System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 203 Gina Menghilang


Chapter 203


Keesokan harinya, di sebuah tempat yang berapa pada pinggiran hutan yang ditutupi oleh banyak tumpukan salju tebal karena semalaman diterjang badai hujan salju sampai diseluruh mata memandang hanya terlihat hamparan salju yang sangat luas.


Badai salju semalaman menerjang wilayah tersebut sehingga membuat tidak ada aktivitas sama sekali, untung saja saat pagi-pagi sekali tadi, badai salju sudah mulai reda dan saat ini sudah tidak ada lagi badai salju, hanya ada sedikit hujan salju kecil yang terlihat sangat indah seperti yang ada pada cerita negeri dongeng putri es.


Di sebuah tenda yang berukuran sedang dengan posisi berada pada pinggiran hutan disamping sebuah batu besar yang melindungi tenda tersebut dari terjangan hujan badai salju yang terjadi semalaman tanpa henti.


Firman terlihat baru saja membuka matanya karena merasakan dingin pada area sekitar kakinya, setelah membuka matanya Firman lalu mengecek kesamping untuk mencari keberadaan Gina.


Tangan Firman mencari-cari Gina yang semalam tidur di pelukannya dengan sangat nyenyak sekali padahal cuaca terasa sangat dingin. Setelah meraba-raba untuk mencari keberadaan Gina, ternyata hasilnya nihil.


Firman tidak menemukan keberadaan Gina di sampingnya, dengan segera mata Firman langsung melihat ke arah samping untuk memastikan apakah Gina benar-benar tidak ada, dan benar saja hasilnya tetap sama, Gina tidak ada ditempatnya tidur semalam.


"Gina ...! Hey kamu ada dimana?!" ucap Firman memanggil nama Gina dengan nada penuh kekhawatiran.


Dengan cepat Firman langsung bangun dari tidurnya lalu berdiri untuk berjalan keluar tenda guna mencari keberadaan Gina ada dimana, Firman merasa sangat khawatir dengan keadaan Gina saat ini yang tidak ada disekitaran tenda.


Kemungkinan Gina sudah bangun sebelum Firman, tapi hal itu yang semakin membuat Firman khawatir dengan keadaan Gina. Di tengah cuaca dingin seperti ini Gina keluar entah pergi kemana.


"Gina kau ada dimana!" panggil Firman dengan sedikit berteriak mencari keberadaan Gina keluar dari dalam tendanya.


Firman keluar dari tenda dengan keadaan hanya memakai pakaian biasa saja, bahkan Firman memakai atasan hanya dengan sebuah kaos lengan pendek yang tipis membuat tubuhnya pasti merasa sangat kedinginan karena berada di tempat dengan suhu yang sangat dingin ini.


Dengan berjalan kaki perlahan memanggil-manggil nama Gina berharap dia mendengar teriakannya, Firman menyusuri jalan walaupun tubuhnya merasakan dingin yang sangat amat terasa hingga membuat tubuh Firman terlihat menggigil hebat.


'Aku menyesal semalam tidak memakai pakaian yang tebal,' batin Firman menyesali keputusannya sendiri.


Memang Firman semalam hanya berganti pakaian menggunakan baju santai yang tipis, semebtara Gina menggunakan pakaian tebal yang menutupi seluruh bagian tubuhnya dari mulai kaki sampai kepala, bahkan baju yang dikenakan oleh Gina juga berlapis-lapis banyaknya yang membuat Gina pasti merasakan hangat walaupun cuaca sangat dingin.


Firman memilih menggunakan pakaian santai untuk tidurnya semalam karena merasa aman jika tidur menggunakan pakaian tersebut, lagipula tenda yang digunakan oleh Firman merupakan tenda yang bisa mengeluarkan energi panas untuk membuat penghuninya merasa hangat pada saat diterpa cuaca dingin seperti sekarang.


Dengan berjalan perlahan-lahan Firman menyusuri jalanan bersalju untuk mencari keberadaan Gina yang entah pergi kemana, rasa khawatir yang ada pada diri Firman itu sangat wajar karena bagaimanapun Gina itu adalah wanitanya yang dicintai oleh Firman.


Bagaimana mungkin ada lelaki yang tega membiarkan wanitanya pergi entah kemana sendirian dalam keadaan suhu ekstrim yang bisa membuat orang celaka, sekejam-kejamnya Firman yang sangat cuek pada hal apapun, namun bila sudah berurusan dengan keluarga serta orang terdekatnya maka Firman akan merasa sangat khawatir.


Firman berjalan menuju arah mobil yang digunakan olehnya dengan Gina selama perjalanan untuk menghadiri acara pelelangan kemarin. Setelah berjalan sebentar akhirnya Firman sampai di tepi jalan raya dekat mobilnya terparkir.


Namun mata Firman seperti melihat sesuatu pada saat hendak berjalan menuju arah mobil yang sudah tidak terlihat lagi lantaran sudah tertutupi gundukan salju yang sangat tebal, mata Firman melihat ada benda mirip kain yang berada tidak jauh dengan tempatnya berdiri sekarang ini.


Setelah itu Firman mendekati kain tersebut untuk melihat bentuk dari kain tersebut yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi darimana asal kain tersebut, Firman berjalan mendekat lalu setelah berada tepat di depan kain itu Firman langsung mengambilnya.


Deg ...


Jantung Firman berhenti berdetak untuk beberapa detik dengan pandangan mata yang tidak lepas dari kain yang sepertinya adalah potongan dari baju seseorang. Tangannya masih memegang potongan kain tersebut untuk melihatnya dengan teliti sebelum Firman memastikan apakah yang ada dipikirannya saat ini benar atau salah.


"Gina ..." Firman menatap potongan kain tersebut dengan sangat terkejut sekaligus penasaran.


Ternyata potongan kain tersebut adalah milik Gina, yaitu potongan baju Gina yang semalam dipakai pada saat tidur dengan Firman di dalam tenda, Firman bisa sangat yakin jika itu merupakan potongan baju Gina karena dirinyalah yang memilihkan baju tersebut untuk dipakai oleh Gina kemarin.


"Dimana dia saat ini?! Aku mohon jangan sampai ada sesuatu yang buruk terjadi padanya," ucap Firman berharap Gina tidak dalam keadaan bahaya apalagi kalau sampai mengancam nyawanya.


"Aku harus segera mencari keberadaannya sebelum terjadi sesuatu yang buruk!"


Firman kembali mencari keberadaan Gina sambil membawa potongan kain yang tadi ditemukanya tidak jauh dari tempat mobil mereka terparkir, setelah berjalan sebentar akhirnya Firman sampai pada mobilnya yang tertutupi oleh salju tebal.


Menggunakan tangannya Firman membersihkan tumpukan salju tersebut sampai terlihat bagian pintu mobilnya, lalu setelah itu Firman membuka pintu mobil untuk mengambil beberapa peralatan seperti tas milik Firman yang berisikan senjata dan beberapa alat-alat yang mungkin saja berguna nantinya, juga Firman mengambil jaket untuk digunakan supaya tidak kedinginan berjalan mencari keberadaan Gina ditengah suhu yang sangat dingin ini.


Setelah mengambil beberapa barang-barangnya dan memakai pakaian yang tebal untuk membuat tubuhnya supaya tidak terlalu kedinginan saat mencari Gina. Firman kembali berjalan menyusuri jalan untuk mencari keberadaan Gina.


Kembali lagi pada tempat awal menemukan potongan kain yang merupakan pakaian Gina tadi, Firman menyusuri sekitar tempat tersebut untuk mencari jejak keberadaan Gina yang mungkin saja ada sedikit jejak disana.


Karena Firman sangat yakin jika Gina belum lama hilangnya, mungkin baru beberapa menit lalu sebelum Firman terbangun, dengan sangat teliti dan berhati-hati mata Firman mencari jejak dimana hilangnya Gina untuk nantinya digunakan sebagai jalan bagi Firman menemukan keberadaan Gina yang entah ada dimana saat ini.


"Seharusnya aku tidak terlalu lelap tidurnya tadi malam, ahk ... kenapa hal seperti ini selalu terjadi disaat aku sedang memiliki banyak masalah yang belum selesai, selalu saja ada kejadian.


Apa jangan-jangan hal ini berhubungan dengan masalah semalam? Pasti ... pasti ini ada hubungannya dengan hal itu," ujar Firman mencoba mencari petunjuk keberadaan Gina dan siapa yang kemungkinan besar berhubungan dengan hilangnya Gina ini.


Setelah melihat dengan seksama tempat ditemukanya potongan kain yang berasal dari baju yang dikenakan oleh Gina semalam, Firman beluk berhasil menemukan apapun karena semuanya tertutupi dengan salju.


Kemungkinan besar jejak yang tersisa sebelum hilangnya Gina juga telah tertutupi oleh salju sehingga membuat Firman tidak dapat menemukan jejaknya sedikitpun, tetapi Firman tidak akan menyerah untuk mencari keberadaan Gina demi membawanya dengan aman sampai rumah.


"Sepertinya masa masuk sekolah pertamaku akan terlambat," monolog Firman melihat jam tangan digital di tangannya yang sangat jelas tertera di sana bahwasanya hari ini merupakan tanggal masuk bagi siswa baru.


Tapi karena Firman memiliki masalah lain yang lebih besar yaitu mencari keberadaan Gina, akhirnya ia harus merelakan untuk terlambat pada saat masuk sekolah di hari pertamanya. Mungkin Firman saat masuk besok akan langsung diberikan hukuman oleh sekolah barunya karena tidak masuk pada hari pertama masuk sekolah.