
Chapter 200
Pertarungan masih terus berlangsung dengan posisi pihak Firman yang sedang dalam posisi menang, mungkin hanya butuh beberapa waktu lagi bagi Firman untuk memenangkan pertarungan kali ini, dengan bertarung di tengah badai membuat pengalaman bertarung Firman semakin bertambah.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk mengikutiku?!" tanya Firman di tengah pertarungan yang ia lakukan melawan kelompok misterius yang menjadi musuhnya.
"Kau tidak berhak untuk mengetahui siapa yang memerintahkan kami untuk mengikutimu!" jawab orang yang merupakan ketua kelompok misterius dengan nada suara yang terdengar sangat menakutkan.
"Jika kalian tidak mau mengaku maka aku sendiri yang akan memaksa kalian sampai mengakui siapa yang telah menyuruh kalian untuk mengikuti kamu!" ujar Firman terus menyerang anggota kelompok misterius yang sekarang hanya tersisa 4 orang saja.
Mereka yang masih bertahan tersebut memiliki kemampuan jauh diatas anggota yang lainnya, bahkan kemampuan mereka bisa disetarakan dengan ketua kelompok mafia kelas atas seperti Raja ataupun Wirjo yang dulu pernah dihadapi oleh Firman.
Apalagi dengan kecepatan serta kekuatan mereka dalam menggunakan senjata yang mereka pegang membuat kemampuan yang mereka miliki semakin bertambah kuat, walaupun bertarung menggunakan jubah tebal warna hitam tapi gerakan dari mereka tetap saja lincah tanpa terlihat kesulitan sama sekali dalam hal bergerak untuk menyerang Firman.
Karena Firman sudah merasa pertarungan ini menjadi terlalu berlarut-larut bahkan sampai badai saat ini sudah terlihat sangat besar hingga membuat mobil Firman sudah tidak terlihat lagi ada dimana, yang terlihat di sepanjang mata memandang hanya ada hujan salju berwarna putih yang sangat deras.
"Waktunya kita akhiri pertarungan ini!" ujar Firman langsung menerjang musuhnya dengan gerakan secepat kilat.
Kelompok misterius yang tersisa juga mulai merasa kelelahan lantaran sudah bertarung cukup lama melawan Firman yang seorang diri, mereka juga hanya manusia biasa yang bisa merasakan lelah jika terus-terusan mengeluarkan tenaga untuk bertarung.
Ditambah lagi cuaca ekstrim yang membuat tubuh menjadi lebih cepat lelah karena harus bekerja ekstra untuk mengeluarkan hawa panas agar tubuh tetap merasa hangat di tengah badai salju yang sangat deras menerjang.
"Hati-hati, dia bisa menyerang secara tiba-tiba dari arah manapun yang kita tidak sadari," ucap salah satu dari anggota kelompok misterius.
Betul saja apa yang dikatakan orang tersebut, Firman secara tiba-tiba langsung muncul di sampingnya dan menebas dengan sangat cepat kepala orang tersebut hingga membuatnya tewas seketika dalam keadaan kepala terputus dari badanya.
Firman memang bergerak di dalam udara atau bisa dikatakan Firman memanfaatkan adanya hujan badai salju untuk bersembunyi dari penglihatan musuh-musuhnya, karena jarak penglihatan manusia jika berada di dalam badai salju sangat terbatas, jadi Firman bisa bergerak tanpa harus sampai ketahuan.
Setelah bergerak di dalam dengan sangat cepat ditengah lebatnya hujan badai, Firman lalu mencari titik lemah lawannya kemudian menyerang titik lemah tersebut sampai membuat lawannya tumbang hanya dengan satu kali tebasan kuat dari katana Sang Pembantai milik Firman.
Firman ingin pergi lagi setelah menghabisi satu lawannya jadi hanya tersisa 3 orang lagi yang harus ditumbangkan oleh Firman, akan tetapi tidak mudah bagi Firman untuk lari dari mata tajam ketua kelompok misterius tersebut.
Ketua kelompok misterius ternyata bisa melihat Firman pada saat menghabisi anak buahnya, jadi pergerakan Firman bisa dilihat meskipun hanya sekelebat mata saja oleh ketua kelompok tersebut, jadi dia memanfaatkan hal tersebut untuk menyerang Firman dengan cara menghujamkan pisau yang ada di tangannya ke arah Firman yang hendak bergerak kembali setelah menghabisi anak buah ketua tersebut.
Srettt ...
Firman terkena sayatan yang membuatnya terluka sampai darah terlihat menetes membasahi bajunya lalu jatuh ke salju hingga membuatnya terlihat warna merah yang sangat jelas, membuat hamparan salju yang putih sekarang telah terlihat berubah warna menjadi merah darah.
Tapi karena memiliki kecepatan reflek yang tidak main-main cepatnya, jadi dengan sangat cepat Firman membalas apa yang dilakukan oleh ketua kelompok tersebut dengan cara memberikan tebasan kuat yang mengenai bagian perut orang tersebut.
Karena dalam keadaan yang lengah dan juga tangannya masih belum siap untuk menangkis serangan yang dilancarkan oleh Firman, alhasil ketua tersebut tumbang dengan keadaan bagian tubuh terbelah menjadi dua, bagian perut sampai ke atas dan juga bagian kaki terpisah.
Kejadian yang terjadi sangatlah cepat sekali sampai membuat 2 orang yang tersisa menjadi sangat bingung dan sangat terkejut karena melihat ketua mereka dan temannya dihabisi hanya dalam waktu kurang dari 2 detik saja.
Firman yang melihat mereka sedang lengah langsung memanfaatkan situasinya dengan mengayunkan katana di tangannya lalu memotong kepala mereka hingga tewas seketika tanpa ada kata-kata yang bisa diucapkan untuk terakhir kalinya.
Hilang kewaspadaan sedikit saja itu visa mengakibatkan hal yang sangat fatal terjadi, hal itu dapat dimanfaatkan oleh lawan untuk menyerang kita selagi keadaan kita pada saat itu tidak fokus atau hilang kewaspadaan walaupun hanya beberapa detik saja. Hilang kewaspadaan sebentar saja, kepala bisa ikut hilang.
"Sudah beres semua, sayang sekali aku tidak bisa mengetahui darimana mereka berasal dan siapa yang memerintahkan mereka," ujar Firman yang melihat mayat bertebaran di depan matanya.
Mayat-mayat orang tersebut membuat salju yang berada di sekitar Firman, pada awalnya berwarna putih sekarang berubah warna menjadi merah karena terkena darah yang mengalir dari bagian tubuh kelompok misterius yang tewas dihabisi oleh Firman dengan sedikit usaha ekstra.
Firman lalu melihat luka yang berada ditangannya untuk melihat sampai mana pendarahan yang dialaminya, ternyata luka yang didapatkan Firman lumayan besar juga, bahkan darah sudah membuat baju Firman tertutupi dengan darah semuanya.
Kemudian Firman mengambil kain dari salah satu mayat di depannya lalu menyobeknya untuk digunakan sebagai penutup luka sementara agar pendarahan yang dialami Firman tidak menjadi semakin parah.
Setelah selesai dengan urusan nya, Firman berjalan untuk mencari keberadaan Gina yang kemungkinan masih bertarung melawan musuhnya, kenapa Firman bisa seyakin itu?
Tentu saja karena Firman bisa mendengar suara dentingan senjata yang saling bersentuhan yang membuat Firman semakin mudah dalam mencari keberadaan Gina, beberapa saat kemudian setelah sedikit berjalan,
Akhirnya Firman bisa menemukan keberadaan Gina yang ternyata sudah melumpuhkan satu orang lawannya, orang tersebut belum mati tapi masih hidup dalam keadaan sekarat, jadi hanya tersisa satu orang yang masih melawan Gina terus menerus meskipun bisa dilihat jika keadaan orang tersebut sedang tidak baik-baik saja.
Luka di sekujur tubuhnya membuat pergerakan musuh Gina menjadi tidak bisa secepat awal tadi, jadi dengan mudahnya Firman menghabisi orang tersebut hanya dengan satu kali tusukan tepat pada jantung musuhnya tersebut.
Firman langsung menghampiri Gina yang sedang berjalan menuju salah satu lawannya tadi yang sekarang keadaannya sedang sangat sekarat karena kehilangan banyak sekali darah di tubuhnya hingga membuat badanya terlihat sangat lemah sekali, orang tersebut bisa tewas kapan saja.
"Kamu sudah selesai sayang?" tanya Gina yang melihat Firman menghampirinya.
"Sudah, bagus sekali kamu menyisakan satu orang yang bisa kita gunakan untuk mencari informasi dari mana mereka berasal dan apa tujuan mereka mengikuti kita dari keluar hotel sampai kesini," jawab Firman juga sekaligus memuji kinerja Gina yang sangat bagus.
"Itu yang aku pikirkan juga tadi, makanya aku sisakan satu untuk kita interogasi, tapi sepertinya sekarang kita harus cepat-cepat mencari informasi dari orang ini, lihatlah dia sudah sangat sekarat sekali," ujar Gina menunjuk kearah anggota kelompok misterius yang sedang sekarat tersebut.
Firman juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Gina, lagipula jika mereka terlalu lama berada ditengah badai salju seperti sekarang ini, itu bisa membuat mereka tewas kedinginan atau terkena hipotermia yang membuat mereka meninggal dengan cara perlahan-lahan karena kedinginan sampai tubuh membeku.