
Chapter 221
Menggunakan mobil mewah Kalina kali ini perjalanan yang akan ditempuh oleh Firman tidak akan sendirian lagi seperti sebelumnya karena Kalina yang akan ikut bersama dengan Firman menemani selama perjalanan sampai pada tujuan.
Tujuan Firman adalah markas mafia Gina karena disana Firman akan mengambil beberapa barang miliknya lalu akan pergi menuju sebuah tempat untuk melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan orang-orang terdekatnya.
Sementara itu Kalina yang berada disamping Firman sambil menikmati perjalanan yang terasa dingin ini karena salju masih bertebaran dimana-mana membuat hawa dingin terasa sampai menusuk kulit, Kalina menoleh ke arah Firman dan merasa seperti ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu.
"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?" tanya Kalina langsung pada intinya.
"Tidak ada," jawab Firman dengan pandangan masih fokus ke depan arah jalan.
Kalina masih merasa ada yang disembunyikan oleh Firman dari dirinya, sebagai kekasih Firman tentu saja mudah bagi Kalina untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh kekasihnya tersebut, apalagi Kalina juga telah bekerja dengan Firman dari awal yang membuat mereka bisa mengenal satu sama lain dengan sangat baik.
Namun meskipun Kalina sangat yakin jika Firman menyembunyikan sesuatu dari dirinya tapi Kalina tidak memaksa Firman untuk menjawab pertanyaannya atau memaksa untuk bercerita, karena Kalina juga tahu jika beban yang ada di pundak Firman itu sangatlah berat sekali.
Sebagai seorang laki-laki dan juga pemimpin dari berbagai perusahaan membuat Firman diwajibkan bisa memiliki kekuatan yang diatas manusia normal baik berupa fisik maupun mentalnya, karena kadang kala ada saatnya Firman harus menyelesaikan masalah perusahaan melawan para musuh yang ingin menjatuhkannya.
"Jika ada sesuatu kamu bisa cerita padaku, aku pasti akan mendengarkan kamu sampai selesai," ujar Kalina mencoba untuk membuat Firman bisa berbicara jujur kepada dirinya.
Firman yang saat ini merasa sedang sangat pusing sekali karena masalah yang dihadapinya semakin hari semakin bertambah banyak, hal itu pastinya karena banyak orang yang iri kepada Firman karena berhasil dalam menjalankan berbagai bisnis nya.
"Maaf jika aku tidak bisa membuat kalian hidup tenang, setiap hari selalu saja ada masalah yang datang," ucap Firman merasa bersalah karena belum bisa membahagiakan para kekasihnya dengan benar.
"Tidak apa-apa, kami sudah sangat bahagia bisa bersama dengan kamu sampai saat ini," balas Kalina dengan senyum manisnya.
Kalina menatap mata Firman dalam-dalam melihat ke dalam matanya untuk membuat kontak mata yang bisa membuat orang merasa diperhatikan, kadang kala orang itu perlu diperhatikan karena setiap manusia butuh perhatian dari orang lain.
Melihat mata Firman membuat Kalina menemukan sebuah kesedihan yang mendalam di dalam diri Firman, ada juga beban yang sangat berat yang harus ditanggung oleh Firman sendirian yang mana semua itu dilakukan Firman demi membuat keluarganya bahagia dan terhindar dari masalah.
Kalina memiliki sebuah ide untuk membuat Firman menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, ia akan berusaha untuk membuat kekasihnya tersebut bisa merasa bahagia dan diharapkan Firman bisa melupakan semua masalahnya walaupun hanya sebentar saja.
"Berhenti di depan sana dulu sayang," ujar Kalina menunjuk ke arah sebuah tempat yang berada di pinggir jalan.
Firman mengikuti apa yang diinginkan Kalina, mereka berhenti di sebuah tempat perbelanjaan atau mall yang masih buka sampai malam seperti ini. Dilihat dari luar mall tersebut tampak lumayan besar walaupun berada di pinggiran kota tempat markas Gina berada.
Perjalanan yang harus ditempuh Firman sudah tidak jauh lagi, mungkin 30 menit lagi mereka berdua akan sampai pada tempat dimana letak markas Gina berada dan juga Firman sudah berpesan kepada Gina jika nantinya ia akan langsung menyusul jika sudah selesai mengambil barang-barang yang dibutuhkan.
Kalina keluar sendirian karena meminta supaya Firman jangan mengikuti dirinya nanti saat masuk kedalam mall tersebut, jadi Firman menunggu di dalam mobil saja sesuai apa yang dikatakan Kalina.
Masuk ke dalam mall Kalina langsung berjalan menuju sebuah toko yang hanya menyediakan barang khusus untuk wanita seperti pakaian cantik berbagai merek hingga pakaian untuk bagian dalam dengan berbagai bentuk.
Kalina memilih beberapa pakaian untuk dibeli olehnya tentunya Kalina membeli pakaian dengan kualitas kelas atas dan berasal dari merek dagang ternama di dunia.
Setelah memilih lumayan banyak pakaian, Kalina memanggil seorang pelayan yang ada di dekatnya untuk membantu membawakan pakaian tersebut menuju kasir lalu membayarnya.
Seorang pelayan yang dipanggil Kalina tadi datang mendekat ke arahnya lalu mulai melayani Kalina, "Ada yang bisa saya bantu Nyonya?" ujar pelayan tersebut dengan ramah.
"Bisa tolong bawakan semua ini, aku ingin membayarnya sekarang juga," jawab Kalina menunjuk ke arah deretan pakaian berbagai bentuk dan merek dengan harga yang mahal tentunya.
"Baiklah Nyonya, mari kita pergi ke kasir," ucap pelayan itu sambil mengambil semua baju pesanan Kalina dan membawanya ke kasir untuk dibayar.
Mereka lalu sampai pada tempat kasir berada dan sampai disana dua orang pelayan langsung menghitung total seluruh barang yang dibeli oleh Gina, totalnya ada sekitar 10 pakaian berbagai jenis dengan harga 50 juta untuk keseluruhannya.
Setelah selesai membayar pakaian yang dibelinya, Kalina berjalan kembali menuju kearah mobil yang dimana Firman sudah menunggu di dalamnya sejak tadi. Dengan membawa banyak tas belanjaan membuat Kalina tidak bisa berjalan dengan cepat agar tidak terjatuh.
Saat sudah dekat dengan mobil, tiba-tiba Firman keluar dari dalam mobil lalu membantu Kalina membawakan barang-barangnya lalu menaruhnya di dalam mobil supaya tidak terlalu penuh jika semua ditaruh didepan.
"Apakah sudah selesai?" tanya Firman.
"Sudah sayang, ayo kita lanjut lagi," jawab Kalina yang sudah duduk di kursinya.
Firman juga sudah berada di dalam mobil, ia lalu menghidupkan mesin mobil dan melaju kencang menuju kearah markas mafia Gina karena jalan tidak terlalu tertutup salju jadi Firman bisa melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi agar cepat sampai tujuan.
Disepanjang perjalanan Firman hanya diam saja karena masih memikirkan cara untuk menyelesaikan masalahnya dengan cepat supaya bisa berkumpul dengan keluarga serta kekasihnya, juga membawa Gina ikut bersama dengannya, jika memang Gina mau.
Setelah setengah jam perjalanan akhirnya Firman sampai di tempat markas Gina berada, tampak disana masih ada beberapa aktivitas seperti para anggota yang sedang berlatih meskipun hari sudah malam dan suhu juga terasa berkali-kali lebih dingin.
Karena mobil yang digunakan Firman adalah milik Kalina jadi tidak ada yang mengenalinya sama sekali, alhasil Firman sempat diberhentikan oleh penjaga pada saat sampai di depan gerbang masuk ke dalam markas.
Tetapi setelah Firman menunjukan dirinya itu langsung membuat penjaga terkejut karena mereka melihat Firman yang adalah kekasih dari ketua mereka saat ini, jadi dengan mudahnya Firman masuk kedalam setelah dipersilahkan oleh penjaga tadi.
Firman memarkirkan mobilnya di depan garasi mobil pribadi yang ada di samping gedung markas, setelah itu Firman turun untuk mengecek sesuatu, setelah itu ia kembali masuk kedalam mobil dan memasukan mobilnya ke dalam garasi mobil pribadi milik Gina. Kalina yang berada disamping Firman terlihat sangat bagus pada saat melihat hamparan mobil mewah berbagai jenis terparkir di sana dan pastinya memiliki harga juga fantastis.