
Chapter 150
Kembali kepada Firman dan si gadis misterius yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke dalam markas Serigala Hitam yang memiliki tingkat penjagaan yang sangat ketat.
Penjagaan di markas Serigala Hitam sangatlah ketat sekali, di bagian luar saja ada ratusan anggota yang berjaga, baik itu memang petugas penjaga yang setiap harinya menjaga markas, maupun anggota Serigala Hitam dan Black Dragon yang sedang latihan di luar sekitaran markas.
Di bagian dalam ada ribuan anggota yang melakukan aktivitas masing-masing sesuai pekerjaan yang mereka lakukan, sangat sulit bahkan bisa dikatakan sangat mustahil bagi orang untuk bisa masuk ke dalam markas ini tanpa ketahuan sama sekali oleh penjaga markas atau anggota Firman.
Namun gadis yang ada di depan Firman yang sedang memeluknya itu bisa dengan mudah masuk ke dalam markas tanpa ada yang menyadarinya sama sekali, Firman sendiri terlihat seperti biasa saja saat mendapati ada orang yang bisa menyusup ke markasnya dengan mudah, entah apa yang ada dipikirannya hingga bisa sesantai itu.
"Kamu tahu aku siapa?" tanya gadis itu bingung.
Firman tersenyum lalu menjawab, "Bagaimana aku bisa lupa, kau kan Gina si gadis culun, pintar, lugu, dan baik yang ternyata memiliki wajah yang sangat cantik."
Ya betul sekali, gadis misterius tersebut adalah Gina yang entah bagaimana caranya bisa berada di negara ini padahal kemarin dia berada di negara lain sedang mempersiapkan penyerangan untuk perang antar mafia yang akan dilakukan oleh pasukannya sebentar lagi.
Gina sendiri juga sangat terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Firman barusan, ia sudah menjaga dengan sangat baik identitasnya agar tidak sampai bocor ke siapapun untuk menjaga keselamatan nya sekaligus menghindari kejaran para musuh-musuh nya.
Namun semua itu seperti tidak ada artinya bagi Firman, dengan mudahnya ia bisa mendapatkan informasi tentang Gina meskipun sedikit memerlukan usaha ekstra lantaran ada beberapa informasi yang lumayan sulit untuk dicari.
"Bagaimana kamu bisa tahu? La... Lalu apa kamu sudah mengetahui identitas asli milik ku?" tanya Gina dengan wajah ketakutan memandang Firman yang tersenyum ke arahnya.
"Iya aku sudah mengetahui semuanya," jawab Firman seraya mengangkat tangan kanan nya lalu mengelus kepala Gina perlahan dengan lembut.
Lalu Firman menjelaskan bagaimana caranya ia untuk mencari tentang identitas Gina, Firman penasaran dengan Gina pada saat setelah menelpon pada malam hari beberapa waktu lalu.
Firman merasa jika Gina berkata bohong pada saat itu dengan mengatakan alasan pergi bersama tantenya, padahal Firman tau hika Gina itu tidak memiliki keluarga sama sekali, hanya hidup sendiri saja.
Meskipun Firman juga penasaran apakah masih ada keluarga Gina yang memperdulikannya atau sekedar tahu keadaan Gina. Setelah menelpon waktu itu, Firman mencari tahu segala tentang Gina di waktu senggangnya saat menjalankan tugas, dengan mengandalkan skill IT miliknya Firman bisa mendapat banyak informasi tentang Gina.
Mengorek informasi dari berbagai sumber hingga meretas beberapa data dari orang terdekat Gina yang dicari tahu oleh Firman hingga mendapatkan banyak sekali informasi data-data pribadi sampai pekerjaan Gina.
"Aku tidak menyangka ternyata anak gadis culun yang pendiam ini ternyata adalah seorang ketua mafia wanita paling disegani di Eropa yang memiliki julukan Queen Ross," ucap Firman selesai menjelaskan.
Gina mukanya sudah sangat memerah menahan malu lantaran identitasnya ketahuan oleh Firman, bahkan sampai detail kecil tentang dirinya juga telah diketahui Firman hingga membuat Gina tak tau harus berbuat apa saat ini.
Rasa takut yang amat dalam menghampiri Gina secara tiba-tiba, takut karena Firman sudah mengetahui identitasnya, Gina takut nantinya Firman akan menjauhinya karena telah mengetahui identitas tentang dirinya dan juga berbagai informasi tentang dirinya.
"Apa kamu ingin menjauhiku setelah tau semua itu?" tanya Gina dengan mata yang terlihat akan mengeluarkan air mata kesedihan.
"Tidak akan, sebagai teman yang baik aku tidak akan menjauhimu siapapun dirimu," jawab Firman tenang.
Hal yang membuat Gina cemberut kesal karena ucapan Firman yang mengatakan jika mereka merupakan teman, padahal didalam hati Gina selalu berharap menjadi sebagai kekasih Firman karena sudah mencintainya sejak lama.
Namun bukan Gina namanya jika tidak memiliki rencana, dengan senyum di wajahnya yang terlihat menawan, Gina mulai menjalankan aksinya dengan pertama-tama memeluk erat Firman kembali menenggelamkan kepalanya di dada bidang Firman.
Firman yang merasakan pelukan hangat dari Gina sebenarnya ingin melupakannya, tetapi karena pelukan tersebut sangat erat dan kekuatan yang dimiliki Gina sangat kuat membuat Firman hanya pasrah saja terus dipeluk oleh Gina.
Setelah memeluk Firman selama beberapa menit, Gina melepas pelukannya lalu menatap wajah tampan Firman yang banyak membuat para wanita jadi gila cinta hanya dengan melihatnya saja, termasuk Gina.
Chup...
Tanpa aba-aba, dengan cepat Gina mencium bibir merah mempesona milik Firman dengan rakus menyesap rasa manis di setiap sisi bibir Forman dengan sedotan lembut bibir Firman bertemu bibirnya.
Firman sangat terkejut dengan tindakan Gina yang semakin agresif, tapi lama-kelamaan Firman juga merasakan nikmat yang membuatnya membalas ciuman yang dilakukan Gina kepadanya hingga terjadilah pergulatan lidah diantara mereka berdua.
Langit malam itu menjadi saksi dua orang anak muda yang sedang memadu kasih dengan berciuman bibir satu sama lain, Gina menyesap bagian dalam bibir Firman dengan sangat rakus karena merasakan manis yang membuatnya kecanduan dengan bibir Firman.
Setelah berciuman beberapa menit, Firman melepas ciuman mereka lalu menatap wajah Gina serius seakan meminta penjelasan tentang apa yang baru saja dia lakukan dengan tindakan se agresif itu.
"Sayang ~ aku sudah sangat lama menunggu waktu ini untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini aku pendam kepadamu...
Aku telah lama menyukaimu, bahkan bisa dikatakan aku sangat mencintaimu, aku menyukaimu pada saat awal masuk sekolah dulu, aku selalu mencari tau tentang dirimu hingga aku menemukan sebuah fakta yang semakin membuatku lebih cinta kepadamu, yaitu fakta bahwa kamu merupakan orang yang telah menolongku dulu pada saat kita kecil...
Hal itu semakin membuat semangatku untuk mengungkapkan perasaan padamu semakin besar, tapi aku bingung karena banyak sekali informasi tentang dirimu yang ditutupi dan sangat sulit untuk didapatkan," ujar Gina menjelaskan semuanya.
Firman yang mendengar penjelasan dari Gina barusan menjadi paham kenapa selama ini ia merasa ada yang seperti mengawasinya, jadi itu Gina yang terus mencari tahu tentang Firman sejak pertama Gina melihat Firman saat di sekolah.
Tapu yang membuat Firman bingung sekaligus penasaran adalah tentang ia yang dikatakan sebagai penolong oleh Gina, seingatnya tidak pernah menolong gadis kecil sama sekali, atau mungkin Firman lupa karena kejadian itu lumayan lama bertahun-tahun lalu.
"Pertolongan apa yang kamu Maksud? Aku tidak mengerti," kata Firman penasaran.
Gina melihat wajah Firman kembali dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya seakan menghipnotis setiap makhluk yang melihatnya, senyuman manis Gina sangatlah menawan, dengan fitur wajah khas orang Eropa dengan campuran Asia Tenggara sedikit yang membuat perpaduan sangat pas hingga menghasilkan kecantikan seorang gadis yang sangat diidam-idamkan pria.
"Kamu lupa ternyata hahaha... baiklah aku akan menceritakan nya kembali dari awal," balas Gina.
Mereka berdua lalu duduk di kursi yang ada di balkon kamar Firman tersebut, karena kursinya hanya ada satu buah, alhasil Gina duduk di pangkuan Firman sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Firman merasakan kehangatan dari tubuh pemuda tampan tersebut.
Perasaan senang dan bahagia menjadi satu dalam diri Gina pada saat ini, dirinya merasa sangat senang akhirnya dapat mengungkapkan perasaan yang selama ini selalu ia pendam didalam hati kecilnya, Gina juga merasa bahagia karena Firman tidak menolaknya walaupun Firman sendiri belum menjawab apakah akan menerima perasaan yang diberikan oleh Gina kepadanya atau malah menolaknya.