System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 127 Berita Mengejutkan Dari Karmila Dan Yudi


Chapter 127


Firman diam saja karena memang ia tidak mau menangani anak-anak sombong seperti mereka karena hanya akan menghabiskan energinya saja menanggapi orang seperti mereka, lebih baik bersikap dewasa saja daripada ikut terpancing emosi.


'Sepertinya mereka anak-anak dari para investor yang akan bekerja sama dengan perusahaan ku makanya tidak mengenali aku, baiklah mari kita bermain-main sebentar,' batin Firman.


"Maaf Tuan dan Nona sekalian, ini sudah kebijakan perusahaan yang tidak mentolerir orang yang datang terlambat setinggi apapun jabatannya, dan ini juga berlaku kepada orang yang ingin bekerja sama dengan kita," ucap Firman yang kali ini dengan nada datar.


"Siapa kau berani sekali mengatur kami! Apa kau tidak mengenali kami yang merupakan anak dari pimpinan perusahaan terbesar di Asia bahkan dunia!" balas salah satu wanita.


"Maaf Nona, tapi ini sudah peraturan di sini," jawab Firman dengan tenang tanpa terbawa emosi.


"Dasar pelayan rendahan! Aku akan pergi saja dari sini dan bilang kepada ayah ku bahwa kalian bekerja dengan buruk lalu membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan ini!" mereka berempat lalu pergi dari sana dengan membanting pintu dengan sangat keras, untung saja pintunya kuat dan tidak pecah.


Suasa di dalam ruangan masih sangat mencekam, "Baik kita lanjutkan presentasinya," ucap Firman mencairkan suasana.


Lalu presentasi pun dilanjutkan dengan tenang sampai selesai pada siang menjelang sore hari, Firman duduk di kursinya bersama dengan Yudi di samping serta para investor yang masih hadir di sana.


"Kenapa kalian tidak kembali pulang?" tanya Firman heran karena meeting sudah selesai.


"Maaf Tuan, kami hanya ingin sedikit mengobrol dengan anda saja," jawab salah satu pria yang bernama Budiman.


"Benar itu, kami sangat penasaran bagaimana caranya anda bisa membangun perusahaan sebesar ini dalam waktu yang terbilang singkat Tuan," sambung seorang wanita yang terlihat masih muda yang bernama Prisil.


Prisil memandang Firman dengan tatapan tertarik kepadanya, tampan, cerdas, kaya, memiliki jabatan tinggi, berkharisma tinggi, kriteria yang sangat di idam idamkan para kaum wanita.


"Saya hanya bekerja seperti biasa saja yang membuat perusahaan saya besar adalah karena adanya para pekerja yang melakukan pekerjaannya dengan baik pada setiap proyek yang kami kerjakan,serta para karyawan yang bekerja keras juga," jawab Firman seadanya.


Jawaban Firman tersebut justru membuat mereka tercengang sekaligus kagum dengan sosok Firman yang masih sangat muda tetapi memiliki sifat rendah hati.


Biasanya orang akan meninggi-ninggikan dirinya dengan cara berbicara bahwa semua pekerjaan bisa berjalan dengan baik karena adanya dirinya, tetapi Firman berbeda.


Firman justru menjawab dengan memuji para pekerja yang telah bekerja dengan keras pada setiap proyek perusahaan serta para karyawan yang baik di kantornya, sungguh Bos idaman semua pekerja.


"Anda sungguh hebat Tuan dan bijak dalam menanggapi suatu masalah," puji Prisil dengan mata berbinar memandang Firman.


"Terima kasih Nyonya," balas Firman setia dengan wajah datarnya.


Setelah beberapa menit mengobrol, akhirnya mereka pamit untuk kembali dan hanya menyisakan Firman dan Yudi yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Bang, paham kan apa yang aku perintahkan selanjutnya!" seru Firman dengan menyeringai kejam yang terlihat menakutkan.


"I...Iya paham Bos," jawab Yudi gugup langsung membuka laptopnya untuk menunjukan semua yang diinginkan Firman.


"Ini Bos semua data tentang perusahaan dari keempat orang tadi."


Dari keempat data tersebut ternyata orang yang masuk dengan arogan tadi merupakan anak dari pimpinan perusahaan terbesar se Asia yang menduduki peringkat 6 hingga 10.


"Perusahaan kecil seperti mereka kenapa bisa sangat berani kepada ku? Mencari mati!" ujar Firman.


"Maaf Bos, sepertinya mereka hanya tau jika perusahaan ini adalah perusahaan kecil, meskipun pusat semua perusahaan berada di RINGGATA tetapi banyak yang tidak mengetahui hal tersebut.


Orang-orang masih mengira jika perusahaan TEKNA yang menjadi nomor satu," ucap Yudi menjelaskan.


"Emm...Baiklah, Bang Yudi saja yang mengurus mereka, aku masih memiliki banyak urusan yang harus ku selesaikan," ujar Firman berdiri dari kursinya.


"Karmila dimana Bang?" tanya Firman.


"E...Di...Dia ada dirumah..." Yudi menjawab pertanyaan tersebut dengan gugup.


Firman yang melihat gerak-gerik dari Yudi menjadi curiga, "Kenapa gugup?" tanya Firman yang semakin membuat Yudi tertekan.


"I...itu, Karmila sedang hamil makanya ijin tidak masuk kantor," jawab Yudi.


"Benarkah? Sepertinya kalian bekerja keras setiap malam. Selamat Bang atas kehamilan Karmila, tapi bukanya kalian belum menikah?" tanya Firman.


"Iya benar, tapi rencananya kami akan menikah beberapa minggu lagi," jawab Yudi dengan senyum senangnya.


"Baguslah jika seperti itu, oh... iya, nanti malam Bang Yudi bersama dengan Karmila datang lah ke markas Serigala Hitam, ada sesuatu untuk kalian di sana," ucap Firman lalu pergi keluar dari dalam ruangan.


'Baru berhubungan beberapa bulan saja sudah hamil, ugh...Semoga Rina dan yang lainnya belum hamil karena aku belum mau memiliki anak di saat banyak masalah seperti ini,' batin Firman berjalan menuju mobilnya.


Yudi yang mendengarnya menjadi bingung sekaligus penasaran kira-kira hal apa yang akan diberikan oleh Bos nya tersebut?


"Nanti saja lah dipikirkan, sekarang waktunya pulang dan mengantar Karmila ke dokter untuk pemeriksaan," ujar Yudi dengan wajah bahagianya.


Karmila sudah hamil beberapa minggu, hal itu baru diketahui beberapa hari lalu karena Karmila merasakan tubuhnya berbeda lantaran belum mengalami datang bulan meskipun sudah tanggalnya tiba.


Alhasil ia melakukan tes kehamilan menggunakan alat tes dan hasilnya positif, rencana mya hari ini ia akan mengecek nya bersama dengan Yudi sang kekasih untuk memeriksa rutin kehamilan Karmila.


..............


Sementara itu di sebuah ruangan yang di sana ada seorang pria duduk di kursinya sedangkan satu orang lainya duduk di depan pria tersebut.


Kedha orang tersebut ialah Richard dan juga Frederich yang sepertinya sedang membicarakan hal yang sangat serius.


"Maafkan saya Tuan, karena Julian dan dua orang terdekatnya hilang dari tempat mereka ditahan," ucap Frederich menunduk hormat.


"Siapa yang membawa mereka bertiga!?" tanya Richard seraya memijat kepalanya pusing memikirkan masalah ini.


"Menurut bukti yang ada dan analisa yang saya lakukan, ini sepertinya pekerjaan dari sebuah kelompok yang ada di sebuah negara di Asia Tenggara, nama kelompok itu adalah Serigala Hitam.


Mereka cukup disegani di Asia tenggara karena kehebatannya, sepertinya mereka ingin memancing kita untuk berperang melawan mereka," ucap Frederich menjelaskan.


"Serigala Hitam? Sejak kapan kita memiliki masalah dengan mereka?" tanya Richard bingung.


"Kita tidak pernah memiliki masalah dengan mereka Tuan, tetapi sepertinya ketua dari kelompok itu yang memiliki masalah dengan kita.


Karena setelah saya telusuri ketua dari kelompok itu ternyata orang yang sama yang telah menghancurkan pabrik usaha kita yang ada di sana," jawab Frederich.


"Urus masalah ini dengan baik, aku tidak ingin masalah ini terulang kembali kedepannya!" ucap Richard.


Frederich pun pergi dari ruangan itu keluar, semebtara Richard di dalam ruangannya sedang merenungi sesuatu yang membuatnya merasa gelisah.


"Semoga hal itu tidak sampai terjadi," gumamnya memandang keluar jendela.


Richard sendiri tidak memarahi Frederich lantaran ingin memberikan kesempatan kedua bagi pria itu untuk memperbaiki masalah yang telah dibuatnya karena Richard yakin bahwa Frederich bisa mengatasi hal ini dengan baik karena sudah bekerja lumayan lama dengannya.