
Chapter 191
Karena penasaran akhirnya Firman bertanya kepada Gina, mungkin saja Gina mengetahui benda apa yg dilelang terakhir.
"Apakah senjata itu sebuah pedang?" tanya Firman memastikan.
"Kemungkinan besar iya, lagipula menurut kabar yang aku dapatkan kemarin, mengatakan jika organisasi pelelangan baru saja menemukan sebuah pedang dari jaman perang dulu di sebuah reruntuhan bangunan yang terletak di sekitaran daratan Timur Tengah." Gina menjelaskan menurut apa yang dia tahu saja.
Mereka selesai mengobrol lalu kembali melihat lelang yang masih terus berlangsung, semua barang lelang belum ada yang menarik perhatian Firman untuk membelinya.
Sampai pada waktunya cincin yang Firman lelang tadi akan dilelang juga, Sasa si pembawa acara membawa kotak cincin tersebut kemudian membukanya untuk memperlihatkan kepada para peserta lelang dan tamu undangan vvip.
Saat cincin tersebut dibuka, terlihatlah pancaran warna merah yang sangat terang dari batu permata yang ada pada cincin tersebut, orang-orang yang melihatnya tampak sangat takjub melihat cincin itu apalagi saat melihat batu merah menyala terang pada cincin tersebut.
"Ini adalah sebuah cincin yang dilelang oleh tamu yang ada di ruangan vvip tapi beliau tidak ingin diberitahukan identitasnya, cincin ini memiliki sebuah batu di tengahnya yang dikenal dengan nama Red Devil Stone
Batu merah ini memiliki nilai jual yang sangat amat tinggi, bahkan jumlahnya mungkin hanya beberapa puluh saja didunia, jadi pembukaan harga akan dimulai pada angka 50 miliar," ucap Sasa dengan kepintarannya dalam mengolah kata supaya cincin yang dilelang bisa berharga mahal.
"Wah pancaran warna merah dari cincin itu terlihat sangat indah."
"Cincin yang sangat indah sekali."
"Suamiku dapatkan cincin itu jika tidak kamu akan aku usir dari rumah!"
"Sayangku belikan aku cincin itu nanti aku akan memberikan hadiah kepadamu."
Suara para wanita yang menginginkan cincin tersebut terdengar sangat menakutkan di telinga para pria, memang cincin itu terlihat sangat indah sekali dengan pancaran aura kemerah-merahan yang membuat para para kaum wanita bahkan pria tersihir melihatnya.
Suara orang-orang yang menawar harga sangat banyak terdengar hingga Sasa bingung harus memulainya dari mana, orang yang ada dibangku peserta biasa terus saja menawarkan harga namun hanya naik sedikit saja.
Sampai ada sebuah suara yang membuat semua orang terdiam tidak ada yang berani menawarnya kembali, suara tersebut berasal dari sebuah ruangan vvip yang menggunakan mic pengeras suara untuk mengatakan tawarannya.
"500 miliar, cepatlah aku tidak ingin lama-lama menunggu!" ucap suara tersebut agak terdengar arogan tapi dimaklumi oleh orang-orang.
Sasa yang tadi kebingungan sekarang ia menampilkan senyum senang karena barangnya terjual dengan harga hampir 10x lipat.
"Apakah ada yang ingin menawarnya lagi?
Jika tidak maka dalam hitungan ketiga barang ini akan menjadi milik Tuan yang ada di ruangan vvip yang ada disana.
1...
2...
3...
Tidak ada yang menawar, terima kasih untuk Tuan yang ada di ruangan vvip. Selamat sekarang cincin ini milik anda setelah menyelesaikan pembayaran." Sasa melanjutkan lelangnya kembali.
Sementara itu di ruangan yang ditempati oleh Firman dan Gina sekarang mereka sedang sangat senang karena barang yang dilelang Firman laku dengan harga yang sangat mahal bahkan Firman untuk berkali-kali lipat dari yang dibelinya di System.
"Sudah kuduga mereka sangat pintar dan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai hal," ujar Firman memuji pengetahuan organisasi White tentang cincin yang dilelangnya.
"Memangnya seberharga itukah batu yang ada di cincin itu?" tanya Gina penasaran karena dirinya sangat minim pengetahuan tentang dunia batu permata.
Walaupun Gina seorang wanita tapi dirinya sangat jarang sekali menggunakan perhiasan apalagi mengoleksi batu permata, jadi wajar bila Gina kurang mengetahui tentang jenis batu yang ada.
"Tidak ada yang spesial, itu hanya batu biasa saja," jawab Firman santai.
Gina juga tidak bertanya lagi karena percuma bertanya kepada Firman yang pasti tidak akan mendapatkan jawaban apapun, mending ia diam saja daripada nanti kesal karena sikap cuek Firman.
Namun Gina juga senang karena barang yang dilelang oleh Firman bisa dijual dengan harga yang begitu mahal, walaupun ia tidak tahu pasti berapa keuntungan yang didapatkan oleh Firman dari penjualannya tersebut, tapi yang pasti Gina ikut senang lantaran bisa meminta dibelikan sesuatu nanti.
............
Lelang terus berjalan sampai pada acara puncak yang mana waktunya barang paling utama akan dilelang, semua tamu dan peserta sudah bersiap untuk menyaksikan barang apakah yang akan dilelang tersebut.
Beberapa pelayan membawa sebuah kotak berukuran lumayan besar ke atas panggung kemudian pembawa acara mulai memperkenalkan barang tersebut kepada para tamu undangan maupun peserta biasa yang hadir.
"Kita telah sampai pada acara puncak Tuan dan Nyonya, saat ini telah ada sebuah senjata berbentuk pedang yang berasal dari zaman kerajaan masih berperang dahulu, tapi pedang ini ditemukan di sebuah reruntuhan yang letaknya ada di dataran Timur Tengah
Pedang ini dikenal sebagai pedang tertajam didunia karena mampu memotong baja tebal dan benda keras lainnya hanya dengan sekali tebas, pedang ini bisa kuat karena materialnya sangat sulit untuk didapatkan serta cara pembuatan pedang ini juga belum ada yang mengetahuinya sampai saat ini, itulah yang membuatnya kuat bertahan dan tidak mudah berkarat ataupun patah, itu terbukti dengan masih utuh dan kuatnya pedang ini meskipun usianya mungkin diperkirakan sudah ratusan tahun
Para peserta dipersilahkan menawar harga mulai dari 100 miliar," ucap Sasa si pembawa acara memulai dengan harga yang terbilang cukup tinggi.
Sementara itu para tamu vvip yang berada di ruangan masing-masing saat ini sedang terlihat sangat bersemangat karena mereka sudah menunggu barang terakhir ini dilelang.
"200 miliar aku menginginkan pedang itu, jadi aku berharap para tamu bisa memberikan ruang untuk mendapatkanya ..." ucap sebuah suara yang membuka tawaran dengan langsung menaikan harga dua kali lipat.
Seakan tidak mau kalah, sebuah suara kembali muncul dengan harga tawaran yang lebih tinggi, "300 miliar, maaf Tuan Syam, saya juga menginginkan benda itu Hahaha ..."
"Dasar kau si tua Tony!" geram orang penawar pertama yang disebut Tuan Syam.
"Bolehkah aku bergabung ikut menawar Tuan-Tuan sekalian, 500 miliar ..." ucap sebuah suara yang tiba-tiba saja terdengar membuat kedua orang tadi yang sedang berseteru menjadi terdiam.
Para peserta lelang penuh dengan suara riuh karena mendengar harga yang ditawarkan oleh para tamu kelas elite itu sangat mahal sekali.
"700 miliar!"
Sebuah suara yang membuat semua orang terdiam saat mendengarnya, suara tersebut berasal dari Firman yang langsung menawar dengan harga tinggi supaya tidak perlu repot-repot menawar lagi.
"800 miliar." suara lain terdengar tidak ingin kalah dari Firman.
"1 triliun!" tawaran terakhir yang dibuat oleh Firman yang tidak ada lagi tawaran selanjutnya, alhasil Firman menjadi pemenang lelang barang terakhir dengan lelang tertinggi.
Harga yang sangat mahal memang hanya untuk sebuah pedang, namun bagi Firman itu bukanlah apa-apa karena dirinya sangat menginginkan pedang tersebut untuk menambah koleksi senjata miliknya, mungkin saja Firman akan menggunakan pedang itu juga nantinya di kemudian hari.
"Apakah masih ada yang ingin menawarkan harga?" tanya Sasa.
Tidak ada yang menawarkan harga lagi selain Firman, kemungkinan uang mereka sudah tidak mampu untuk mengeluarkan melebihi dari apa yang telah Firman tawarkan.
"Baiklah jika tidak ada yang menawar lagi maka barang terakhir ini akan menjadi milik Tuan yang ada di ruangan vvip terjual dengan harga 1 triliun, selamat untuk Tuan yang telah mendapatkan barang terakhir yang kami lelang pada acara kali ini.
Dan sekarang acara telah berakhir, saya sebagai pembawa acara mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu dan juga peserta yang hadir pada acara lelang kali ini, semoga kita dapat bertemu lagi pada acara selanjutnya, terima kasih semuanya," ucap Sasa menutup acara dengan disambut tepuk tangan meriah dari orang-orang yang ada di ruangan itu.
……..
Sementara itu di sebuah ruangan vvip tempat orang yang menawarkan harga lebih tinggi dari Firman pada awal tadi lalu kembali dikalahkan oleh Firman, di ruangan itu terlihat ada beberapa orang yang terlihat sedang tidak baik-baik saja.
"Sial! Aku gagal mendapatkan pedang itu, padahal aku sangat menginginkan pedang itu berada di ruangan koleksi senjata milikku!" ucap kesal orang itu dengan sangat marah kepada Firman yang telah mengalahkan nya.
"Sabar Tuan Richard, uang yang begitu banyaknya tidak baik jika dihabiskan hanya untuk membeli sebuah pedang, karena bisnis kita saat ini tengah terancam di wilayah Asia Tenggara, pergerakan dari kelompok itu semakin membuat kita terpuruk," ucap orang yang berdiri di sebelah pria tadi yang merupakan Richard, ketua Rich Devil dan pimpinan organisasi mafia luar negeri.
"Apa itu masalah yang besar Fred? Padahal kemarin kau mengatakan jika bisnis kita akan berjalan lancar di wilayah itu," ujar Richard tambah kesal karena masalahnya bertambah semakin besar.
"Itu semua karena ulah kelompok yang dipimpin bocah itu Tuan, kelompok bocah itu telah meninggalkan beberapa pengiriman yang kita lakukan, bahkan banyak anggota kita yang tertangkap oleh mereka dan dihabisi ataupun dijadikan tahanan di dalam markas mereka," kata Frederich menjelaskan masalah besar yang saat ini tengah mereka alami.
Richard mengeratkan giginya lalu berkata, "Lagi-lagi bocah tengik itu yang merusak semua rencanaku! Kemarin kekasihku dia potong tanganya, sekarang bisnisku juga ingin dia hancurkan!"
Disamping Richard duduk ada seorang wanita dengan tangan buatan yang terlihat hanya diam saja sedari tadi, wanita itu tidak lain adalah Sophia Yang sekarang telah menganti tangannya yang terpotong menggunakan sebuah tangan buatan.
Orang yang membeli cincin Firman yang dilelang tadi juga Richard, ia membeli cincin tersebut karena permintaan dari sang wanita yaitu Sophia yang sangat menginginkan cincin itu, alhasil Richard harus menggelontorkan dana sampai setengah triliun hanya untuk cincin tersebut yang akan diberikan untuk Sophia.
"Apakah yang kamu maksud itu bocah yang telah menghabisi beberapa rekan kerjamu itu sayang?" tanya Sophia yang memang mengetahui masalah yang dialami kelompok Richard.
"Iya kamu benar, dia telah merusak banyak rencana yang aku buat untuk memperbesar bisnis kita," jawab Richard.
"Kita jebak saja dia sayang, kamu sudah mengetahui identitas anak itu kan?" tanya Sophia.
"Belum banyak, aku hanya tau namanya saja, yaitu Firmansyah, sisanya aku tidak tau," jawab Richard.
Sophia yang mendengar nama tersebut seketika langsung teringat kejadian waktu tanganya dipotong oleh anak yang juga bernama Firman, pikiran Sophia langsung berputar mencari ide.
"Sayang, anak itu juga yang telah memotong tanganku, dia menghabisi seluruh anak buahku dan memotong tanganku juga!" ucap Sophia.
Richard dan Frederich tentu saja sangat terkejut dengan perkataan Sophia tersebut, pasalnya mereka berpikir jika orang yang memotong tangan Sophia adalah satu satu rekan bisnis mereka yang berkhianat, ternyata mereka salah dan orang yang memotong tangan Sophia merupakan orang yang sama dengan musuh yang sedang mereka hadapi.
"Hehehe aku ada sebuah rencana untuk menjebak dia sayang," kata Sophia dengan seringai kejamnya.
"Rencana apa itu? Aku sudah tidak sabar ingin mencincang anak itu!" tanya Richard.
"Nanti aku akan membicarakannya dengan kamu dan Frederich, kita akan menggunakan orang terdekat bocah itu untuk membuatnya menyerah kepada kita," jawab Sophia yang dibalas anggukan oleh Richard dan Frederich.
Kedua pria itu tentu saja percaya saja dengan rencana yang akan dibuat Sophia, pasalnya mereka juga sudah mengenal Sophia dengan baik, khususnya Richard yang sangat mengenal Sophia, wanita itu jika sudah berurusan dengan musuhnya maka tidak akan ada kata ampun bagi lawannya.
Ketiganya kemudian keluar dari dalam ruangan vvip lelang kemudian berjalan menuju tempat pengambilan barang yang mereka beli tadi sekaligus membayarnya.