System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 48


Chapter 48


Firman berganti pakaian menggunakan seragam sekolah bersiap akan pergi sekolah meskipun telah membuat kekacauan kemarin.


"Eugh....Kamu mau kemana?" Tanya Ika yang terbangun dan melihat Firman sudah rapi dengan seragam nya.


"Sekolah, memangnya kau tidak sekolah juga?" Ucap Firman bertanya balik.


"Iya aku lupa, tapi aku ngak bawa baju buat ngajar, hari ini kan aku ada jadwal ngajar." Jawab Ika.


Tiba tiba Firman memberikan satu stel pakaian wanita kepada Ika, yaitu kemeja warna putih, blazer hitam, rok hitam setinggi lutut, lalu sepatu juga ada.


"Eh..Darimana kamu dapat ini?" Tanya Ika curiga memelototi Firman.


"Gak usah pikir aneh aneh, tadi waktu kamu tidur aku yang beli di toko depan." Jawab Firman mengetuk kepala Ika gemas.


Aduh....


Ika memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat ketukan dari Firman yang lumayan sakit.


"Ihh sama pacarnya kasar banget sih!!" Ucap Ika cemberut terlihat sangat imut.


Ika mencoba untuk berdiri namun ternyata bagian bawahnya masih terasa sakit karena pergulatan semalam dengan Firman.


"Kenapa? " Tanya Firman saat melihat Ika melihat dirinya dengan mata berkaca kaca.


"Sakit....." Jawab Ika menunjuk bagian bawahnya.


"Huh....Maaf ya, yaudah sini aku bantu bersihin." Firman mengendong Ika ke kasur agar bisa duduk lebih nyaman.


Lalu Firman mengambil air hangat sisa membuat minuman tadi dan mencampurnya dengan sedikit air dingin agar tidak terlalu panas airnya jika mengenai kulit.


Firman kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh Ika dan menampilkan tubuh putih dengan lekuk bak model papan atas apalagi ditambah ukuran gunung yang besar.


Ika yang melihat Firman menatap tubuhnya langsung menutupi beberapa bagian menggunakan tangan nya.


"Ngapain ditutup, aku sudah melihat bahkan merasakan semua nya juga kan." Ucap Firman menggoda Ika.


Ika langsung memerah wajahnya karena digoda Firman, lalu perlahan Ika membuka tanganya yang menutupi bagian tubuhnya.


Firman pun mulai membersihkan tubuh Ika menggunakan air hangat yang digosok dengan kain bersih ke kulit Ika agar bersih.


Dengan senang hati Ika menerima perlakuan spesial dari Firman, rasa senang di hatinya semakin bertambah saat mendapat perlakuan yang begitu manis dari Firman.


Ika tersenyum sembari melihat Firman, ia tidak menyangka di balik sosok cuek Firman, ada sifat baik hati dan perhatian pada orang yang disayang nya.


Auu....Shh.....


Tiba tiba Ika merasakan sakit dibagian bawahnya, ternyata Firman membersihkan sisa sisa cairan dan juga darah kering yang ada di sela sela kaki Ika.


"Pelan pelan ihh!! Sakit tau!!" Ucap Ika kesal karena tidak diberitahu Firman.


"Iya." Jawab singkat Firman.


Setelah membantu membersihkan badan Ika, Firman juga membantu memakaikan baju untuk Ika karena itulah yang diminta wanita tersebut.


Firman sebenarnya malas untuk melakukan hal ini, tapi karena memang sudah tanggung jawabnya setelah merenggut kesucian Ika alhasil Firman hanya bisa melakukan nya.


Akhirnya mereka berdua telah selesai bersiap siap menuju sekolah.


Firman mengajak Ika berjalan ke sekolah menggunakan angkutan umum meskipun di jalan banyak sekali orang yang menatap mereka berdua.


Ika yang cantik dan Firman yang tampan selalu saja menarik perhatian orang untuk sekedar menatap mereka.


Mereka berdua pun naik ke angkutan umum yang di sana nampak banyak anak anak sekolah juga yang ingin berangkat ke sekolah.


Saat Ika dan Firman naik ke atas angkutan umum, para anak anak itu selalu saja menatap Ika yang duduk di depan mereka.


"Halo mbak, mau kerja ya? " Tanya salah satu remaja kepada Ika.


Ika hanya menanggapinya dengan mengangguk tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


"Mbak cantik jawab dong, jangan diem aja." Ucap remaja yang lain menimpali.


"Atau mbak malu malu ya sama kita yang tampan ini hehehe." Ucap temannya menambahkan.


Ika langsung menatap mereka dengan pandangan jijik mendengar ucapan tersebut.


'Menjijikan.' Batin Ika.


Firman hanya diam saja selagi mereka tidak bertindak berlebihan kepada Ika.


Namun beberapa waktu kemudian nampak salah satu dari para remaja itu tanganya bergerak maju untuk menyentuh bagian belakang Ika yang ada di sampingnya.


Ika yang merasa ada yang ingin berniat tidak senonoh padanya pun langsung bertindak dengan menepis tangan remaja itu menjauh.


"Hey kasar amat sih mbak." Ucap remaja tersebut.


"Wahh gw suka nih yang kasar kasar kayak gini, ayolah gas aja." Balas teman nya tersenyum mesum melihat ke arah Ika.


"Pak sopir lu diem aja kalo kagak mau dapet masalah." Ucap remaja yang ada di samping kursi pengemudi menodongkan sebilah benda tajam berukuran sedang.


Lalu remaja yang duduk dibelakang mulai menjalankan aksinya untuk mempermainkan Ika bersama sama.


Tetapi naas bagi mereka yang harus berurusan dengan Firman yang dari tadi sudah diam tapi terpaksa harus bertindak karena ada yang ingin melecehkan kekasihnya.


Bruak.....


Firman memukul salah satu remaja hingga membentur bagian atas mobil angkutan umum dengan sangat keras membuatnya pingsan seketika.


Teman temannya bengong seketika melihat kejadian barusan, lalu satu orang langsung mengeluarkan senjata tajam dari tas nya dan mencoba menyakiti Firman.


Tebasan senjata tajam itu berhasil di tangkis Firman dengan tanganya memegang gagang senjata tajam yang dipegang remaja yang menyerangnya.


Akh.....


Tangan remaja itu langsung dipelintir Firman hingga ia berteriak kesakitan Firman tanpa ampun terus memelintir tanganya.


"Ampun......Ampun......Ampun bang…." Suara remaja itu kesakitan mencoba meminta ampun kepada Firman.


Firman melepaskan remaja tersebut dan langsung dibantu teman temanya.


Mereka semua yang ada di dalam angkutan itu terdiam tidak ada lagi yang berani menyerang Firman.


Ika langsung memeluk lengan Firman erat dan merasa lega kekasihnya itu melindungi dirinya.


"Ma....Maaf bang....." Ucap remaja yang menyerang Firman.


"Hmm." Jawab Firman singkat.


Lalu di sana tidak ada lagi keributan karena takut membuat Firman marah maka habislah sudah mereka.


Menggunakan senjata saja kalah apalagi hanya dengan tangan kosong, mungkin sudah jadi babak belur mereka jika berani menyerang Firman.


Perjalanan pun kembali dengan tenang sampai akhirnya di sekolah. Sopir angkutan tidak menerima uang yang diberikan Firman karena merasa berterima kasih telah membuat para anak remaja nakal tadi merasakan kapok.


Tapi saat sampai di sekolah, di sana nampak sepi hanya ada beberapa murid saja yang adalah anggota OSIS sekolah yang sedang bersih bersih puing luing bekas keributan kemarin.


Firman dan Ika berjalan masuk kedalam menuju ruangan guru untuk melihat keadaan yang ada di sana.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


...Terima Kasih...