System Menjadi Pria Sukses

System Menjadi Pria Sukses
System Sukses 41


Chapter 41


Keadaan sangat tegang di dalam ruangan rapat guru, dimana Firman duduk di sebuah kursi yang berada di tengah tengah para guru yang sedang rapat di sana.


Nampak semua orang bingung untuk apa kepala sekolah membawa Firman ke sini padahal mereka sedang melakukan rapat untuk kepentingan sekolah kedepannya.


"Maaf pak kepala sekolah, untuk apa murid ini dibawa ke ruangan rapat?" Tanya salah satu guru penasaran.


"Dia anak yang membuat keributan diluar tadi hingga mengganggu jalannya rapat yang kita laksanakan." Jawab Bramanto menatap Firman geram.


Semua orang akhirnya tahu tujuan dibawanya Firman ke sini pasti berhubungan dengan masalah keributan tersebut.


Para guru juga menatap Firman geram karena berpikiran Firman murid yang nakal suka berbuat onar, mereka tidak semuanya mengenal murid murid yang ada di sekolah mereka.


Banyak dari para guru yang tidak mengetahui Firman itu murid yang berprestasi dan suka membawa nama baik sekolah di berbagai perlombaan.


'Firman, semoga kamu baik baik saja.' Ada seorang guru yang sangat mengkhawatirkan Firman, siapa lagi kalau bukan Bu Ika.


Bu Ika dari awal sudah sangat khawatir pada Firman yang dibawa keruangan rapat ini, karena jika kita tahu biasanya murid yang bermasalah hanya akan dibawa ke ruangan guru BK untuk mendapatkan teguran atau hukuman kecil.


Tapi jika sudah dibawa ke ruangan rapat yang berisi para guru guru di sana, maka bisa dijamin masalah yang diterima murid tersebut sangat besar hingga sampai di bawa kesini.


"Memang apa kesalahan dia pak sampai dibawa kemari? Bukanya cukup dibawa keruangan BK saja sudah membuat jera para murid." Ucap salah satu murid yang mengetahui Firman adalah siswa yang baik tidak pernah berbuat onar.


"Anak ini sudah menghajar banyak siswa di lapangan tadi!! Bahkan beberapa dari anak yang dia hajar sampai harus dilarikan kerumah sakit karena patah tulang ataupun luka dalam.


Dan anak ku juga termasuk korban dari kekejaman anak tidak bermoral ini!!" Jawab Bramanto menyudutkan Firman agar mendapatkan hukuman yang berat.


Guru guru langsung terkejut mendengar jawaban dari pak kepala sekolah Bramanto.


Mereka yang tidak mengenal Firman langsung memaki maki Firman dengan sebutan anak tidak bermoral maupun murid berandalan.


"Dasar sudah diberi maaf malah ngelunjak."


"Keluarkan dia dari sekolah."


"Bawa dia ke kantor polisi."


"Berandalan maka selamanya tetap berandalan."


Semantara Bu Ika semakin cemas dengan Firman yang disudutkan banyak orang hingga membuatnya memiliki kemungkinan akan dibawa ke polisi.


Namun berbeda dengan Firman yang hanya santai menanggapi ocehan mereka yang menurutnya tidak berguna untuk ditanggapi.


Melihat reaksi Firman yang sangat santai menanggapi masalah yang dialaminya, membuat Bramanto geram lalu berjalan mendekatinya dan ingin melayangkan sebuah pukulan kepada Firman.


"Kau dasar kurang ajar!! Pasti orang tuamu tidak pernah mengajarkan sopan santun kepada orang yang lebih tua!!" Ucap Bramanto lalu bersiap melayangkan pukulan nya.


Namun sebelum pukulan itu menyentuh Firman, tangan Bramanto ditangkap oleh Firman terlebih dahulu lalu Firman menatap Bramanto dengan mata yang sangat mengerikan.


Bramanto merasa merinding saat ditatap begitu tajam oleh Firman hingga membuat badanya sedikit gemetaran saking gugupnya.


Krak......


Suara tulang dipatahkan terdengar sangat nyaring hingga membuat orang orang yang tadi ramai menjadi sunyi seketika.


Ahkkk......


Suara teriakan Bramanto terdengar sangat keras menahan sakit saat tangan nya di patahkan oleh Firman hingga membuatnya merintih kesakitan.


"Kau....Kau....!!! Kalian hajar dia dan buat dia hancur keluarkan dia dari sini!!! Cepat!!!" Bramanto memegangi tangannya yang sangat sakit dan memerintahkan beberapa penjaga yang dari tadi ada di sana untuk menghajar Firman.


Gina yang berada di samping Firman langsung ditarik Bu Ika untuk menjauh dari sana karena keadaan saat ini sudah sangat kacau.


Para guru yang ada di sana juga mulai panik lalu berdiri hendak beranjak dari kursi masing masing untuk menghindari masalah yang mungkin akan mereka dapat jika masuk kedalam masalah ini.


"Jika ada yang keluar dari ruangan ini maka aku jamin dia tidak akan pulang dalam keadaan utuh!!" Suara Firman yang terdengar sangat menakutkan membuat mereka semua terdiam seketika.


"Bocah kau jangan sok di sini."


"Hajar saja bocah tengik ini lalu tugas kita selesai."


Para penjaga tadi mulai maju satu persatu untuk menangkap Firman sesuai perintah bos mereka Bramanto yang masih merintih memegangi tangannya yang patah.


Satu penjaga maju ketempat Firman yang masih duduk di kursinya dengan kepala menunduk.


Lalu setelah tangan penjaga itu memegang bahu Firman, tiba tiba Firman langsung menoleh ke arahnya dan memegang tangan penjaga tersebut laku langsung mencengkram pergelangan tangannya dengan sangat kuat.


'Uh....Kuat sekali tenaga bocah ini.' Batin penjaga itu menahan cengkraman Firman.


Mencoba melepaskan tapi tak berhasil akhirnya penjaga itu mencoba menggunakan tangan yang satunya untuk memukul Firman.


"Rasakan ini dasar bocah bau...!!"


Pukulan dilayangkan penjaga itu mengarah ke kepala Firman namun berhasil ditangkis oleh Firman dengan sangat cepat.


Firman langsung memukul perut penjaga itu hingga membuatnya terpental ke belakang dengan sangat keras menghantam meja meja yang ada di sana.


Semua orang seketika menjadi takut dan heran bagaimana Firman bisa melakukan hal itu yang menurut mereka sangat mustahil dilakukan bahkan jika itu mereka sendiri.


Sementara Bu Ika dan juga Gina yang berada di tempat aman melihat apa yang dilakukan Firman menjadi sangat kagum,


Gina menjadi tambah penasaran siapa sebenarnya sosok Firman.


Tidak mungkin murid yang biasanya dibully dan maki maki tiba tiba menjadi sekuat itu, pasti ada sesuatu yang disembunyikan.


Bahkan Gina juga mulai berfikir bahwa Firman adalah orang yang sama seperti dirinya.


Yaitu seseorang yang memiliki kekuatan maupun pasukan lalu menyamar menjadi orang biasa untuk menghilangkan bosan ataupun tujuan tertentu.


Semakin memikirkan nya semakin membuat jiwa mafia Gina membuatnya ingin mengetahui identitas asli Firman yang menurutnya sangat misterius.


"Gina, kamu tidak apa apa kan?" Tanya Bu Ika.


"Eh..Sa...Saya tidak apa apa Bu." Jawab Gina.


"Baguslah, bagaimana keadaan Firman ya di sana, apa dia akan baik baik saja." Ucap Bu Ika sangat cemas dengan Firman.


"Tenang saja, aku yakin dia bisa menjaga dirinya baik baik." Jawab Gina percaya bahwa Firman tidak akan semudah itu dikalahkan.


Bu Ika penasaran bagaimana Gina bisa seyakin itu, laku Gina menceritakan tentang kejadian di lapangan tadi yang membuat Bu Ika menjadi sangat kesal kepada kepala sekolah yang menghakimi orang tanpa tahu kejadian aslinya.


*Jangan lupa like dan dukungan nya teman teman.


*Saya mau ngasih tahu jika kemungkinan hari ini up 2/3 chapter saja, karena saya ada kegiatan dari siang hingga malam hari, sebisa mungkin nanti akan saya up lagi.


...Terima Kasih...