System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 106 Cerita Bulan


Chapter 106


Firman kembali ketempat dimana Jia Li dan Bulan berada setelah selesai berkeliling pabrik mencari sesuatu yang mungkin penting baginya.


Sesampainya di tempat Jia Li dan Bulan berada, terlihat di sana Bulan yang sudah bisa mulai tenang dan tidak setakut tadi pada saat pertama kali berbicara.


Firman berjalan menghampiri Jia Li untuk menanyakan keadaan Bulan sekaligus bertanya tentang cerita bagaimana Bulan bisa ada di sini.


"Bagaimana, apakah dia sudah lebih baik?" tanya Firman kepada Jia Li.


"Sepertinya sudah, tapi kita jangan memaksakan dia terlebih dahulu karena kondisi trauma yang dialaminya cukup berat hingga membuat dirinya menjadi ketakutan seperti ini, kita bisa perlahan lahan bertanya kepadanya," jelas Jia Li mengenai kondisi Bulan saat ini.


"Begitu ya, lalu bagaimana tentang dirinya yang bisa ada di tempat ini, apakah kamu sudah bertanya padanya?" tanya Firman yang penasaran bagaimana Bulan bisa ada di pabrik ini.


"Belum, aku tidak tega mau bertanya padanya dengan kondisi seperti sekarang," jawab Jia Li yang merasa kasihan pada Bulan melihat kondisi dirinya saat ini yang sangat menyedihkan.


"Tapi jika kita tidak cepat-cepat mengetahui dari mana asal dia kita juga tidak bisa tahu harus membawanya kemana," ucap Firman yang disetujui oleh Jia Li.


Jika mereka tidak tahu darimana asal Bulan, mereka juga tidak tahu harus membawa Bulan kemana, di sisi lain cerita Bulan juga mungkin bisa menambah bukti yang bisa digunakan oleh Firman untuk mengungkap siapa dalang dibalik kejamnya pabrik tersebut.


Firman pun berjalan menghampiri Bulan yang sedang minum air putih dengan rakusnya, mungkin saat disekap dia jarang diberi makan ataupun minum.


"Apakah kau sudah baikan sekarang?" tanya Firman sambil duduk di depan Bulan.


"Su...Sudah," jawab Bulan masih merasa takut dihadapkan dengan laki-laki.


'Mungkin dia memiliki trauma kepada pria sampai ketakutan seperti itu saat melihatku,' batin Firman berasumsi sendiri.


Firman mengambil sebuah roti dari saku bajunya lalu membukanya dan diberikan kepada Bulan setelah roti tersebut dibuka.


Bulan Terlihat masih takut dan ragu saat ingin mengambil roti pemberian dari Firman, tapi setelah mendengar perkataan dari Jia Li akhirnya Bulan mengambil roti tersebut dari tangan Firman dan memakannya "Jangan takut kepadanya, dia orangnya baik tapi memang penampilanya saja yang jahat."


"Sejak kapan aku berpenampilan jahat?" tanya Firman dengan polosnya.


"Aish kau ini, aku hanya bercanda sayang jangan marah ya," jawab Jia Li tersenyum lucu mendengar pertanyaan polos kekasihnya tersebut.


Bulan yang melihat interaksi Firman dan Jia Li menjadi teringat akan masa lalunya yang juga sama seperti mereka, romantis kepada kekasih satu sama lain, tapi karena keserakahan yang ada di hati membuat semuanya hancur.


Tanpa sadar air mata keluar dari mata Bulan yang membuat Firman dan Jia Li yang melihatnya menjadi bingung apa yang telah terjadi hingga Bulan tiba tiba menangis seperti itu.


"Kau kenapa menangis?" tanya Firman bingung.


"Hiks.....Maaf, aku hanya teringat masa laluku bersama suami dan anak ku saja," jawab Bulan dengan air mata yang semakin deras keluar dari pelupuk matanya.


"Memangnya ada apa dengan masa lalumu itu?" sekarang giliran Jia Li yang bertanya karena penasaran saat mendengar masa lalu dari Bulan.


"Jadi begini....." Bulan mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


Bulan mulai menceritakan masa lalunya yang sangat kelam tanpa ada yang disembunyikan sama sekali, entah kenapa ia sangat yakin jika Firman dan Jia Li merupakan orang baik yang akan menyelamatkan hidupnya dari rasa penyesalan akibat masa lalu.


Flashback......


Semua bermula pada saat pertengkaran yang terjadi antara Bulan dengan suaminya yang terjadi karena perusahaan suaminya ternyata bangkrut hingga membuat hutang bertumpuk yang sangat banyak.


"Aku ingin kita bercerai sekarang juga!!" ucap Bulan dengan emosi yang tinggi.


"Apa katamu!! Dasar wanita l@cur sialan!! Saat aku bangkrut dengan enaknya kau bilang bercerai!!" balas suaminya tak kalah emosi hingga mengeluarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada Bulan.


"Memang benar kan, kau sudah bangkrut sekarang dan tidak bisa memenuhi kebutuhan ku," ucap Bulan merendahkan sang suami.


Yang membuatku harus menyelundupkan uang perusahaan untuk memenuhi keinginan mu itu kau tahu!!" jawab suaminya dengan amarah yang semakin meninggi.


"Itu bukan urusanku, kau berani menikahiku jadi kamu juga harus bisa memberikan apa yang aku inginkan," balas Bulan dengan entengnya tanpa merasa bersalah sama sekali.


Plak.....


Tamparan mulus mendarat di wajah Bulan yang membuat bibirnya mengeluarkan darah akibat tamparan itu, Bulan memegangi wajahnya bekas tamparan sang suami lalu memandang suaminya dengan perasaan marah.


"Apa yang kau lakukan!!?" ucapnya dengan nada kesal karena ditampar tiba-tiba.


"Itu pantas kau terima dasar j4lang murahan, kau pikir aku tidak mengetahui perselingkuhan yang kau lakukan dengan rekan kerjamu itu hah!!" ucapan sang suami yang seketika membuat Bulan kaget, bagaimana suaminya itu bisa tau perselingkuhan yang selama ini dijaga dengan baik oleh Bulan.


"Baguslah jika kau sudah mengetahuinya, jadi mulai sekarang kita berpisah, selamat tinggal," ucap Bulan berlalu pergi dari rumah tersebut sambil membawa tas berisikan baju-baju miliknya.


Suami Bulan sangat frustasi karena masalah yang dihadapinya sangat banyak sekali, istrinya pergi meninggalkan dia dengan lelaki lain dan juga perusahaan yang sudah bangkrut ditambah hutangnya yang sangat banyak belum dilunasi.


"Ahk….. semua ini gara-gara wanita j4lang itu, aku harus bagaimana sekarang untuk melunasi hutangku pada mereka," ucap suami Bulan frustasi.


Dia lalu pergi keluar entah kemana setelah mendapatkan telepon dari seseorang barusan.


Yang tidak disadari Bulan dan suaminya, pada saat mereka sedang bertengkar tadi anak mereka yang sudah beranjak dewasa mendengar semua obrolan pertengkaran ayah dan ibunya yang membuat anak gadis tersebut menjadi sangat sedih.


"Hiks....Hiks....Tidak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini, semuanya hancur sudah Hiks....." gadis itu menangis di sudut kamarnya sambil merenungi apa yang terjadi pada keluarganya saat ini.


.............


Bulan bersama kekasih barunya pergi bersenang senang di sebuah hotel yang ada di kota, mereka berdua menikmati malam yang panas bersama sama tanpa memperdulikan masalah yang masih terus bergulir.


"Sayang, aku telah berpisah dengan suamiku, jadi kita bisa bermain sepuasnya sekarang," ucap Bulan selesai bermain panas dengan kekasih barunya tersebut.


"Hahaha dasar wanita l@cur, mudah sekali untuk memanfaatkanmu," balas kekasih Bulan tertawa senang karena Bulan telah masuk kedalam perangkap yang telah dibuat olehnya untuk menipu Bulan.


"Apa maksud kamu sayang?" tanya Bulan yang mulai panik takut terjadi sesuatu yang buruk padanya.


Tiba-tiba pintu kamar hotel terbuka dan menampilkan beberapa pria yang berpenampilan layaknya gangster menakutkan.


"Siapa kalian!?" tanya Bulan sambil menutup tubuhnya dengan selimut karena tidak mengenakan pakaian sama sekali.


"Hahaha apakah ini wanita yang kau janjikan pada kami?" ucap salah satu pria yang sepertinya pemimpin mereka.


'Apa maksud pria itu?' batin Bulan merasa takut.


"Benar bos, jadi mulai sekarang hutangku lunas kan," jawab kekasih Bulan yang telah memanfaatkan Bulan yang dijadikan sebagai alat untuk membayar hutangnya kepada pria itu.


"Baiklah hutangmu lunas, tapi ingat untuk membawakan aku wanita lain nanti sebagai bunga untuk hutangmu itu," balas pria ketua geng tersebut yang ternyata adalah Wirjo.


Bulan lalu dibawa oleh anak buah Wirjo pergi dari sana, dalam perjalanan Bulan terus memberontak ingin dibebaskan tapi karena tenaga wanita itu sama sekali bukan tandingan para anak buah Wirjo yang langsung mengikat lalu membungkam mulut Bulan menggunakan kain.


'Hiks....Hiks....Aku menyesal telah salah memilih orang,' batin Bulan menangisi nasib buruk yang menimpa dirinya.


Sekarang Bulan menjadi mainan bagi Wirjo yang digunakan untuk memuaskannya saja, setiap hari Bulan hanya disuruh melayani Wirjo, jika tidak mau maka tidak akan ada makanan untuk hari itu.


Setelah Wirjo puas bermain dengan Bulan hingga membuat Bulan merasa sangat trauma karena Wirjo bermain dengan sangat kasar bahkan tidak ragu untuk memukul maupun menyulut kulitnya menggunakan r0kok hingga membekas luka, Wirjo memberikan Bulan kepada para anak buahnya untuk digunakan bersama sama.


Begitulah perjalanan Bulan hingga sampai di tempat ini karena ditipu oleh kekasihnya sendiri, sampai-sampai tega meninggalkan keluarganya.


Flashback Off...