System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 71


Chapter 71


Firman pergi pulang kerumahnya karena hari sudah menjelang sore, melaju menggunakan mobil nya membelah jalanan yang cukup sepi.


Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Firman sampai di rumahnya, tapi seperti ada sesuatu yang ada di depan rumah Firman.


Lalu setelah Firman selesai memarkirkan mobilnya, ia melihat ada lima mobil terparkir di depan rumahnya. Beberapa diantara lima mobil tersebut adalah pesanan Firman kemarin kepada Anggita.


"Sepertinya Anggita ada di dalam." Ucap Firman setelah melihat ada mobil Anggita yang terparkir di sana.


Firman masuk kedalam rumah dan betul saja, Anggita dan juga Kalina ada di dalam duduk bersama dengan Ika dan Rina di ruang santai.


Anggita yang melihat Firman datang langsung berlari ke arahnya lalu segera memeluk Firman dengan senangnya. Firman membalas pelukan Anggita lalu mengelus elus kepala Anggita dengan penuh kasih sayang.


"Sudah lama di sini?" Tanya Firman berjalan menuju kekasihnya yang lain dengan Anggita yang setia memeluk lengannya.


"Baru saja sampai, aku kesini mau mengantar pesanan mobil kamu dan juga beberapa tambahan nya hehehe." Jawab Anggita tersenyum.


"Baiklah, terima kasih chup....." Firman mencium kening Anggita di depan para wanita yang lain.


Perlakuan Firman tentu tidak luput dari tatapan tajam kekasihnya yang lain. Ika dan Rina merasa ingin diperlakukan hal yang sama oleh Firman.


Firman yang melihat kedua kekasihnya yang lain sedang cemberut, ia langsung berjalan ke arah mereka dan mencium kening mereka berdua hingga membuat Ika dan Rina memerah wajahnya lantaran malu, tapi juga merasa senang dicium oleh kekasih mereka.


"Hump! Emang beda ya kalo sama pacar yang udah pernah main sama yang belum!." Ucap Rina menyindir kedua saudarinya dan juga Firman.


Kedua saudari nya langsung menunduk malu dengan wajah memerah, bahkan Anggita yang sudah dewasa saja masih merasa malu saat disindir Rina mengenai hubungan tersebut.


Firman yang mengetahui kekasih termudanya itu sedang cemburu lalu langsung membawa Rina ke atas pangkuannya, Rina yang terkejut atas perlakuan Firman dengan spontan mengalungkan tanganya ke leher Firman agar tidak terjatuh.


"Emang kamu mau bermain denganku?" Tanya Firman dengan senyuman yang membuat Rina memerah wajahnya.


"A....Aku kan kekasihmu....Ja....Jadi sudah pasti mau." Jawab Rina terbata bata saking gugupnya.


"Kamu masih muda sayang, aku tidak mau membuatmu kehilangan sesuatu yang selalu kamu jaga." Ucap Firman dengan lembut.


"Tidak!! Aku milik kamu jadi terserah kamu mau lakukan apapun kepadaku, aku akan selalu menerima semua yang kamu lakukan kepadaku." Balas Rina dengan wajah seriusnya menatap mata Firman.


"Baiklah baiklah, tapi jangan sekarang, aku sedang melakukan sesuatu jadi tunggu aku selesai ok." Ucap Firman mengelus pipi Rina lembut seraya tersenyum ke arahnya.


Rina membalasnya dengan anggukan saja sambil menikmati sentuhan lembut Firman. Para wanita yang lain tidak ada yang mengganggu kemesraan Firman dan Rina karena mereka sudah saling menerima dan tidak akan egois.


Mereka lalu pergi untuk makan malam dengan masakan yang dibuat oleh Rina dan Ika, setelah selesai makan para wanita tidur dikamar masing masing, kecuali Anggita yang pulang bersama dengan Kalina dan untuk Karmila mungkin sedang sibuk dikantor makanya tidak pulang. sedangkan Firman sendiri duduk di taman belakang rumahnya sambil menikmati kopi di depanya.


"Aku harus mencari cara untuk menghancurkan mereka, mungkin aku akan sedikit bermain main agar mereka menderita dan sadar dengan kesalahan mereka selama ini." Ucap Firman memikirkan tentang rencana untuk menghancurkan keluarga Gunawan.


.................


Di sebuah rumah yang sangat besar yang berada di sebuah negara kecil di Eropa, ada seorang wanita yang sedang menyiksa dua orang korbanya dengan sangat sadis tanpa memberikan ampun sama sekali.


"Sayang ~ Aku sangat merindukanmu, kapan kita bisa bertemu lagi." Ucap wanita itu sambil terus menyiksa korbanya yang berteriak kesakitan.


Wanita itu tentu saja Gina yang saat ini berada di markas pusat mafia ROSES GIRL kelompok mafia milik Gina.


"Le....Lepaskan aku.....Kumohon......" Ucap korban Gina yang adalah seorang wanita cantik model papan atas di dunia.


"Hmm melepaskanmu? Mungkin tidak bisa hihihi itu salahmu sendiri yang sudah mengusik aku, jadi terimalah akibatnya." Ucap Gina dengan senyum menakutkan nya.


Gina mengambil sebuah alat yang ada di dalam koper kesayanganya, alat tersebut adalah sebuah pisau kecil dengan ukiran nama Gina and Firman di bilah pisaunya.


"Harusnya kau merasa terhormat karena bisa menikmati kesakitan dari pisau baruku yang aku buat sebagai bentuk rasa sayangku pada kekasihku heheheh." Ucap Gina mencium bilah pisau kecilnya tersebut yang dimata si korban terlihat sangat menakutkan.


Ingin memulainya dengan santai saja jadi Gina memulai dengan membuka beberapa bagian kulit korbanya perlahan lahan agar si korban bisa menikmati kesakitan yang sangat indah tersebut.


Gina menguliti tangan korbanya hingga terbuka seluruhnya memperlihatkan bagian daging dengan darah yang terus mengucur deras.


Arggggg........


Korban Gina tentu saja berteriak keras merasakan sakit yang begitu luar biasa, namun ditelinga Gina teriakan tersebut adalah sebuah alunan lagu yang indah membuat Gina semakin bersemangat dalam menyiksa korbanya.


Setelah puas menguliti seluruh tubuh korbanya Gina kemudian melihat ke arah wajah si korban yang terlihat lumayan cantik.


"Emm sepertinya aku akan merubah sedikit wajahmu, aku takut jika kekasihku nanti melihat wajahmu itu dan malah jadi menyukaimu, jadi lebih baik aku rubah saja, bolehkan?" Ucap Gina.


Meletakan pisau kecilnya di wajah si korban lalu dengan perlahan lahan namun pasti Gina mulai menguliti wajah korbanya hingga tidak tersisa sama sekali, korban sudah tidak bisa berbicara lagi dan hanya merasakan sakit yang luar biasa tanpa bisa mengeluarkannya.


"Wahhh gunungmu besar sekali, aku ambil bolehkan? Firman pasti suka jika aku memiliki yang sebesar ini hibihi." Ucap Gina.


Gina lalu mulai memotong kedua aset bagian atas korbanya hingga terpotong dari tubuh si korban, tidak kuat menahan rasa sakit yang luar biasa membuat korban Gina tewas seketika sebelum Gina puas menyiksanya.


"Yahh sudah tewas, yasudahlah sepertinya aku akan di sini sementara waktu sampai masalah di sini selesai, lalu aku akan menemuimu sayangku ~ " Ucap Gina pergi dari ruangan tersebut, sementara mayat korbannya di urus para anak buah Gina.


Alasan Gina kembali ke negaranya karena ada beberapa masalah yang ada hingga membuatnya harus mengurus masalah ini sendiri, masalah Gina bisa dikatakan cukup besar karena melibatkan beberapa nama kelompok besar hingga ada pihak polisi yang ikut dalam masalah tersebut, han yang biasa bagi para mafia untuk bersaing dalam mencapai tujuan mereka hingga tidak segan segan menghabisi para lawannya tanpa belas kasihan.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...