System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 132 Markas Dan Rencana Menyerang Black Dragon


Chapter 132


Firman telah sampai di markas Serigala Hitam, ia datang langsung disambut oleh Bagas serta anak buah yang lainya karena baru pertama kali ini Firman datang ke markas jadi Bagas akan mendampingi Firman berkeliling terlebih dahulu.


"Bagus juga markas mu sekarang," puji Firman saat melihat bangunan besar dengan ornamen mewah di luarnya tampak seperti sebuah bangunan tua biasa.


"Terima kasih Bos, ini juga karena ada Bos makanya kami dapat membeli markas ini dan membangunnya kembali supaya menjadi lebih besar dan bisa digunakan oleh semua anggota," balas Bagas dengan rasa hormat yang tinggi kepada Firman.


Mereka berkeliling di dalam markas dengan berjalan kaki, Bagas juga memberitahukan kepada Firman apa saja yang ada di dalam markas mereka tersebut.


Di dalam markas ada banyak sekali ruangan yang digunakan oleh para anggota maupun pekerja biasa yang mengurus kebersihan markas.


Ada beberapa ruangan besar untuk latihan para anggota Serigala Hitam, ruang latihan ada yang berupa latihan fisik sampai latihan mental dengan cara ditembaki peluru yang sangat banyak dari lantai atas sedangkan para anggota merangkak menyusuri jalan berlumpur.


Latihan mereka terlihat sangat keras sekali, bahkan Firman sendiri yang melihatnya merasa takjub dengan latihan yang mereka jalankan, meskipun Firman sendiri yakin bisa melalui semua itu dengan mudah.


"Ruangan apa itu?" tanya Firman menunjuk ke arah sebuah tempat yang sangat luas dan memiliki lantai tanah dan rumput serta beberapa pohon dan tumbuhan yang lumayan banyak.


"Itu adalah tempat untuk hewan-hewan peliharaan kita Bos, mereka ditaruh di sana agar bisa bergerak secara bebas tidak terkurung di kandang yang kecil, lagipula kita juga membutuhkan jasa mereka untuk memakan beberapa mayat manusia yang menjadi musuh Serigala Hitam," jawab Bagas menjelaskan secara detail.


Firman mengantuk mendengar jawaban dari Bagas, ia kemudian kepikiran sesuatu saat mendengar kata hewan peliharaan.


"Kau bisa ambil peliharaan ku yang ada di rumah, taruh dia di kandang itu juga supaya hewan itu mempunyai teman," ujar Firman memerintahkan Bagas.


Firman teringat dengan serigala yang ia bawa dari hutan pada waktu mendaki gunung beberapa waktu lalu, kemungkinan serigala itu akan senang jika dikumpulkan dengan teman-temannya di kandang yang sangat luas.


Namun juga tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan ada konflik antar hewan yang terjadi jika banyak hewan buas dikumpulkan menjadi satu di dalam satu tempat.


……..


Setelah selesai berkeliling markas, Firman diantar oleh Bagas menuju ruangan miliknya yang ada di dalam markas ini, ruangan tersebut khusus untuk Firman sendiri yang merupakan ketua tertinggi dari Serigala Hitam.


Saat masuk ke dalam ruangan tersebut Firman lumayan takjub melihatnya, ruangan yang luas dengan meja kerja dan juga sofa untuk bersantai, furniture nya juga terlihat sangat mewah dengan banyak pajangan yang ada.


Firman tertarik saat melihat ada dua pintu lagi yang ada di dalam ruangan tersebut, satu pintu merupakan kamar pribadi untuk Firman sedangkan yang satu lagi merupakan tempat penyimpanan senjata.


Memasuki ruangan tempat penyimpanan senjata, Firman terlihat senang karena ada banyak sekali jenis senjata yang ada di dalamnya, baik itu yang ada di dinding maupun disimpan pada tempat khusus.


Ruang senjata milik Firman bahkan lebih luas dari ruangan senjata milik kepolisian yang ada di kantor pusat pada saat Firman berkunjung kesana beberapa waktu lalu.


Setelah puas melihat ruangan miliknya, Firman meminta Bagas untuk duduk karena ia akan membicarakan sesuatu yang sangat penting dengannya.


"Saya tau Bos, kebetulan orang yang Bos suruh saya tangkap kemarin mengatakan bahwa mereka dari kelompok mafia Black Dragon, mereka diperintahkan ketuanya untuk membunuh Bos Firman jika Bos tidak menerima ajakan mereka," ucap Bagas.


"Iya, aku mengetahui hal itu, ada berapa banyak anggota yang kita miliki?" tanya Firman.


"Kurang lebih ada sekitar 2000 anggota Bos, itu belum termasuk yang sedang ada diluar negeri untuk menjalankan tugas di sana," jawab Bagas.


"Siapkan anggota jika sewaktu-waktu kita akan berperang melawan orang yang sangat besar dan memiliki kuasa tinggi di dunia bawah!" ujar Firman memperlihatkan ekspresi dinginnya.


"Ambilkan aku laptop!" ujar Firman memerintahkan Bagas.


Dengan cepat Bagas langsung mengambilkan sebuah laptop yang ada di atas meja pojok ruangan lalu memberikannya kepada Firman.


Firman langsung membuka laptopnya dan mulai menjalankan aksinya untuk meretas beberapa jaringan yang berhubungan dengan target nya kali ini, Firman menyamar menggunakan ip salah satu anak buah musuhnya untuk bisa masuk ke dalam jaringan pusat mereka.


Saat ini Firman ingin mencari informasi mengenai seseorang yang sangat misterius yaitu, Richard yang merupakan ketua dari kelompok mafia luar negeri yang bernama Rich Devil.


Firman berhasil masuk kedalam data base dari kelompok mafia Rich Devil lalu ia mulai menjalankan aksinya mencuri beberapa data penting milik Rich Devil, yang terpenting Firman mengambil data tentang identitas Richard dan beberapa petinggi mafia itu lainnya.


Setelah berkutat lebih dari satu jam, akhirnya Firman selesai mengumpulkan data-data yang ia butuhkan tentang mafia tersebut, semua data itu telah Firman lihat agar ia tahu bagaimana cara untuk mengalahkan mereka dengan mudah.


"Bos, apa yang sedang anda lakukan?" tanya Bagas yang sedari tadi melihat Firman berkutat dengan laptopnya.


"Aku hanya mencari beberapa informasi tentang musuh yang akan kita hadapi, kau sudah tau kan siapa musuh tersebut!" jawab Firman.


"Apakah itu Black Dragon dan Rich Devil, Bos?" tanya Bagas memastikan dan dibalas anggukan kepala oleh Firman.


"Kita akan menyerang Black Dragon terlebih dahulu lalu mengambil kekuasaan di sana agar bisa mendapatkan lebih banyak anggota untuk kelompok kita," ucap Firman.


"Saya juga setuju dengan rencana yang Bos katakan, lagipula setahu saya markas dari Black Dragon tidak jauh dari kota ini, jadi kita dapat menyerang mereka dengan cepat," sanggah Bagas mengiyakan rencana Firman.


Mereka kemudian berdiskusi beberapa rencana yang akan dijalankan untuk menyerang mafia Black Dragon nantinya, Firman mengatakan agar dirinya sendiri saja yang menyerang kelompok itu karena Firman yakin dirinya sendiri sudah lebih dari cukup untuk membasmi mafia tersebut.


Bagas hanya bisa menuruti perintah dari Bos nya tersebut, meskipun tidak dipungkiri jika nanti rencana akan berubah pada saat hari eksekusi penyerangan dilakukan.


Tak lama setelah selesai berdiskusi, Yudi dan Karmila telah datang di markas Serigala Hitam, tadi Yudi sempat menghubungi Firman mengatakan bahwa mereka berdua akan datang agak terlambat lantaran Karmila mengalami sedikit masalah pada perutnya yang membuatnya harus dibawa kerumah sakit sebentar.


Untungnya Firman mengiyakan tidak mempermasalahkan keterlambatan Karmila dan Yudi, dan bisa memahami kondisi mereka apalagi Karmila yang sedang hamil.