalan karena Firman ingin menanyakan sesuatu pada Bulan tentang sesuatu yang sangat penting.
"Sayang, aku di sini aja atau harus keluar juga?" tanya Jia Li dengan polosnya.
"Di sini aja, ini juga ada hubungannya dengan kamu," jawab Firman yang sekarang berubah serius.
Bulan yang sedari tadi diajak Firman untuk berjalan entah kemana menjadi bingung, padahal dirinya ingin mengikuti kakak nya masuk kerumah Firman untuk istirahat, tetapi Firman justru ingin bicara sesuatu kepadanya penting.
"Ada apa memangnya Firman? Sampai-sampai kamu gak mau ibu kamu tahu hal yang ingin kamu bicarakan dengan Tante," ucap Bulan yang sudah sangat penasaran dengan hal apakah yang ingin dibicarakan oleh Firman.
"Kita cari tempat yang nyaman untuk bicara dulu." mereka lalu pergi kembali mencari tempat yang nyaman untuk ngobrol sekaligus istirahat sebentar sebelum pergi lagi kerumah Firman.
Firman melajukan mobilnya mencari tempat, setelah beberapa menit berkeliling akhirnya Firman menemukan sebuah tempat yang cocok yaitu sebuah restoran yang ada di pinggir jalan, restoran itu terlihat tidak terlalu ramai sangat pas untuk tempat berbicara serius.
Mereka masuk kedalam restoran lalu pelayan datang mengantar mereka ke tempat duduk yang telah tersedia, lalu mereka bertiga memesan makanan masing-masing, tapi Firman hanya memesan sebuah kopi saja karena memang ia tidak lapar.
Pelayan mencatat pesanan mereka lalu pergi untuk menyiapkannya. Firman menatap Bulan dengan tatapan serius.
"Apa aku boleh bertanya sesuatu yang sedikit pribadi kepada Tante?" tanya Firman meminta ijin terlebih dahulu.
"Iya boleh," jawab Bulan.
"Jadi begini, rencananya aku ingin mencari dimana Wirjo sekarang berada dan ingin menangkap dia karena telah melakukan kejahatan yang sangat besar hingga banyak korban yang berjatuhan karena kejahatannya.
Tante sudah berada di sana lumayan lama kan, jadi aku ingin bertanya informasi tentang mereka khususnya Wirjo kepada Tante, informasi sekecil apapun itu sangat berharga untuk penyelidikan ku," ujar Firman mengutarakan pertanyaan yang sedari tadi sangat ingin ditanyakan.
Bulan terlihat diam sejenak mungkin dia sedang mengingat apa yang ia tahu tentang Wirjo dan kelompoknya, tapi bisa dilihat dengan jelas jika ada jejak kesedihan saat Bulan sedang mengingat hal tersebut.
Bagaimanapun Bulan sudah di sekap di sana selama beberapa bulan dan telah menerima banyak kekerasan baik melalui fisik, mental, maupun secara se-xual yang membuat Bulan berubah drastis dari Bulan yang dulu.
"Jika Tante tidak sanggup untuk menceritakannya tidak apa-apa, nanti aku akan mencari informasinya sendiri dengan bantuan anggotaku," ucap Firman yang tidak ingin memberikan beban batin kepada Bulan.
"Jangan dipaksakan Tante, aku tahu rasanya sakit jika harus mengingat masa lalu seperti itu, jadi tidak perlu diceritakan jika Tante belum siap," tambah Jia Li yang mengerti beban rasa sakit yang dirasakan oleh Bulan karena ia juga pernah merasakan rasa sakit tersebut.
"Tidak apa-apa, Tante sudah tidak terlalu memikirkannya kembali. Baiklah aku akan memulai bercerita dari awal aku di sekap oleh mereka hingga terakhir diselamatkan dan bertemu dengan kalian," ucap Bulan menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan-lahan.
Bulan mulai bercerita dari awal hingga akhir baik itu penyiksaan yang ia terima sampai berbagai informasi yang ia tahu pada saat Wirjo berbicara dengan rekan bisnis nya.
Kadang kala Bulan juga harus melayani rekan bisnis Wirjo yang mana itu terjadi karena rekan bisnis Wirjo menjadi tertarik saat melihat Bulan yang memiliki kecantikan diatas rata-rata ada di sana dengan keadaan sebagai budak.
Jadi sepanjang melakukan hubungan badan dengan Bulan, orang itu selalu berbicara tentang berbagai hal baik itu sifatnya rahasia maupun tidak.
Bahkan orang itu juga menceritakan tentang Wirjo dan semua informasinya, Bulan hanya pasrah saja disetubuhi oleh orang karena tidak bisa melawan dan pastinya akan tambah disiksa oleh Wirjo bila ia melawan, tapi dari itu ia mendapatkan banyak informasi penting dari hal tersebut.
Diantaranya adalah bisnis Wirjo yang mengedarkan obat-obatan terlarang yang didapat dari pemasok yang berasal dari luar negeri.
Ada juga informasi mengenai kelompok Wirjo yang ternyata masih ada lagi yang menjadi pemimpin tertingginya atau bisa disebut Wirjon hanya bawahan saja dari orang itu.
"Siapa orang itu Tan?" tanya Firman yang sedari tadi mendengarkan setiap cerita Bulan dengan seksama.
"Namanya Richard, dia adalah ketua sebuah organisasi mafia bernama Rich Devil, tampaknya mereka lah yang memasok obat-obatan kepada Wirjo, mafia itu berasal dari luar negeri," ucap Bulan menjelaskan semua informasi yang dimilikinya dengan detail.
'Rich Devil? Sepertinya aku pernah mendengar nama kelompok ini,' batin Firman mencoba mengingat kembali.
"Oh iya, apakah Tante tahu apa hubungan Wirjo dengan sebuah kelompok yang bernama Black Dragon?" tanya Jia Li yang berpikiran jika Black Dragon yang menyerang mereka sebelumnya memiliki hubungan dengan Wirjo.
"Tante kurang tahu tentang itu, setahu Tante tidak ada nama kelompok itu yang berhubungan dengan Wirjo," jawab Bulan.
"Begitu ya...Sayang, jadi bagaimana?" tanya Jia Li menatap wajah Firman yang sedang berpikir keras.
Firman masih memikirkan cara untuk mengetahui keberadaan Wirjo dan keberadaan kelompok yang disebutkan oleh Bulan tadi.
Kemungkinan kelompok itu memiliki pasukan yang banyak karena dari penjelasan Bulan tadi mengatakan jika penjaga yang ada di pabrik semua itu berasal dari anggota kelompok Rich Devil.
"Mungkin aku akan membuat sebuah pasukan untuk berjaga-jaga jika harus melawan mereka nanti," ujar Firman yang mendapatkan ide itu secara tidak di sengaja.
"Ide kamu bagus sayang, tapi bukanya kamu sudah memiliki pasukan ya, Serigala Hitam yang kamu miliki juga punya banyak anggota yang terlatih kan," seru Jia Li yang teringat Serigala Hitam yang dimiliki Firman.
"Kamu benar, tapi mereka belum bisa diandalkan karena belum pernah melakukan pelatihan untuk hal-hal yang besar seperti melawan sebuah kelompok mafia," balas Firman.
"Bukanya kamu juga seorang komandan polisi juga, kamu bisa menggunakan pasukan di kepolisian juga kan," ucap Bulan menyarankan.
"Ya mungkin aku akan membicarakan ini dengan Paman Angga terlebih dahulu. Baiklah semua sudah selesai kan, kalian sudah selesai makanya?" tanya Firman.
"Sudah," jawab mereka berdua bersamaan.
Mereka lalu kembali kedalam mobil untuk pulang kerumah Firman, sebelum masuk kedalam mobil tadi, Firman sempat menghubungi asisten nya di kepolisian untuk bertanya tentang kelompok yang bernama Rich Devil dan juga Black Dragon, tinggal menunggu jawabannya saja.