
Chapter 172
Para anggota mafia Gina telah dievakuasi keluar dari gedung semuanya, mereka yang terluka juga telah diobati oleh para medis yang memang dibawa oleh anggota Gina yang lain.
Mereka semua juga sudah dalam perjalanan untuk kembali menuju markas karena memang hari sudah hampir pagi yang membuat jalanan sepi, waktu yang tepat untuk bersih-bersih bekas kekacauan yang terjadi di gedung melawan Sophia tadi.
Jika terlalu lama dibiarkan takutnya nanti informasi tentang adanya pertempuran di gedung tersebut bisa saja tercium oleh kelompok mafia yang lainnya hingga membuat keributan yang tidak perlu.
Sementara itu di atas lantai paling atas gedung, Firman bersama dengan Gina masih berada disana menikmati dinginya malam sambil berpelukan mesra saling menghangatkan diri didalam pelukan pasangan.
[Ding ... Misi Telah Dilaksanakan ...
Hadiah :Perusahaan Queen Grup Sekarang Telah Menjadi Milik Host
Semua Berkas Kepemilikan Akan Dikirim Langsung Kepada Host Oleh Orang Suruhan Queen Grup Nanti.]
Suara notifikasi dari System seketika membuyarkan lamunan Firman yang tengah diam sembari menatap kedepan pemandangan perkotaan sambil memeluk Gina dari belakang.
'Apakah aku bisa menyuruh anak buah ku saja untuk mengurus perusahaan itu, System?' tanya Firman dalam pikirannya kepada System.
[Ding ... Bisa Host Melakukan Hal Tersebut Asalkan Orang Suruhan Host Adalah Seorang Perempuan.]
Jawabn dari System membuat Firman bingung mendengarnya, kenapa harus seorang wanita yang ditugaskan untuk mengelola perusahaan yang baru didapatkannya tersebut?
Padahal jika dilihat secara fakta yang ada di dunia ini, kebanyakan pengusaha yang sukses mengelola perusahaan hingga besar itu adalah seorang pria, walaupun ada juga perempuan yang berhasil menjalankan perusahaan hingga sukses.
'Kenapa harus seorang perempuan?' tanya Firman penasaran.
[Ding ... Perusahaan Queen Grup Bergerak Dibidang Aksesoris Seperti Perhiasan Dan Aksesoris Lainnya ...
Kebanyakan Orang Yang Mengerti Banyak Tentang Dunia Bisnis Di Bidang Aksesoris Adalah Para Perempuan, Jadi Host Harus Mencari Wanita Untuk Menjalankan Perusahaan Queen Grup Agar Mengerti Bagaimana Cara Mengelola Dan Mengembamgkan Perusahaan Supaya Menjadi Lebih Besar Lagi.]
System menjawab dengan alasan yang terdengar sangat masuk akal, apalagi biasanya orang yang memimpin sebuah perusahaan harus bahkan wajib untuk menguasai bidang apa yang ada diperusahaan tersebut.
Firman sendiri belum mengenal begitu dalam bisnis aksesoris tersebut makanya System mengatakan yang mengurus perusahaan lebih baik seorang perempuan agar bisa memimpin perusahaan dengan benar sesuai bidangnya.
'Baiklah, nanti biar aku hubungi Anggita saja untuk mengurus masalah ini, eh ... tapi jangan Anggita yang mengurusnya,kasihan dia sudah mengurus banyak perusahaanku, nanti aku cari orang saja untuk menjadi asistenku untuk menangani perusahaan,' batin Firman.
Gina yang melihat kekasihnya dari tadi hanya diam saja terbengong menjadi heran, ia lalu mencoba membuat Firman sadar dari lamunannya.
"Sayang ... Sayang ... Sayang ...!" panggil Gina kepada Firman yang tak kunjung mendapatkan balasan darinya.
Karena Firman tak kunjung membalas panggilanya, akhirnya Gina mempunyai sebuah ide untuk mencubit pipi Firman agar membuatnya mendengar panggilan dari Gina.
"Sayang ...!" ucap Gina memanggil Firman sambil mencubit pipinya yang membuat Firman mengaduh kesakitan.
"Aduh ... kamu kenapa sih? Main cubit-cubit saja," ucap Firman setelah cubitan dipipinya dilepas oleh Gina.
"Habisnya kamu sih, dipanggil dari tadi gak denger-denger, sampai kesal aku jadinya!" balas Gina dengan wajah cemberut.
"Gak ada apa-apa, aku cuma pengen berdua aja sama kamu sampai pagi disini," jawab Gina tersenyum memandang Firman.
Firman membalas senyuman yang diberikan Gina dengan senyuman juga, lalu Firman membawa Gina menuju sebuah tempat yang ada di atas gedung tersebut yang mana ada sebuah tempat duduk yang juga ada atap untuk berlindung dari rintik hujan yang sedikit turun.
"Kita duduk di kursi itu, sama sekalian meneduh karena kelihatannya gerimis sudah turun," ajak Firman menarik tangan Gina.
Lalu mereka pun duduk di kursi tersebut dengan posisi Gina dipangkuan Firman seraya memeluknya erat, tak lama kemudian ternyata gerimis tadi sudah berubah menjadi hujan yang tidak terlalu lebat hanya sedang saja.
"Kenapa jadi semakin dingin ya, sayang ..." ujar Gina semakin mempererat pelukannya kepada Firman.
Melihat Gina yang kedinginan, Firman melepas baju lapisan luar miliknya yang berupa jas santai lalu diletakan ke tubuh Gina untuk menutupinya supaya tidak terlalu dingin, kemudian Firman juga memeluk Gina dengan erat.
Gina yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari orang yang sangat ia cintai membuat hati Gina berbunga-bunga, entah kenapa meskipun sudah menjadi kekasih Firman tapi masih sering bagi Gina merasakan malu-malu seperti awal bertemu dulu waktu di sekolah.
"Aku mau bertanya boleh?" ujar Firman membuat Gina seketika mendongak menatap wajahnya.
"Boleh kok, mau tanya apa memangnya?" balas Gina penasaran.
"Kamu anaknya Raja kan?" tanya Firman dengan nada seriusnya.
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Firman membuat Gina terdiam tak tau harus menjawab seperti apa, Gina menatap wajah Firman yang memperlihatkan keseriusan yang sangat terlihat jelas, sangat jarang sekali Firman memperlihatkan wajah serius seperti itu.
"I ... iya, aku memang anaknya Raja, tapi apakah kamu kenal ayahku? Kamu bisa tau dari mana jika aku anaknya Raja? Atau bisa saja kamu salah sebut nama kan, nama Raja kan banyak didunia ini," jawab Gina.
"Tidak, aku yakin sekali kamu anaknya Raja yang aku kenal, tadi saat melihat video keluargamu aku bisa melihat wajah ayahmu itu memang Raja," balas Firman.
"Memangnya kenapa jika aku anaknya dia? Aku juga tidak peduli padanya karena telah meninggalkan keluargaku padahal keadaan kita sedang terpuruk waktu itu!" ucap Gina yang terlihat jelas ada rasa marah saat membahas tentang masalah tentang Raja.
"Syukurlah jika memang benar kamu anaknya Raja, akhirnya aku bisa menepati janji yang telah dia berikan kepadaku untuk selalu menjaga anaknya setelah kepergian dirinya," ucap Firman yang seketika membuat Gina bingung sambil melihatnya.
"Apa maksud kamu sayang?" tanya Gina penasaran.
"Aku dulu pernah bertarung melawan kelompok mafia yang dipimpin ayahmu karena ada suatu masalah diantara kita, sebenarnya bukan antara aku dan dia, tapi antara aku dengan atasan Raja.
Kita bertarung hingga akhirnya aku menang dan Raja sebelum ajalnya menjemput sempat berpesan padaku agar menjaga anaknya setelah dia pergi," jawab Firman menceritakan secara singkat kepada Gina.
Gina yang mendengar cerita yang disampaikan oleh Firman tersebut menjadi sedih teringat masa lalunya bersama sang ayah, kesedihan yang dirasakan oleh Gina itu memang wajar mengingat dirinya telah mengalami masa lalu yang sangat kelam.
"L ...lalu dia sekarang bagaimana?" tanya Gina dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya.
Firman menghapus air mata dipipi Gina menggunakan tangannya lalu menjawab pertanyaan Gina, "Dia telah tewas setelah kalah bertarung melawanku."
Mendengar jawaban dari Firman, tangisan Gina pecah sudah tak bisa dibendung lagi, ia memeluk tubuh Firman semakin erat tak mau melepaskan, sedangkan Firman yang dipeluk juga membalas pelukan Gina agar membuatnya menjadi lebih tenang.
'Padahal aku yang menghabisi ayahnya, kenapa dia sekarang malah tambah dekat denganku ya?' batin Firman kebingungan dengan tingkah dari Gina.
*Maaf baru up malem temen-temen, author agak sakit eui, pilek, batuk, demam, yah ... gitulah, emang badan author agak lemah jadi sering sakit hamya karena hal sepele kayak kena gerimis doang udah demam hiks...