System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 214 Firman Pergi Menuju Markas Sendirian


Chapter 214


Jelas saja Firman sangat kaget saat mendengar perkataan dari Gina tersebut, bagaimana tidak terkejut saat yang mengatakan hal itu adalah kekasihnya sendiri, seorang kekasih bisa mengatakan hal seperti itu adalah sebuah kelangkaan yang sangat jarang sekali bisa ditemui.


"Apa yang kamu katakan?" Firman masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Gina barusan, ia menatap Gina dengan tajam seakan meminta penjelasan atas apa yang baru saja diucapkannya.


Sedangkan Gina sendiri yang ditatap tajam oleh Firman hanya diam saja tidak membalas ataupun menjawab pertanyaan dari Firman, justru Gina lebih memilih melihat kearah di dokter tadi yang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Bagaimana Dok? Apakah bisa dilakukan tindakan langsung setelah ini?" tanya Gina.


"Pihak keluarga masih harus menandatangani surat perjanjian untuk melakukan operasi Nyonya, jika sudah selesai maka prosedur tindakan operasi akan segera dilakukan dan pasien dibawa kedalam ruangan operasi," jawab dokter tersebut tersenyum.


"Sekarang juga kami akan mengurus hal itu, jadi Dokter bisa langsung membawa dia menuju ruangan operasi dilakukan," ujar Gina.


"Baiklah jika begitu Nyonya, saya akan menunggu hasil persetujuan suratnya nanti. Perawat, tolong bawa pasien menuju ruang operasi yang ada di lantai satu," kata dokter lalu keluar dari dalam ruangan tersebut bersamaan dengan beberapa perawat yang membawa ranjang Reiko pergi menuju ruangan untuk dilakukan operasi.


Saat dokter keluar bersama dengan perawat yang membawa ranjang Reiko tadi, didalam ruangan masih ada dua orang yang terdiam satu sama lain, lebih tepatnya Firman yang terdiam tak tau harus bicara apa lagi atas apa yang telah dilakukan oleh Gina.


Bisa-bisanya Gina mengenalkan Firman sebagai suami dari Reiko, mereka bahkan bertemu baru sekali saja tidak mengenal begitu dekat, apalagi yang mengatakan itu Gina sebagai seorang kekasih.


Apalagi Firman sangat paham sifat Gina yang memiliki sifat cemburu yang begitu besar, dekat dengan wanita lain saja pasti Gina akan langsung marah tidak jelas padahal wanita itu tidak memiliki hubungan apapun dengan Firman.


"Kamu tandatangani suratnya nanti, supaya operasi lebih cepat dilakukan," ujar Gina memecah keheningan yang terjadi diantara mereka berdua.


Firman yang tersadar dari lamunannya langsung menatap Gina dengan pandangan penuh tanda tanya heran dengan sikap wanita tersebut yang sangat berbeda dari biasanya, padahal tadi saja Gina terlihat sangat cemburu pada saat Firman sedang mengobati Reiko.


"Jelaskan dulu mengapa kamu bicara seperti tadi, padahal kamu biasanya akan sangat marah sekali jika aku dekat dengan wanita lain selain para kekasihku," ujar Firman masih berusaha meminta penjelasan yang jelas kepada Gina.


"Tidak ada penjelasan, aku hanya kasihan pada nona Reiko yang sedang dalam keadaan sakit seperti itu, jika tidak segera dioperasi takutnya kondisi yang dialami akan semakin parah, aku tidak mau keegoisanku membuat orang menjadi menderita," jawab Gina dengan nada tenang tanpa ada emosi sama sekali, tatapannya juga terlihat santai tanpa ada rasa marah atau kesal sama sekali.


Firman sangat terkejut saat mendengarkan jawaban yang diucapkan oleh Gina tersebut, tentunya sebagai seorang kekasih membuat Firman sangat tau sifat dari Gina baik itu yang bagus ataupun yang buruk.


Ada satu hal yang membuat Firman sampai merasa sangat terkejut seperti itu, yaitu tentang jawaban Gina yang terdengar sangat berbeda dari Gina pada biasanya, seakan Gina ini telah berubah menjadi seorang wanita yang memiliki pemikiran dewasa yang lebih mementingkan keselamatan orang lain daripada keegoisan dirinya.


Tentu saja Firman yang mengetahuinya menjadi sangat senang karena ternyata dibalik sifat emosian dan cemburuan nya masih ada sifat baik lainnya yang dimiliki oleh Gina, Firman tersenyum lalu mengacak rambut Gina gemas penuh kasih sayang.


"Ayo sayang, kita harus cepat menandatangani surat itu sebelum kondisi nona Reiko tambah parah lagi," kata Gina menarik tangan Firman menuju tempat awal mereka masuk yaitu meja resepsionis yang tentunya bertujuan untuk meminta surat persetujuan operasi untuk Reiko lalu menandatanganinya.


Firman hanya bisa pasrah saja mengikuti kemana Gina menariknya, ia masih tidak menyangka Gina bisa bersikap seperti itu kepada orang lain padahal orang tersebut baru ditemuinya sekali.


'Padahal keadaan Reiko tidak akan bertambah parah karena dia sudah mulai membaik terus menerus, tapi tidak ada salahnya juga karena hal ini bisa membuat Gina menjadi lebih dewasa lagi dan juga membuatnya bisa lebih menghargai orang lain,' batin Firman.


Mereka sampai ditempat resepsionis lalu kemudian mereka meminta surat persetujuan operasi Reiko yang langsung ditandatangani oleh Firman, setelah selesai ditandatangani Gina kembali memberikan surat tersebut kepada petugas resepsionis yang berada disana.


Setelah selesai melakukan tanda tangan pada surat ijin operasi, Firman langsung berpamitan kepada Gina karena dirinya akan langsung pergi untuk menuju markas mafia Gina, takutnya jika terlalu lama dirumah sakit malah akan membuat waktu sampai markas menjadi tertunda jauh dari jadwal awal.


Pastinya Gina tidak langsung mengiyakan saat Firman berpamitan akan pergi kembali, Gina meminta Firman untuk menemaninya makan siang karena kebetulan tadi mereka belum sempat makan siang pada saat diperjalanan padahal saat ini sudah lumayan sore yang harusnya sebentar lagi sudah waktunya makan malam.


Firman menyetujui permintaan Gina tersebut agar tidak terjadi keributan yang tidak perlu serta supaya Gina tidak terlalu sedih saat ditinggal nantinya.


Mereka berdua pun makan siang bersama di sebuah restoran yang berada tepat di samping rumah sakit tempat Reiko dirawat, kebersamaan yang baik tampak terlihat jelas saat mereka sedang makan. Sesekali Gina memberikan suapan pada Firman begitu juga sebaliknya.


Penjaga restoran serta pelayan yang melihat keromantisan pasangan tersebut menjadi sangat iri kepada mereka yang bisa memiliki pasangan yang baik serta pengertian pada pasangan, untung saja pada saat itu restoran sedang tidak terlalu ramai yang membuat kemesraan yang dilakukan oleh Firman dan Gina tidak terlalu banyak dilihat orang.


Setelah selesai menghabiskan makan siangnya, Firman langsung berdiri dari tempat duduknya lalu pergi setelah membayar makanan yang sudah mereka pesan, diikuti dengan Gina yang berjalan di samping Firman seraya memeluk lengannya sangat erat seakan tidak mau ditinggal pergi oleh kekasihnya itu meski hanya sebentar.


Sampai didepan mobil tua yang digunakan oleh Firman, mereka masih dalam keadaan yang sama, Gina memeluk Firman dengan erat karena merasa berat harus ditinggal oleh Firman.


"Aku pergi dulu, kamu jaga Reiko dengan baik ya," kata Firman sambil memberikan ciuman pada kening Gina dengan lembut.


"Cepatlah kembali dan membawa kami, aku akan sangat merindukan kamu selama kamu pergi hiks ..." ucap Gina yang sudah meneteskan air matanya sedih.


Chup ...


Firman mencium bibir Gina lumayan lama yang awalnya tidak ada balasan sama sekali dati Gina karena mungkin masih agak terkejut, sampai Gina mulai membuka mulutnya dan terjadilah ciuman hangat diantara dua sejoli tersebut, hingga mereka saling memberikan rasa nikmat pada bibir masing-masing, setelah cukup lama mereka pun melepaskannya ciumannya, Gina sudah melepaskan pelukannya pada Firman, setelah itu Firman langsung masuk ke dalam mobil karena harus mengejar waktu, takutnya terlalu malam juga tidak bagus saat di perjalanan karena suhu pada malam hari sangatlah dingin.


Firman menyalakan mesin mobil tua tersebut lalu setelah mesin sudah menyala ia pergi seraya masih menatap Gina dari kaca spion lalu kembali fokus kearah depan jalan.


Dengan terpaksa Gina melepas kepergian Firman yang sudah berlalu pergi menggunakan mobilnya meninggalkan kota, Gina masih berada diluar area rumah sakit untuk melihat kepergian Firman sampai mobil yang digunakan oleh Firman tidak terlihat lagi olehnya, barulah setelah itu Gina masuk kembali kedalam rumah sakit untuk menunggu hasil operasi yang dilakukan kepada Reiko.