System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 140 Pertarungan Antar Ketua


Chapter 140


Pertarungan satu lawan satu antara Firman melawan Raja terus berlangsung, mereka bertarung tak kenal rasa takut saling menyerang menggunakan senjata masing-masing.


Raja menembakan senjata di tangannya menarik pelatuk lalu membidik ke arah Firman, itupun jika ada kesempatan menembak, jika tidak ada kesempatan untuk menembak maka ia hanya bisa mengandalkan kemampuan bertarungnya saja untuk menahan Firman.


Sementara Firman yang menggunakan senjata berupa double katana di kedua tanganya sebenarnya mendapatkan keunggulan saat bertarung dengan Raja di jarak yang dekat.


Akan tetapi karena Raja menggunakan senjata api yang memiliki fungsi ganda, yaitu bisa digunakan untuk jarak menengah maupun jarak dekat, senjata yang sangat sempurna dimiliki oleh ketua mafia kelas atas sepertinya.


Senjata itu dilengkapi dengan pisau kecil di ujung moncong larasnya, pisau itulah yang digunakan oleh Raja untuk melawan Firman, sedangkan badan senjata digunakan untuk menangkis tebasan katana Firman.


Untung saja senjata Raja terbuat dari bahan yang sangat kuat yang membuatnya sulit untuk dipatahkan jika hanya dengan senjata tajam biasa, tapi katana ditangan Firman merupakan katana Sang Pembantai, tidak akan ada yang lolos dari tebasanya.


Pertarungan mereka terus berlanjut hingga ke lorong gedung, setelah terhempas dari ruangannya dan menabrak pintu, Raja kembali melawan Firman dengan sangat intens.


Adu jual beli serangan di perlihatkan keduanya yang sama-sama memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, mungkin jika manusia biasa melawan mereka hanya butuh satu kali hempasan orang itu sudah tumbang.


Trang...


Dor...


Firman mengayunkan katana miliknya ke arah bahu atas Raja, dengan ayunan tangan Firman yang sangat kuat membuat Raja tak mampu menahan serangan tersebut.


Srak...


Bahu kanan Raja terkena tebasan katana Firman hingga memperlihatkan luka sobekan menganga dengan darah yang mengucur deras membuat baju dari Raja, basah penuh dengan darah merah.


"Kurang ajar! Aku sepertinya terlalu meremehkanmu anak kecil!


Akan kubuat kau menyesal karena telah memancing naga yang tertidur! Haa...!!!"


Raja menggunakan senjata di tangannya memberondong Firman dengan peluru yang sangat banyak, tetapi tembakan peluru kali ini sungguh berbeda.


Dor...Dor...Dor...Dor...


Tring...Tring...Tring...


Tembakan peluru dari senjata yang dilepaskan Raja seperti bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya, tembakan kali ini sangatlah banyak hingga membuat Firman agak kesulitan menangkis setiap peluru yang datang ke arahnya.


Firman memainkan katana nya dengan sangat baik, menangkis setiap peluru yang datang membuatnya aman dari tembakan yang dilancarkan Raja.


Melihat kecepatan tangan Firman yang sangat luar biasa, membuat Raja kagum saat melihatnya, namun ia dengan cepat sadar jika saat ini masih dalam keadaan bertarung melawan Firman.


Karena serangan jarak jauh tidak menimbulkan efek apapun terhadap pertahanan diri Firman, akhirnya Raja memutuskan untuk bertarung jarak dekat dengan.


Namun sayang sekali, saat akan menyerang Firman dengan menggunakan tendangan kakinya, Raja justru terpental sangat jauh lantaran tendangannya berbenturan langsung dengan tangkisan kaki Firman yang sangat kuat.


Bruak...


Raja terpental dari lantai dua hingga sampai di lantai satu gedung, dia terjatuh tepat di atas gerombolan mayat dari para anak buahnya yang telah tewas dihabisi oleh pasukan Serigala Hitam yang dimiliki Firman.


Melihat lawannya terjatuh hingga lantai bawah, Firman bergegas pergi ke bawah juga dengan cepat untuk melihat keadaan dari Raja, apakah ia tewas atau masih bertahan hidup.


Sementara Firman dan Raja sedang bertarung, Bagas dengan para pasukanya telah berhasil merangsek masuk ke dalam markas Black Dragon hingga sampai di lantai satu gedung itu tempat dimana berkumpulnya para anggota Black Dragon.


Dor...Dor...Dor...


Ahk...


Suara tembakan terus terdengar saling bersahutan membuat suasana di sekitaran gedung tersebut menjadi sangat mencekam, orang-orang yang ada di sekitar gedung pergi untuk mengamankan diri ketempat yang aman agar tidak terkena tembakan.


Bagas dan pasukanya telah berhasil menghabisi ratusan anggota Black Dragon yang ada di luar gedung.


Sekarang mereka sedang bertarung melawan ribuan anggota Black Dragon yang masih ada didalam gedung markas mereka dengan persenjataan yang lengkap.


Namun di saat sedang bertempur satu sama lain, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh dari lantai atas yang membuat mereka semua terkejut termasuk para pasukan Black Dragon.


Setelah suara orang jatuh itu terdengar, betapa terkejutnya mereka saat melihat yang jatuh tersebut adalah Raja dengan luka disekujur tubuhnya, khususnya bahu bagian kanan yang terlihat ada sobekan yang sangat besar.


"Sialan! Kemari kau bocah tengik!" teriak Raja setelah kembali bangkit dan berdiri dengan tegak di tengah pertempuran yang terhenti karena dia.


Saat pasukan Serigala Hitam akan menembak Raja, tiba-tiba Firman datang ditengah mereka semua, yang mana pergerakan Firman tidak diketahui oleh semua orang.


"Jangan ikut campur! Ini urusan kita berdua!" ujar Firman memerintahkan anak buahnya untuk menurunkan senjata mereka.


Akhirnya anggota Serigala Hitam menurunkan senjata mereka karena perintah dari Firman.


"Turunkan senjata kalian!" ujar Raja melihat pasukanya yang sudah bersiap menembak Firman.


Setelah kedua belah pihak menurunkan senjata masing-masing, pertarungan sejati antara dua orang pria akan segera terjadi.


Firman melepas kedua katana yang ada di tangannya lalu membuka bajunya memperlihatkan tubuh berotot namun tidak terlalu besar membuatnya sangat seksi billa dimana para wanita.


Tubuh Firman juga terdapat beberapa luka lebam maupun luka robek lantaran terkena sayatan dari pisau kecil yang ada di ujung senjata milik Raja.


Raja yang melihat Firman menantangnya berduel tangan kosong, langsung menyanggupi tantangan tersebut, ia melepas senjata di tangannya kemudian merobek bajunya yang sudah tidak berbentuk.


Robekan baju tersebut digunakan oleh Raja untuk mengikat luka yang ada di bahunya untuk menahan darah yang terus mengalir tak henti-hentinya.


"Baiklah Pak tua, mari kita mulai!" ujar Firman memasang kuda-kuda seraya mengangkat tangan kedepan lalu memberikan kode untuk Raja agar menyerang dulu.


Melihat hal yang dilakukan Firman, membuat Raja menetapnya dengan perasaan marah sekaligus kagum, karena baru kali ini ia dipaksa bertarung habis-habisan saat melawan orang, apalagi lawannya masih remaja yang usianya sangat jauh dibawahnya.


"Aku ada sedikit kesepakatan denganmu pak tua, apakah kau setuju?" tanya Firman yang masih mempertahankan sikap siaga nya.


"Apa itu!?" balas Raja yang juga dalam keadaan sikap siaga memasang kuda-kuda.


"Jika aku menang, aku akan mengambil alih anggotamu, namun jika aku kalah kau boleh meminta apapun dariku!" jawab Firman sambil menatap tajam kearah Raja.


"Baik, sepakat! Kuharap kau tidak menyesali hal ini anak kecil!" balas Raja masih dengan sikap sombongnya.


'Aku harus lebih berhati-hati melawan anak ini, kekuatannya bukan main-main!' batin Raja waspada.


Pasukan Serigala Hitam serta Black Dragon akan menjadi saksi untuk pertarungan antar dua pimpinan kelompok tersebut, mereka akan menyaksikan ketua mereka bertarung hingga titik darah penghabisan.