System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 202 Istirahat Dan Cek Status


Chapter 202


Firman sekarang ini sedang duduk didalam tenda yang ditinggalinya untuk beristirahat di tengah cuaca badai yang sedang terjadi di luar tenda, ia sedang memperbaiki drone miliknya yang tadi belum selesai diperbaiki karena diminta makan bersama dengan Gina yang sudah selesai memasak.


Disampingnya terdapat Gina yang sudah berganti pakaian menggunakan baju yang kering karena bajunya tadi sudah sangat besar lantaran terkena salju, apalagi di suhu yang sangat dingin seperti ini membuat rawat terserang penyakit bila terus menggunakan pakaian yang basah.


Gina duduk disamping Firman sambil menyandarkan kepalanya di bahu Firman yang masih fokus mengutak-atik drone miliknya, sesekali juga Gina menatap kearah samping tepatnya diarah tenda yang ada sebuah bagian berbentuk kotak transparan atau bisa disebut dengan jendela.


"Sayang, kamu apakah sudah memiliki rencana untuk membuat perhitungan pada Richard itu?" tanya Gina memandang wajah Firman.


"Sudah," jawan singkat Firman tanpa mengalihkan pandangannya.


"Apakah aku boleh ikut untuk membantu kamu? Aku juga ingin membalas apa yang telah mereka lakukan kepada kamu," ujar Gina dengan nada memohon supaya diijinkan ikut dengan Firman menjalankan rencana untuk membalas perbuatan Richard.


"Itu kita pikirkan nanti saja, aku besok harus kembali karena akan masuk sekolah, mungkin aku akan sedikit terlambat di hari pertamaku sekolah," jawab Firman.


"Baiklah, tapi ingat ya sayang, jangan lupa untuk mengajak aku jika kamu sedang menjalankan aksi, apalagi jika ada pertarungannya. Aku ingin bergabung agar bisa ikut membantai mereka hehehe," ucap Gina tertawa menakutkan.


Firman menatap Gina yang berada disampingnya, "Aku tidak tau kenapa bisa menjadi kekasih wanita gila pertarungan seperti kamu," ucapnya dengan nada menyindir.


"Ish ... Apa yang kamu katakan?! Kamu pikir aku gila hah!" balas Gina tidak terima dikatakan sebagai wanita g1la.


"Bukan aku yang mengatakannya, tapi kamu sendiri," ucap Firman yang tidak dapat dibantah oleh Gina.


Firman menyelesaikan perbaikan pada drone nya lalu memasukannya kembali kedalam tas. Walaupun tas yang dipakai Firman ukuranya tidak terlalu besar, tapi isinya sangat lengkap, contohnya saja ada peralatan tenda sampai drone, bahkan ada beberapa peralatan seperti senter hingga pisau kecil untuk pertahanan diri.


Setelah selesai membereskan barang-barangnya, Firman memilih untuk berbaring sambil memakai jaket tebalnya untuk digunakan sebagai selimut, karena memang Firman tidak membawa selimut lebih, hanya ada satu selimut berukuran kecil yang dibawa oleh Gina hanya cukup untuk satu orang saja.


Gina yang melihat Firman sudah berbaring, ia ikut menyusul Firman dengan berbaring di sampingnya lalu menyandarkan kepalanya pada dada bidang Firman.


"Aku sangat mencintaimu sayang," ucap Gina seraya memperlihatkan senyuman yang sangat tulus.


Firman juga ikut tersenyum lalu menjawabnya, "Aku juga mencintaimu."


Mereka berdua berbaring dengan saling memeluk satu sama lain, Gina memeluk tubuh Firman dengan sangat erat menyembunyikan kepalanya pada dada bidang Firman yang terasa hangat.


"Kapan rencananya kamu membalas mereka?" tanya Gina.


"Entahlah, aku belum mengetahui mereka ada dimana bahkan aku juga belum tau seberapa kuat mereka, jika sampai aku salah ambil langkah bisa habis aku ditangan mereka," jawab Firman seraya mengelus kepala Gina dengan lembut menggunakan tangannya.


"Aku akan selalu mendukung apapun keputusan kamu!" ujar Gina.


"Terima kasih, aku juga berjanji akan selalu menjaga kalian semua dari bahaya apapun." mereka berdua saling memberikan kehangatan untuk pasangannya.


Karena sudah merasa sangat lelah akhirnya Gina tertidur sambil masih memeluk tubuh Firman dengan erat, sedangkan untuk Firman sendiri masih terjaga karena ingin melakukan sesuatu.


Firman beralih untuk duduk, ia mengangkat kepala Gina secara perlahan-lahan supaya tidak membuatnya terbangun, setelah berhasil mengangkatnya lalu Firman menaruh kepala Gina pada jaket miliknya supaya tidak sakit jika tidur diatas lantai tanpa bantal.


Setelah selesai memindahkan posisi tidur Gina tadi, Firman duduk disamping Gina dengan memegang tangannya karena tangan Firman tidak bisa dilepaskan dari genggaman erat yang dilakukan oleh Gina.


'System, apakah kamu bisa memberitahukan ku dimana letak markas pusat Richard?' tanya Firman kepada System melalui pikirannya.


[Ding ... Maaf Host Karena System Tidak Dapat Memberikan Informasi Apapun Lantaran System Merupakan Alat Untuk Membantu Host Menjadi Lebih Kuat Bukan Alat Untuk Membantu Host Menyelesaikan Masalah


System Hanya Bisa Mengatakan Jika Saat Ini Richard Tidak Berada Di Negara Ini Alias Sedang Berada Diluar Negeri Hanya Itu Yang Bisa System Berikan Sebagai Informasi Untuk Host.]


'Aku kira kamu bisa membantuku, masalahnya sejak awal aku mencari tau tentang ketua Rich Devik itu namun hasilnya nihil, walaupun skill komputerku sudah sangat mahir tapi aku masih kesulitan untuk mencari tahu keberadaan satu orang,' ucap Firman.


[Ding ... Seperti Yang Pernah System Katakan Jika Didunia Ini Masih Banyak Yang Lebih Kuat Daripada Host Bahkan Kemampuan Mereka Berada Diluar Pemikiran Manusia Biasa.]


'Bukanya keberadaanmu itu juga diluar pemikiran manusia biasa ya System?' tanya Firman heran dengan perkataan System tersebut.


[Ding ... Apa Yang Host Katakan Bisa Dibilang Benar Bisa Juga Dibilang Salah Karena Keberadaan System Ini Hampir Mirip Seperti Teknologi AI Yang Saat Ini Sudah Sangat Banyak Keberadaannya Di Dunia Ini Tapi Bedanya System Telah Menyatu Dengan Tubuh Host


System Bisa Memberikan Host Berbagai Skill Itu Karena System Telah Menjadi Satu Dengan Seluruh Bagian Yang Ada Di Dalam Tubuh Host Yang Mana Hal Itu Membuat System Bisa Mengupgrade Ataupun Menambahkan Sesuatu Pada Tubuh Host Kapan Saja.]


'Lalu untuk hadiah yang sering kau berikan seperti harta itu bagaimana penjelasanya?' tanya Firman.


[Ding ... Itu Karena System Memiliki Banyak Koneksi Didunia Dan Banyak Hal Yang System Punya Yang Bisa Kapan Saja System Ambil Atau Berikan Kepada Host Setelah Selesai Menyelesaikan Misi System.]


Firman akhirnya mengerti cara kerja System yang selama ini telah bersama dengannya tersebut, walaupun telah lumayan lama bersama dengan System tetapi Firman tidak berani menanyakan cara kerja System karena takut akan mendapatkan sesuatu yang buruk karena menyakiti perasaan System.


Tapi setelah mendengar penjelasan dari System barusan Firman menjadi tau jika System memiliki cara kerja yang seperti itu, padahal dulu Firman berpikiran jika System itu sama dengan kekuatan gaib yang berasal dari ilmu hitam yang sering dikatakan oleh orang-orang.


'Bisa kau jelaskan siapa orang yang memiliki kekuatan diatas manusia rata-rata yang tadi kamu katakan System,' ucap Firman.


[Ding ... Mereka Adalah Orang Yang Memiliki Ilmu Beladiri Yang Cukup Tinggi Bisa Dikatakan Setara Atau Bahkan Lebih Tinggi Dari Skill Tingkat Master Yang Host Miliki


Ada Juga Orang Kuat Yang Bukan Kuat Kekuatannya Akan Tetapi Kuat Dalam Hal Kekuasaan Sampai Harta Kekayaan Orang Jenis Ini Biasanya Memiliki Koneksi Yang Sangat Banyak Dan Mempunyai Jabatan Sangat Tinggi Yang Bisa Membuat Orang Merasa Takut Saat Berurusan Dengan Mereka.]


Firman mendengarkan setiap hal yang dijelaskan oleh System dengan seksama, setelah mendengar semua penjelasan dari System yang membuat Firman akhirnya tau beberapa hal yang sebelumnya tidak diketahui sama sekali olehnya.


Namun hal yang membuat Firman penasaran adalah orang yang memiliki kekuatan besar yang dikatakan oleh System tadi. Firman ingin sekali merasakan sebesar apa kekuatan mereka, mungkin lain waktu dirinya bisa bertemu dengan salah satu diantara orang kuat yang dibicarakan oleh System tadi.


'Oh iya System, apakah orang kuat yang kamu bicarakan itu memiliki kekuatan supranatural?' tanya Firman penasaran.


[Ding ... Tidak Karena Mereka Full Mengandalkan Kekuatan Ilmu Beladiri Serta Kekuatan Fisik Paling Hanya Sedikit Teknik Tambahan Seperti Pengolahan Nafas Dan Yang Lainnya.]


'Cek statusku System, sudah lama sekali aku belum mengecek statusku,' ucap Firman yang ingin melihat statusnya.


[Ding....Status Host......


Nama :Firmansyah


Usia. :17 Tahun


Title :Pemilik System


Kekayaan / Bisnis :



TEKNA CORPORATION


RINGGATA CORPORATION (Pusat Dari Semua Perusahaan Milik Firman)


GENG SERIGALA HITAM (Ketua Geng)


Mafia Black Dragon (King/Ketua Mafia)


Queen Grup (Perusahaan Yang Ada Di Eropa)



Skill :



Komputer Tingkat Tinggi.


Dokteran Modern Tingkat Tinggi.


Matematika Tingkat Tinggi.


Judo Tingkat Master.


Karate Tingkat Master.


Bisnis Saham Tingkat Tinggi.


Skill Mengemudi Tingkat Tinggi.


Pengetahuan Umum Tingkat Tinggi.


Skill Memasak Tingkat Tinggi.


Skill Senjata Api Tingkat Tinggi.


Ilmu Berpedang Tingkat Master.


Skill Bahasa Tingkat Tinggi.


Skill Pembunuh Bayaran Tingkat Tinggi.


Skill Mekanik Mesin Tingkat Tinggi.


Beladiri Pencak Silat Tingkat Master.


Skill Menyelam Tingkat Tinggi.


Skill Menggambar Tingkat Tinggi.


Ilmu Kemiliteran Tingkat Tinggi.


Skill Menjinakan Segala Jenis Hewan Tingkat Tinggi.


Ilmu Beladiri Taekwondo Tingkat Master.


Skill Kelistrikan Tingkat Tinggi.


Skill Memakai Tombak Tingkat Tinggi.


Skill Pertanian Tingkat Tinggi.


Skill Meringankan Tubuh Tingkat Master.



Pasangan :


-Rina Kusuma (Rasa Cinta 100% Max)


-Ika Wicaksono (Rasa Cinta 100% Max)


-Anggita (Rasa Cinta 100% Max)


-Jia Li (Rasa Cinta 100% Max)


-Kalina (Rasa Cinta 100% Max)


-Gina Natasya (Rasa Cinta --- Tak Terbatas)


Fitur Lainnya


Shop :


Membaca Status Orang Lain :


Status.......]


Setelah melihat statusnya dan berbicara dengan System sebentar tadi, Firman memilih untuk duduk sejenak sambil menikmati suara angin yang berasal dari luar dengan rintik hujan salju yang menerpa.


Untung saja Firman memilih tempat untuk membangun tenda yang tepat sehingga saat bangun besok pagi tendanya tidak sampai tertutupi dengan salju yang tebal.


Setelah bersantai sebentar Firman lanjut berbaring kembali disamping Gina yang sudah sangat lelap sekali tidurnya, Firman pun ikut tidur disamping Gina mereka tidur bersama dengan posisi tangan Gina melingkar di perut Firman memeluknya dengan sangat erat.