
Chapter 216
Firman masih berada di dalam restoran tempat ia makan malam sambil ditemani oleh Kalina yang datang untuk mengurus beberapa masalah tentang perusahaan baru yang didapatkan oleh Firman dengan cara menyelesaikan misi System.
Mereka berdua tampak masih menikmati waktu berduaan sembari menikmati waktu malam hari di dalam restoran yang cukup bagus tersebut, walaupun keadaannya malam ini terlihat lumayan ramai lantaran banyak anak muda yang sedang menikmati waktu bersama teman-temannya ataupun sedang berkencan dengan kekasihnya masing masing.
"Bagaimana kabar yang lainnya di rumah?" tanya Firman yang saat ini sudah selesai menghabiskan makanan nya dan sedang bersantai sambil minum kopi.
"Mereka baik-baik saja tidak ada masalah sama sekali, hanya saja terkadang Rina bolos masuk sekolah karena dia mengatakan tidak mau sekolah jika tidak bersama dengan kamu," jawab Kalina sekaligus menceritakan beberapa hal yang menurutnya lucu kepada Firman.
Firman hanya bisa menggelengkan kepalanya saja saat mendengar cerita yang disampaikan oleh Kalina tentang keadaan Rina yang suka bolos sekolah karena tidak ada Firman dirumah untuk mengantarnya pergi menuju sekolah.
Meskipun itu merupakan cerita yang bisa dibilang sedih karena dalam hal ini menunjukan bahwasanya Rina sangat merindukan kehadiran Firman disisinya sampai bertindak seperti itu, akan tetapi respon berbeda diperlihatkan oleh Kalina beserta para kekasih Firman yang lainnya saat melihat tingkah Rina tersebut.
Kalina mengatakan jika pada saat Rina sedang bolos sekolah lantaran merindukan Firman, para saudarinya atau kekasih Firman yang lain malah tertawa karena menurut mereka apa yang dilakukan oleh Rina itu sangatlah lucu sekali.
Bagaimana bisa Rina tidak masuk sekolah hanya karena tidak diantar Firman, itu menurut mereka lucu apalagi ditambah dengan ekspresi Rina yang sering cemberut saat para saudarinya menertawainya itu semakin membuat mereka tertawa melihatnya.
"Lalu sekarang bagaimana? Kemarin kan sudah masuk tahun ajaran baru, apakah Rina masih tidak ingin berangkat ke sekolah?" tanya Firman penasaran.
"Dia masih tidak mau pergi ke sekolah, padahal kami sudah berusaha untuk membujuk dia sampai kedua orang tuanya juga sudah turun tangan hanya untuk membujuk Rina sekolah lagi, akan tetapi semua sia-sia, Rina sama sekali tidak merubah sikapnya," jawab Kalina menghela nafas sebentar, lalu kembali melanjutkan ceritanya.
"Tadi pagi saat aku pergi menggunakan pesawat untuk menuju Eropa, keadaan Rina justru semakin parah karena dia menderita demam. Badan Rina menjadi naik suhunya bahkan kita harus membawanya pergi kerumah sakit untuk dirawat lantaran pagi saat kita sarapan bersama dia tiba-tiba pingsan yang membuat kami menjadi sangat cemas dengan kondisinya," lanjutnya dengan nada sedih.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Kalima barusan, seketika itu juga membuat hati Firman seakan sakit ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Rina. Firman merasa sangat khawatir karena mendengar kabar Rina jatuh sakit dari Kalina.
Firman merasa jika dirinya telah menjadi seorang kekasih yang tidak bisa melindungi para wanitanya hingga membuat Rina jatuh sakit karena menahan berbagai rasa rindu di dalam dirinya hingga membuat pikiranya penuh lalu jatuh sakit karena terlalu banyak memikirkan banyak hal.
"Huft ... jika aku tidak memiliki banyak masalah aku pasti akan langsung menemui kalian setelah selesai kemarin, tapi sayang sekali aku tidak dapat melakukanya," ujar Firman dengan muka sedihnya seakan merasa sangat bersalah kepada semua orang yang sedang menunggunya untuk pulang.
Sebagai seorang kekasih pastinya Kalina juga ikut merasa khawatir saat Firman tidak kunjung pulang padahal sudah mengatakan akan pulang cepat dan pergi hanya beberapa hari saja, tetapi sekarang sudah sangat terlambat jauh dari jadwal awal rencana kepulangan yang Firman katakan.
Melihat Firman yang tampak sedih membuat Kalina tak kuasa melihatnya, ia lalu berjalan mendekat kearah Firman kemudian duduk dipangkuannya dan langsung memeluk Firman dengan erat untuk membuat rasa sedih yang dirasakan oleh Firman bisa berkurang dengan adanya pelukan dari Kalina.
Firman yang merasakan pelukan hangat Kalina pun menjadi lumayan berkurang kesedihan yang dirasakannya, ia lalu membalas pelukan dari Kalina dan mereka berdua saling berpelukan untuk beberapa saat saling memberikan rasa nyaman satu sama lain.
Namun ada satu hal yang tidak kedua pasangan kekasih yang sedang saling berpelukan itu sadari yaitu ada banyak orang yang berada disekitar mereka saat ini karena tempat mereka berada masih di dalam restoran yang ramai pengunjung.
Banyak orang yang melihat adegan romantis yang terjadi di antara Firman dan Kalina, namun mereka tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut lantaran itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka melihat sepasang kekasih yang berpelukan mesra seperti itu.
Memang setiap negara memiliki budaya masyarakat yang berbeda-beda tergantung kebiasaannya. Namun ada satu hal yang pasti terjadi saat orang melihat ada pasangan yang bermesraan dimuka publik, pastinya mereka akan menarik perhatian banyak orang untuk melihatnya walau hanya sekilas saja.
Kalina pada awalnya terkejut saat Firman tiba-tiba melepas pelukannya secara paksa akan tetapi setelah melihat sekeliling ia mulai sadar jika ada banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua, Kalina sangat malu hingga tidak tau harus bagaimana untuk menutupi rasa malu yang saat ini ia rasakan.
Setelah itu Kalina bangkit dari pangkuan Firman dan kembali ketempat duduk awalnya, keadaan mereka berdua menjadi agak sedikit canggung karena masih ada beberapa orang yang memperhatikan mereka berdua.
Firman yang merasakan kecanggungan diantara mereka, mulai berbicara untuk memecah keheningan, "Kamu kenapa? Apakah kamu merasa malu diperhatikan orang seperti itu?" tanya Firman yang sedikit menggoda Kalina.
Kalina yang wajahnya sudah sangat merah menahan malu sekarang tambah malu lagi karena digoda oleh sang kekasih. "Diamlah! Ini semua salah kamu karena tidak bilang jika kita masih berada ditempat umum!" kata Kalina geram sambil menatap kearah Firman tajam.
"Salahku apa? Aku tidak melakukan apapun sama sekali, kamu yang memelukku terlebih dahulu tadi kan," balas Firman dengan santainya.
Kalina langsung diam tidak menanggapi balasan yang dilontarkan oleh Firman tersebut, ia masih menatap kesal ke arah Firman lalu mengalihkan pandangannya sambil cemberut seperti anak kecil yang tidak dituruti saat meminta untuk dibelikan mainan oleh orang tuanya.
"Hahaha ... maaf jika aku tadi menggodamu sedikit, jangan malu lagipula tidak ada lagi yang memperhatikan kita sekarang," ucap Firman tertawa melihat kelucuan tingkah Kalina yang menggemaskan menurutnya.
'Tumben sekali dia tertawa seperti itu, biasanya senyum saja sangat susah sekali,' batin Kalina heran saat melihat Firman bisa tertawa seperti barusan.
"Sepertinya kamu itu telah dirasuki jin saat berada disini, banyak sekali perubahan yang ada pada dirimu," ucap Kalina sambil menatap Firman.
Mendengar ucapan Kalina membuat Firman bingung apa maksud dari ucapan tersebut, "Maksud kamu bagaimana?" tanya Firman.
"Sebelumnya aku sangat jarang melihat kamu tertawa seperti tadi dan juga seingatku kamu tidak terlalu suka menggoda orang kecuali Rina yang sering kamu jadikan objek untuk kejahilanmu," jawab Kalina.
"Aku sama sekali tidak berubah, masih sama seperti dulu. Memangnya apa salahnya aku tertawa? Aku ini kan manusia biasa yang masih memiliki perasaan, jadi wajar saja jika aku tertawa atau sedih," ujar Firman.
"Baiklah-baiklah, terserah kamu saja," ucap Kalina jengah, ia juga tidak ingin berdebat untuk saat ini.
Mereka berdua pun kembali menikmati waktu berdua sembari minum kopi bersama, Firman meminum kopi hitam panas sedangkan untuk Kalina lebih memilih untuk meminum kopi gula aren yang diberi es batu, entah kenapa wanita itu sangat kuat sekali dengan cuaca dingin sampai pada saat musim dingin saja masih minum es seperti itu.
Namun saat mereka sedang asyik menikmati waktu berdua, secara tiba-tiba ada beberapa anak muda wanita yang menghampiri meja mereka dengan sikap sok berkuasa dan tentunya bergaya centil dengan berlenggak-lenggok memperlihatkan bentuk tubuh mereka yang lumayan indah untuk ukuran anak remaja seperti mereka.
"Halo tampan, apakah kamu ingin bergabung dengan kami? Nanti aku akan memberi kamu hal yang enak jika kamu mau mengikuti kami," ucap salah satu wanita yang terlihat seumuran dengan Firman.
Pada saat mengatakan hal tersebut kepada Firman, mata para wanita tersebut terus menatap kearah Firman dengan tatapan yang sulit dipahami, matanya seperti memancarkan sebuah rasa bergejolak yang ada didalam diri mereka, entah apa yang akan dilakukan oleh mereka jika berhasil mendapatkan Firman.
Sangat terlihat jelas jika sekelompok wanita tersebut tertarik kepada Firman yang memiliki wajah tampan dengan badan bagus hingga membuat banyak wanita terpesona saat melihatnya, meskipun mereka terlihat cantik akan tetapi Firman tetap tidak tertarik pada mereka sama sekali.
Banyak orang yang memperhatikan kejadian tersebut karena mereka sangat tertarik melihat banyak wanita yang secara terang-terangan menggoda seorang pria yang terlihat sedang duduk bersama dengan kekasihnya, banyak dari para pengunjung yang mengatakan para wanita tersebut tidak tau malu karena menggoda pria di depan kekasihnya, namun ada juga yang memuji keberanian mereka yang secara berani terang-terangan mengucapkan ajakan kepada Firman.