System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 40


Chapter 40


Anak buah Riski yang berbadan besar tadi langsung maju menerjang Firman, para siswa yang menonton tambah bersemangat melihatnya.


Satu pukulan dilayangkan anak buah Riski kearah kanan bawah bertujuan ingin memukul perut Firman bagian bawah.


Namun sesaat sebelum mengenai perut Firman, tangan anak buah Riski yang memukul Firman ditangkap oleh Firman menggunakan tangan kanannya yang sudah sembuh dari luka beberapa minggu lalu.


'Apa!! Ditahan!!' Batin anak buah Riski.


Firman langsung menangkap tangannya lalu memutar kesamping hingga orang itu langsung terbanting ke lantai dengan sangat keras.


Krek.....


Bhuk.....


Arg......


Selain sakit karena menghantam lantai, anak buah Riski itu juga sakit karena tanganya dipelintir Firman hingga berputar sampai bunyi tulang seperti patah terdengar sangat nyaring.


Orang orang yang tadinya bersorak semangat langsung terdiam melihat kejadian barusan yang membuat mereka tak bisa berkata kata lagi.


Bahkan Riski sangat terkejut melihat Firman bisa menumpangkan anak buah nya yang paling kuat hanya dengan satu kali serangan tanpa mengeluarkan tenaga yang banyak.


Gina juga ikut terkejut melihat nya, ia kira Firman tidak bisa melakukan apa apa karena sering dibully, tapi melihat cara Firman membuat lawan nya jatuh hanya dengan satu kali serangan membuat Gina tahu jika Firman adalah orang yang mendalami ilmu bela diri.


Firman menatap dingin orang orang yang melihatnya dengan terkejut, lalu menatap Riski bersama anak buahnya.


Riski langsung menyuruh semua anak buahnya untuk menyerang Firman bersama sama agar lebih cepat melumpuhkannya.


"Hajar dia sama sama!! Cepat!!" Ucap Riski.


Hiattt.....


Aaa.....


Lalu para anak buah Riski langsung menyerang bersama sama Firman yang sendirian.


Dua orang mengangkat tinjunya hendak menghantam wajah Firman, tapi hanya dengan sekali tangkisa mereka berdua terjatuh tak kuat menahan hempasan tangan Firman yang sangat kokoh.


Lalu tiga orang lainya hendak menyerang secara bersama sama dengan cara menendang Firman.


Namun itu gagal karena Firman dengan sangat cepat melompat tinggi lalu menendang wajah mereka bertiga hingga membuatnya pingsan seketika dengan wajah yang babak belur ditendang Firman.


Terakhir tersisa empat orang lainnya yang berhati hati dalam menyerang Firman, mereka tak mau bernasib sama seperti kawan mereka.


Tak kunjung maju, akhirnya Firman yang maju menerjang mereka berempat dengan sangat berani.


Berbagai pukulan dilayangkan musuh Firman namun tidak satupun yang mengenai tubuh Firman.


Firman terus menangkis pukulan dan tendangan mereka hingga pada saatnya menemukan celah yang membuatnya langsung bertindak.


Firman langsung menendang salah satu kaki mereka hingga terjatuh dan membuat teman satunya ikut terjatuh tertimpa tubuhnya.


Lalu Firman melayangkan sebuah pukulan keras kearah perut lawannya yang membuat lawan nya langsung tersungkur dengan darah keluar dari mulutnya.


Tinggal satu orang yang tersisa, orang itu nampak gemetaran badanya di tatap tajam oleh Firman, hingga kejadian lucu pun terjadi.


"A....Ampun Firman, G....Gw jatuh sendiri aja, gak perlu dibantu." Ucap sisa anak buah Riski ketakutan.


Lalu satu orang tersebut memukul wajahnya sendiri dan terjatuh ke lantai sendiri.


Mereka semua sangat terkejut dan memandang ngeri Firman, mereka bahkan tidak ada yang berani mengeluarkan suara sangking takutnya jika membuat Firman tersinggung maka merekalah yang akan habis ditangan Firman.


Sedangkan Riski yang sudah ketakutan setengah mati setelah melihat kesepuluh anak buahnya dapat ditumbangkan Firman dengan begitu mudah, bahkan banyak dari anak buahnya yang pingsan sangking kuatnya Firman menghajar mereka.


"Sekarang apa lagi?" Ucap Firman datar menatap seorang pria paruh baya yang memakai pakaian guru datang ke arah kerumunan di lapangan.


"Siapa yang membuat keributan seperti ini!!??" Tanya orang itu dengan suara keras.


Pria itu adalah kepala sekolah di sini, namanya Bramanto yang menjabat sebagai kepala sekolah sekaligus ayah dari Riski.


Tidak ada yang berani berbicara semuanya diam takut jika salah bicara akan membuat mereka terancam.


Riski yang melihat ayahnya datang menjadi senang seketika, ia langsung menghampiri ayahnya dengan wajah yang dibuat se melas mungkin.


"Yah, dia yang buat semua ini, lihat teman teman ku semua dia hajar padahal kita lagi main basket terus tim dia kalah, tapi dia malah gak terima langsung menghajar kita." Ucap Riski mengadu kepada ayahnya dengan melebih lebihkan dan juga mengarang jika Firman lah yang memulai keributan.


Orang yang mengetahui kejadian aslinya menatap Riski dengan pandangan jijik, sudah dewasa tapi masih mengadu pada ayahnya dengan cerita yang di karang sendiri, tapi tidak ada yang berani membantahnya karena takut.


"Apakah benar seperti itu!?" Ucap Bramanto kepada semua orang, tapi tidak ada yang menjawab.


"Iya benar, aku yang menghajar mereka." Tiba tiba Firman berkata yang membuat semua orang terkejut mendengarnya.


"Ikut keruangan guru sekarang!!" Ucap Bramanto menahan emosinya.


Lalu mereka pun berjalan menuju ruangan guru, Gina ikut karena ingin menemani Firman agar tidak sendirian.


Sesampainya di ruangan guru nampak para guru ternyata sedang mengadakan rapat, tapi saat mendengar ada keributan membuat Bramanto keluar untuk mengecek keadaan.


"Duduk!" Ucap Bramanto menyuruh Firman duduk di meja tengah tengah banyak guru.


Bu Ika yang melihat Firman ada di sana menjadi sangat khawatir pada keadaan serta keselamatan Firman saat ini yang tengah terancam.


Sedangkan di sisi Firman sendiri hanya diam santai menatap datar semua orang yang ada di sana.


............


Sementara itu di sebuah kamar ada seorang gadis yang tengah menangis dengan ditutupi selimut di atas kasurnya.


Keadaan kamar gadis tersebut sangat berantakan, barang barang berserakan serta banyak sekali benda benda yang pecah berserakan di lantai.


Gadis itu adalah Karmila yang sudah beberapa hari ini bolos sekolah dan hanya mengurung diri di kamarnya menangis hingga membuat matanya sembab.


"Hiks.....Salahku apa...Apa salahku hingga harus menjalani hidup seperti ini.....Hiks......Aku ingin bersama dengan orang yang aku sukai, bukan dengan laki laki br3ngsek seperti dia Hiks.....Hiks..." Tangisan menyedihkan berasal dari Karmila yang sedang frustasi dengan hidupnya.


Masalah yang dialami Karmila sangat membuat mental dan jiwanya terguncang hingga membuatnya menjadi semakin Frustasi.


Bahkan pernah Beberapa hari lalu Karmila berniat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung dirinya di sebuah tali yang diikat pada atap kamarnya.


Untung saja ada seorang pembantu yang melihatnya dan langsung menyelamatkan Karmila yang tergantung di atas dengan tali terkalung di lehernya.


Seberat itu masalah yang dialami Karmila hingga membuatnya berniat untuk mati daripada harus terus menderita dibawah tekanan yang sangat menyiksa sekali.


..............


*Jangan lupa like dan dukunganya teman teman.


...Terima Kasih...