
Chapter 117
Firman dan keluarganya sudah sampai di kota, terlihat Tari dan Bulan sudah bangun tadi saat mereka berhenti untuk makan sebentar.
"Wah...Bagus ya di kota, bangunanya tinggi-tinggi," ucap Tari dengan mata berbinar sambil melihat gedung-gedung tinggi yang ada di sepanjang jalan.
"Iya Kak, aku udah lama gak lihat pemandangan kayak gini, biasanya selama beberapa bulan terakhir aku cuma melihat tembok saja," ucap Bulan nampak sedih saat kembali mengingat masa kelam nya tersebut.
"Sudah jangan dipikirkan, semua itu telah berlalu," ucap Tari untuk membuat Bulan tenang.
Bulan pun terlihat lebih baik dan berkurang rasa sedihnya, ia menatap keluar jendela mobil melihat jalanan kota yang ramai dengan aktifitas orang.
"Sebentar lagi kita sampai di rumah," ucap Jia Li yang membuat Tari dan Bulan terlihat sangat antusias ingin melihat rumah Firman.
............
Sedangkan saat ini dirumah Firman sedang terjadi sebuah kehebohan yang mana itu terjadi karena keributan yang dilakukan oleh dua kekasih Firman yang lain.
"Kak, gimana ini Firman lama banget pulangnya!" ujar Rina yang sudah beberapa hari ini sering marah-marah tidak jelas lantaran ditinggal Firman pergi.
"Tunggu aja dia pasti balik jika urusannya sudah selesai," balas Anggita yang memang paling dewasa diantara kekasih Firman yang lainnya.
"Mau sabar gimana lagi kak, dia pasti lagi enak-enakan sama Jia Li di sana, atau jangan-jangan Firman nyari cewek lagi buat jadi kekasihnya!" kata Ika dengan ekspresi lemas saat membayangkan Firman mencari kekasih baru.
Rina dan Anggita juga jadi kepikiran setelah mendengar ucapan dari Ika barusan, mereka jadi berpikiran yang tidak-tidak kepada Firman yang sedang dalam perjalanan pulang kembali kerumah.
Bukanya tidak mengijinkan Firman untuk menambah wanitanya, tetapi mereka takut jika nanti Firman menemukan wanita yang lebih cantik dari mereka Firman akan mencampakan mereka bertiga.
Memang pikiran wanita seperti itu, mereka padahal mengijinkan Firman mencari wanita lain tetapi mereka juga tidak ingin Firman menambah wanita lagi karena takut akan dicampakan.
"Gak akan, Firman tidak akan berani mencari wanita lain jika belum memberitahu kita," ucap Anggita yang masih mencoba berpikiran positif kepada sang kekasih.
"Ta...Tapi kalau beneran terjadi bagaimana kak?" tanya Rina dengan ekspresi sedihnya saat membayangkan Firman meninggalkannya demi wanita lain.
'Aku gak rela ditinggal dia, apalagi aku baru sekali berhubungan badan sama Firman hua...hiks...hiks...' lanjutnya dalam pikiran.
"Kita percayakan semua pada Firman. Kalian cinta kan kepada Firman? Dan kalian pasti percaya pada Firman, jadi mengapa masih meragukan cinta kalian itu, jika dia benar mencari wanita lain, maka kita harus siap menerimanya sebagai saudari kita juga nanti," jawab Anggita dengan kedewasaan yang dimilikinya.
Ika dan Rina mengangguk paham setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Anggita. Ika sebenarnya juga memiliki perasaan khawatir yang sama seperti Rina, tetapi Ika mencoba berpikir positif percaya kepada Firman.
Mereka bertiga pun kembali seperti biasa meskipun masih ada rasa khawatir di hati mereka lantaran sang kekasih tak kunjung datang. Saat sedang asyik dengan aktifitas masing-masing, tiba-tiba ada yang memencet bel rumah, dengan segera Rina mengecek siapa yang memencet bel tersebut di pintu depan.
Ting...tong...
Rina membuka pintu lalu melihat ada seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi terlihat dari fitur wajahnya, sekilas Rina memandang wanita tersebut dari bawah hingga atas.
"Sedang mencari siapa nyonya?" tanya Rina sopan.
"Apakah ini rumahnya Firman?" balas wanita itu balik bertanya.
Rina memandang curiga wanita itu lantaran bertanya tentang kekasihnya, "Mengapa nyonya bertanya tentang Firman? Iya benar memang ini rumahnya dan saya istrinya!"
"Oh jadi benar ini rumah Firman, kamu istri anakku ternyata," ucapan wanita paruh baya itu seketika membuat Rina bingung keheranan.
"Anda siapa?" tanya Rina penasaran.
"Maaf lupa memperkenalkan diri, nama saya Tari ibu dari Firman," jawab wanita paruh baya itu yang ternyata ibu Firman itu dengan tersenyum.
Rina langsung shock setelah mendengar jawaban dari ibu Firman itu, bagaimana jadinya nanti apakah ibu Firman akan memaafkannya karena bersikap kurang mengenakan kepadanya, sungguh itu membuat Rina takut.
"Ma...Maafkan aku Tante...Si...Silahkan masuk dulu ke dalam," Rina mempersilahkan masuk Tari meskipun jantungnya berdetak kencang lantaran gugup dan takut.
Tari masuk mengikuti Rina yang berjalan di depannya menuju ruang tamu yang disana juga ada kekasih Firman yang lain serta Kalina yang memang sedang menemani kakak nya di sini.
Tadi saat sampai di depan gerbang rumahnya, Firman menyuruh ibunya untuk pergi masuk terlebih dahulu sementara ia bersama dengan Bulan dan Jia Li ingin mengobrol membicarakan sesuatu terlebih dahulu.
Ibu Firman dan Rina sampai di ruang tamu, Rina langsung mempersilahkan Tari untuk duduk sementara ia pergi ke dapur membuatkan minuman untuk calon mertuanya tersebut.
"Eh... malah ditinggal. Besar sekali rumah Firman, istrinya juga sangat cantik sekali," ucap Tari tersenyum bahagia tapi segera teringat sesuatu, "Bukanya istri Firman itu Jia Li ya? Lalu siapa gadis cantik tadi? Ahk...Sudahlah nanti aku tanyakan langsung saja pada anak nakal itu!"
Rina datang sambil membawa nampan serta gelas yang berisikan minuman untuk calon ibu mertuanya, dengan perasaan yang masih gugup dan takut, Rina menyajikan minuman tersebut kepada Tari.
"Terima kasih," ucap Tari dengan senyum indahnya.
"Sa...Sama-sama," jawab Rina.
"Nak, nama kamu siapa?" tanya Tari.
"Na...Nama saya Rina Tante," jawab Rina terbata-bata.
"Sini duduk, Tante mau bertanya sama kamu."
"I...Iya Tante." Rina duduk di samping Tari.
"Umur kamu berapa Rina?" tanya Tari.
"17 Tahun Tan."
"Oh...Masih sekolah berarti?"
"Iya Tante. Sa...Saya minta maaf karena sikap saya tadi kepada Tante, saya tidak tahu jika Tante Tari adalah ibunya Firman," ucap Rina meminta maaf dengan tulus karena takut jika nanti Tari akan marah padanya dan tidak merestui hubungannya dengan Firman.
"Hahaha iya santai aja, gak papa itu wajar karena kamu tidak tahu," balas Tari santai agar tidak membuat Rina menjadi takut.
Mereka berdua terus mengobrol bersama hingga menjadi akrab, para wanita Firman yang lainnya juga memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Tari.
Sedangkan Tari sendiri bingung kenapa banyak sekali wanita yang mengaku sebagai istri dari anaknya? Padahal setahunya hanya Jia Li sebagai pasangan anaknya.
'Apalagi yang diperbuat anak nakal itu kali ini!?' batin Tari terlihat geram dengan kelakuan anaknya yang tidak berubah sedari kecil hingga sekarang.
*maaf jika author agak lambat up nya, author banyak kegiatan di Real Life dan juga kesehatan author agak menurun yang membuat author sulit untuk menulis, tapi author bakal selalu up setiap hari 2 chapter atau lebih untuk menghibur kalian semua dengan tulisan author, terima kasih semua yang selalu mendukung author.