
Chapter 207
Firman bersama dengan Gina yang selalu berjalan di belakangnya berjalan berdua menuju ruangan yang diduga digunakan sebagai tempat menahan Reiko yang dilakukan orang-orang asing yang sempat dilihat Gina tadi.
Mereka berdua berjalan sambil mengikuti arahan yang berasal dadi jam tangan digital yang berada di tangan Firman, jam tangan tersebut menunjukan titik tempat Reiko berada dengan sangat akurat yang membuat Firman bisa terbantu sekali dengan adanya jam tangan digital tersebut.
Mengikuti arahan dari jam tangan digital milik Firman, mereka berdua akhirnya sampai pada sebuah tempat yang berada di sebelah kanan bangunan rumah tengah hutan tersebut jika dilihat dari denah yang dilihat Firman dari jam tangannya. Tempat dengan keadaan yang lumayan kotor tersebut tidak terlihat ada yang mencurigakan sama sekali dari tempat tersebut.
Tetapi yang membuat Firman berpikir keras adalah tidak adanya akses lain untuk digunakan jikalau memang komplotan orang yang menyekap Reiko berada ditempat Firman berada saat ini, apalagi ditambah tidak ada pintu sama sekali jika masuk lewat depan, hanya bisa masuk lewat dalam rumah saja jika ingin memasuki tempat ini.
'Aku sangat bingung dengan struktur ruangan yang ada di dalam rumah ini,' batin Firman melihat sekelilingnya dengan mata tajam untuk mencari sebuah petunjuk.
"Sayang, apakah kamu yakin ruangannya ada disana?" tanya Gina yang berjalan dibelakang Firman.
"Menurut titik yang telah diberikan jam tanganku memang benar disana," jawab Firman menunjuk sebuah ruangan yang tidak jelas adanya.
"Apakah kamu dari tadi mendengar suara Reiko atau tidak?" tanya Firman.
"Tidak sama sekali, aku hanya mengikuti mereka yang menangkap nona Reiko saja, tidak sampai mendengar apa yang mereka bicarakan. Lagipula aku terlambat masuk kedalam rumah ini makanya aku tidak dapat mengetahui mereka saat ini berada dimana," jawab Gina seraya menjelaskan kepada Firman dengan singkat.
Gina lalu memandang ke arah Firman yang terlihat sedang mengelus dagunya bergaya layaknya orang sedang berpikir, "Lalu apakah kamu melihat dimana terakhir kali nona Reiko berada? Katanya kamu bisa mengetahui bahwa ada bamgunan disini karena melihat nona Reiko yang disekap oleh beberapa orang lewat drone saat mencariku," tanya Gina penasaran.
"Iya kamu benar, tapi sayangnya aku terakhir melihat Reiko berada disebuah kursi dengan keadaan tangan dan kaki diikat lalu mulut disumpal dengan menggunakan kain lalu ditutup lakban, dia duduk disebuah kursi kayu. Aku melihatnya berada di ruangan depan tadi tempat ruang tamu yang tadi sempat kita lewati, sekarang aku juga tidak tau dia ada dimana, kita hanya bisa mengandalkan jam tangan ini saja," jawab Firman.
Gina menganggukan kepalanya paham dengan cerita yang baru saja Fian katakan, memang benar sekali jika kemungkinan besar Reiko berada disebuah ruangan rahasia yang sangat sulit untuk ditemukan hingga membuat Firman dengan Gina bingung harus mencari dimana.
Padahal arah tempat sudah ditunjukan oleh jam tangan digital milik Firman, akan tetapi titik yang ditunjukan oleh jam tangan Firman malah mengarah pada tempat yang entah untuk apa, tanpa ada pintu yang bisa dibuka dari luar maupun jendela, sangat tertutup sekali.
Tempat Firman berada saat ini bisa dikatakan tidak jelas karena memang sejauh mata memandang tidak ada ruangan sama sekali di tempat mereka berada saat ini, hanya ada beberapa peralatan berkebun seperti pisau besar sampai beberapa tumpukan karung yang berisikan pupuk organik.
Firman memang saat ini sedang berada disebuah ruangan yang terlihat digunakan sebagai tempat untuk penyimpanan barang-barang kebutuhan perkebunan, sebenarnya bukan hanya alat perkebunan saja yang disimpan dalam ruangan tersebut, akan tetapi ada beberapa barang-barang lainnya yang membuat ruangan tersebut mirip seperti tempat penyimpanan barang kebutuhan.
Melihat hal itu semakin membuat Firman dan Gina penasaran mengapa titik yang ditunjukan oleh jam tangan digital milik Firman malah mengarah kepada tempat ini.
Akhirnya karena tidak tahu harus mencari dimana lagi, Firman memutuskan untuk mencari tahu disekitar tempatnya berada saat ini, mungkin saja ada beberapa petunjuk ataupun sebuah kunci untuk menuju tempat rahasia yang biasa digunakan para kelompok berbahaya dalam menjalankan aksinya.
"Kita cari beberapa hal yang mungkin bisa digunakan untuk menemukan ruangan tempat Reiko didatahan terlebih dahulu, baru nanti jika kita tidak dapat menemukan apapun kita mencari ditempat lainnya, tapi tidak mungkin juga titik yang diberikan jam ku salah," unar Firman yang dibalas anggukan kepala oleh Gina.
Mereka berdua kemudian membagi tugas masing-masing, dengan Firman yang mencari dibagian atas yaitu sekitaran langit-langit ruangan sampai pada tembok karena biasanya ada sebuah pemicu atau kunci yang digunakan untuk masuk kedalam ruangan tersembunyi terletak pada bagian tembok.
Mereka mencari dengan seksama meskipun dengan harapan yang belum pasti karena tidak adanya tanda-tanda yang menunjukan mereka akan menemukan sesuatu. Firman yang telah mengecek seluruh bagian dinding sampai langit-langit ruangan memutuskan untuk duduk sebentar di sebuah kursi kayu yang ada disana.
Sedangkan untuk Gina masih belum menyelesaikan pekerjaannya, ia masih mengecek setiap sudut lantai ruangan dengan sangat teliti sekali hingga detail terkecil pun tidak akan terlewatkan dari mata tajam Gina.
Sampai saatnya Gina mengecek sebuah tempat yang digunakan sebagai penyimpanan alat untuk menanam benih tumbuhan seperti cangkul dan lain-lain, Gina berhasil menemukan sebuah tempat yang sangat aneh menurutnya.
Gina menemukan dilantai yang ditutupi dengan barang tersebut terdapat sebuah pintu masuk rahasia untuk memasuki sebuah ruangan, tapi yang membuat Gina sedikit kebingungan adalah jika ada orang masuk maka tidak mungkin ada sebuah barang diatas pintu masuk tersebut karena pastinya orang yang berada didalam ruangan rahasia tersebut akan sangat kesulitan jika ingin keluar.
Untuk saat ini Gina belum memikirkan sampai kesana karena dirinya yang merasa senang sudah berhasil menemukan sebuah pintu rahasia yang juga bisa dikatakan sebagai sebuah petunjuk untuk menemukan keberadaan Reiko, dengan segera Gina langsung menghampiri Firman untuk memberitahukan temuannya ini.
"Sayang, lihat pintu ini sepertinya merupakan jalan masuk untuk masuk dalam ruangan tempat dimana nona Reiko berada," ucap Gina dengan perasaan senang.
Firman pun mengikuti Gina untuk melihat sendiri yang dikatakan Gina sebagai pintu ruangan rahasia tersebut, dengan menggunakan jam tangan digital yang sangat canggih miliknya, Firman menggunakan kamera yang bisa tembus pandang untuk melihat bagian dalam ruangan rahasia tersebut.
Namun saat sedang melihat hasil tangkapan gambar yang berasal dari kamera tembus pandang yang berada di jam tangan digital Firman, secara tiba-tiba dengan menggunakan tangannya, Gina mencubit perut Firman dengan sangat keras hingga membuat Firman sedikit merasa sakit pada titik yang dicubit tersebut.
"Kamu ini bagaimana sih! Memiliki jam tangan sangat canggih tapi tidak digunakan untuk mencari pintu masuk ruangan rahasia itu!" ucap Gina dengan nada kesal seraya menatap Firman dengan mata melotot.
Dengan santainya Firman menjawab, "Aku hanya ingin memberikan pekerjaan padamu, lagipula apa salahnya mencoba cara manual kan," jawabnya.
Mendengar jawaban santai yang dilontarkan oleh sang kekasih justru semakin membuat Gina kesal, apalagi saat mengatakan jika Firman hanya ingin memberikan pekerjaan kepada dirinya.
Tapi tujuan tindakan yang dilakukan Firman memang baik, Firman ingin supaya Gina sedikit berguna pada saat menjalankan sebuah hal atau misi seperti apa yang mereka berdua lakukan kali ini, dengan begitu maka Gina tidak akan selalu bergantung kepada Firman.
Padahal Gina merupakan pimpinan mafia kelas atas di kawasan sekitaran Eropa, namun jika sudah berada didekat Firman wanita tersebut akan berubah menjadi sosok wanita anggun yang ingin selalu merasa dilindungi oleh pria nya.
"Aku kan hanya ingin diperhatikan saja!" ujar Gina memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Tapi kamu pikirkan saja, aku tidak akan bisa selalu membantu kamu, lagipula kamu itu ketua mafia yang disegani tapi mengapa saat bersamaku malah terlihat seperti wanita biasa saja seakan kemampuan semuanya hilang begitu saja," balas Firman.
"Kan aku sudah bilang, jika aku ingin selalu mendapatkan perhatian dari kamu, tapi maaf jika caraku ini salah, aku janji tidak akan mengulanginya lagi dan aku tidak akan menjadi beban bagimu, aku akan menjadi wanita kuat lagi seperti biasanya!" ucap Gina dengan serius meminta maaf kepada Firman.
Firman tersenyum lalu ia berkata sambil mengusap kepala Gina dengan lembut, "Baiklah, sekarang kita mulai masuk kedalam karena tadi aku lihat di dalam sana memang benar ada sebuah ruangan yang lumayan luas untuk digunakan sebagai tempat menyekap orang."
Mereka berdua pun mulai memasuki ruangan rahasia yang pintunya berada di lantai tersebut, jika pintu masuknya saja berada di lantai berarti ruangan rahasia tersebut sudah pasti tempatnya berada di bawah tanah yang membuatnya sangat sulit untuk diketahui tata letaknya jika orang tidak melihat dengan teliti dan memiliki alat khusus untuk mencarinya.
'Sepertinya aku harus mengupgrade mesin yang ada di dalam jam tangan ini, karena aku merasa masih banyak kekurangan dari jam tangan ini,' batin Firman melihat kearah jam tangan miliknya.