
Chapter 126
Firman menggunakan mobilnya hendak pergi ke rumahnya dahulu untuk mengambil beberapa barang yang ketinggalan, baru setelah itu ia akan pergi kembali ke kantornya untuk melakukan meeting dengan para investor yang akan berinvestasi di kantornya.
Sesampainya dirumah, Firman langsung pergi ke kamar lalu mengambil barang-barang untuk presentasi nanti, di rumah hanya ada ibunya, Bulan, dan Ika yang memang belum mulai bekerja kembali.
Setelah berpamitan kepada mereka, Firman kembali menaiki mobilnya menuju kantor, jam sudah menunjukan pukul 08.00 yang mana tinggal setengah jam lagi meeting akan dimulai.
"Sekali-kali aku mencoba untuk bekerja juga, lagipula ini saat yang tepat untuk menegembangkan skill bisnis yang aku miliki. Skill ku memang sudah tinggi tetapi pengalaman yang aku miliki masihlah sangat rendah.
Percuma juga memiliki skill yang tinggi namun pengalaman serta pengetahuan minim," ujar Firman sambil terus mengemudikan mobilnya.
Setelah 15 menit mengemudikan mobilnya menyusuri kota, akhirnya Firman sampai di kantor miliknya yaitu perusahaan RINGGATA CORPORATION, perusahaan ini adalah pusat dari semua bisnis Firman yang lain.
Perusahaan Firman yang lain juga berpusat di sini meskipun berbeda kantor, perusahaan Firman yang besar antara lain RINGGATA CORPORATION, TEKNA CORPORATION, FEMA CORPORATION, semua perusahaan itu berpusat di satu perusahaan agar lebih mudah dalam mendata setiap hal yang ada di perusahaan.
Di setiap perusahaan juga ada pimpinan masing-masing yang menjaga serta mengelola usaha atau bisnis yang mereka lakukan dengan Firman yang menjabat sebagai pemimpin dari semua perusahaan tersebut.
Namun hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa Firman yang menjadi pimpinan atau CEO dari ketiga perusahaan besar tersebut, hanya orang-orang tingkat atas atau memiliki jabatan saja yang mengetahui hal tersebut.
Firman keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju depan kantornya untuk masuk kedalam, namun saat batu keluar dari mobilnya tiba-tiba handphone Firman berbunyi.
Ting...
Suara pesan masuk di handphone Firman berbunyi, setelah dilihat ternyata yang mengirim pesan adalah Bagas. Firman langsung membuka lalu membaca apa isi pesan yang ditulis Bagas kepadanya.
Di dalam pesan yang dikirim Bagas kepada Firman tertulis jika tugas yang diberikan Firman untuk membawa tiga orang yang ditahan oleh mafia Rich Devil telah dilaksanakan dan ketiga orang tersebut sudah ada di markas Serigala Hitam saat ini.
Firman yang mendapatkan pesan tersebut sangat tercengang dengan kerja para anak buahnya yang sangat cepat, baru kemarin ia memerintahkan untuk membawa ketiga orang itu dan Bagas juga mengatakan butuh waktu satu minggu untuk melakukan hal itu.
Ternyata hanya butuh satu hari saja tugas tersebut diselesaikan oleh Bagas dan para anak buahnya, "Hebat juga mereka bisa melakukan hal seperti itu dalam waktu satu hari," ujar Firman memuji kerja para anak buahnya.
"Semoga saja dia tidak marah jika aku mempertemukan dia dengan orang yang mungkin saja dia benci," gumam Firman seraya memandang ke arah gedung kantornya yang sangat besar nan tinggi megah.
Setelah membaca pesan dari Bagas, Firman masuk ke dalam kantornya, penjaga keamanan yang sudah mengetahui jika Firman adalah Bos mereka, dengan sopan mempersilahkan Firman masuk.
Para karyawan yang sudah sejak lama bekerja juga bertindak laku hormat kepada Firman, namun para karyawan maupun pekerja yang baru sama sekali belum mengenali Firman yang merupakan Bos tertinggi mereka.
Firman langsung menaiki lift untuk menuju lantai atas tempat meeting diadakan, setelah beberapa menit Firman pun sampai dan berjalan masuk menuju ruangan yang telah disediakan.
Yudi yang merupakan asisten dari Firman langsung menyambut kedatangan atasanya itu dengan hormat begitu pula peserta meeting yang ada di ruangan tersebut, "Selamat datang Bos, silahkan duduk Bos," ucap Yudi dengan hormat.
"Selamat datang Tuan Firman," sapa para investor yang sudah mengetahui identitas Firman sebagai pimpinan perusahaan.
"Terima kasih atas kehadiran nya Tuan dan Nyonya semua, tapi menggapa hanya setengah saja yang hadir dari yang sudah dijadwalkan hadir?" tanya Firman bingung melihat kearah Yudi yang sudah sangat gugup mendengar pertanyaan dari Bos nya.
"Sa...Saya tidak mengetahuinya Bos, sepertinya mereka terlambat hadir," jawab Yudi gugup.
"Baiklah jika seperti itu, sepertinya mereka memang tidak berniat hadir ataupun bekerja sama dengan perusahaan ku. Bang Yudi mana berkas-,berkas nya?" ujar Firman meminta berkas File yang akan diberikan kepada para investor.
Yudi memberikan berkas tersebut kepada Firman untuk dilihat, sedangkan berkas yang lain diberikan kepada para investor yang hadir di sana.
Mereka membaca berkas tersebut yang berisikan berbagai bisnis yang akan Firman lakukan untuk kedepannya dan para investor yang ingin bekerja sama bisa ikut bergabung mengembangkan bisnis tersebut dengan cara menyuntikan dana ataupun hal lainya pada proyek yang dilakukan oleh perusahaan Firman.
Sebenarnya Firman sendiri tidak memerlukan adanya investor untuk perusahaannya, akan tetapi ia tidak ingin egois dan melakukan semuanya sendiri.
Jika Firman memberikan para investor tersebut jalan untuk bekerja sama dengan perusahaannya maka perusahaan dari para investor itu juga akan mendapatkan untungnya.
Para karyawan bisa saja diberikan bonus atau juga naik jabatan serta pekerjaan lainnya, Firman sudah memikirkan hal ini sejak lama, ia pasti akan membantu orang lain dengan apapun caranya.
Jam sudah menunjukan pukul 09.00 dan meeting masih terus berjalan dengan agenda presentasi yang dilakukan oleh Firman langsung ditemani oleh Yudi sebagai operator presentasi yang dilakukan oleh Firman.
Saat tengah melakukan presentasi, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan empat orang, dua pria dan dua wanita yang tanpa sopan santun masuk begitu saja kedalam ruangan meeting.
"Siapa kalian!?" tanya Yudi yang kesal karena mereka langsung masuk begitu saja kedalam ruangan saat Firman sedang melakukan presentasi.
"Kami diundang kemari untuk melakukan meeting, kau siapa bertanya padaku dengan nada tidak sopan seperti itu hah!?" balas seorang pria menggunakan busana mewah yang terlihat sangat mencolok dengan nada sombongnya.
Yudi hendak membalas pria tersebut karena terpancing emosinya, tetapi Firman menghentikan aksi Yudi tersebut lalu memerintahkannya untuk diam saja biar Firman yang mengurusnya.
"Maaf Tuan, meeting sudah dijadwalkan jam 08.00 atau setengah jam lalu, sedangkan anda-anda semua datang terlambat jadi mohon maaf tidak diperkenankan untuk mengikuti meeting hari ini, nanti saya akan jadwalkan ulang untuk mengadakan meeting selanjutnya," ucap Firman dengan nada sopan yang membuat Yudi serta peserta meeting yang mengetahui bagaimana sifat kejam Firman heran sekaligus bingung.
Namun Firman yang sudah bersikap sopan tidak ditanggapi baik oleh para orang tersebut, mereka justru membalasnya dengan kata-kata yang kurang enak didengarkan, "Kau siapa hah!? Pekerja bawahan sepertimu lebih baik diam saja jangan ikut campur urusan Bos!"
Firman yang mendengar jawaban dari salah satu pria tersebut menjadi berubah ekspresinya yang tadinya ramah meskipun wajahnya datar, sekarang berubah menjadi sangat dingin tanpa ekspresi sama sekali hingga atmosfer di dalam ruangan tersebut berubah menjadi sangat mencekam.
'Habislah sudah!' batin Yudi dan orang-orang yang mengetahui siapa Firman sebenarnya.