
Angga sudah sampai namun rumahnya begitu sepi, Angga membuka mengetuk pintunya "Bella, Bella lo ada didalem kan, Bella buka pintunya lo mau dibantuinkan "
Tiba tiba pintu terbuka dan Bella yang membukannya "ayo angga masuk maaf ya aku malah jadi ganggu kamu "
"Iya gak apa apa, gak ada yang lain yang bantu "
"Gak ada nih, pada gak ada gak apa apakan sendirian "
"Truknya mana yang mau angkut kok belum ada "
"Iya belum ada belum dateng, udah yu masuk dulu aja, aku baru packing sedikit kamu bantuin aku ya "
"Emm yaudah yu "
Angga segera masuk dan memang belum banyak yang dipacking "apa dulu nih yang dipacking mana lagi nih "
"Ini tempat tidur tolong diturin aja ya "
"Oke deh oke "
Angga menganggukan kepalanya dan segera melakukan apa yang disuruh Bella sedangkan Bella sendiri dia pergi meninggalkan Angga.
Bella mengambil sebuah pemukul bisbol dan mengintip Angga yang masih mengangkat kasurnya.
Bella berjalan dengan perlahan lahan dan langsung memelukul kepala Angga.
Angga yang kesakitan langsung memegang kepalanya dan melihat kearah Bella yang masih saja berdiri didepan Angga sambil membawa pemukul bisbol itu.
Pandangan Angga sudah buram dan kepalanya begitu sakit dan tiba tiba saja Angga terjatuh. Bella langsung melempar pemukul bisbolnya dan benarik kaki Angga.
"Berat sekali kau ini, kemana kau sangat menyusahkan ku, aku bersumpah tak mau kau hidup"
Setelah masuk kedalam gudang Bella menari tangan dan kaki Angga "nah begini kan cantik "
Bella keluar dan mengunci pintunya, dan masuk kedalam kamarnya, darah Angga ada dikamarnya, harus segera dibersihkan, Bella mengambil lap pel dan dengan santai mengepelnya.
Setelah semuanya beres Bella mengembalikan kasurnya dan berbaring " lebih baik aku tidur dulu saja, dari pada aku memikirkan Angga yang terpenting pernikahaan itu tak akan pernah terjadi sampai kapan pun, semuanya akan batal "
**
Arum yang baru saja beres membantu ibunya mengambil ponselnya dan melihat ada beberapa panggilan dari Angga dan juga ada pesan.
Arum membacannya dan mengeryitkan dahinya "kenapa Angga saja yang diminta tolong, coba aku telfon Hanin apakah dia sekarang ada dirumah Bella "
Arum segera menghubungi Hani "Kenapa Rum "
"Kamu diminta juga gak sama Bella buat bantu dia pindahan "
"Engga tuh emangnya Bella mau pindah kemana, gak ada bilang sama aku "
"Beneran "
"Iya beberan emangnya kenapa Rum "
"Angga tadi bilang mau bantu Bella pindahan gitu, tapi sampai jam segini belum pulang, tadi dia wa aku jam 3 sore sekarang udah magrib tapi gak ada kabar lagi, tadi aku udah coba wa dia tapi cuman centang satu, emang akan selama itu ya bantu orang pindahan yang pastikan gak akan Angga aja yang bantuin "
"Hah Angga berangkat sendiri apa ini jebakan Rum, dia kan waktu dengan kamu sama Angga mau nikah dia pergi "
"Tapi masa sih jebakan, emang dia punya masalah apa aama Angga, aku juga udah telfon dia dan dia baik baik aja kok bukan karena itu dia pulang, katanya karena pekerjaan "
"Udah mending kita kerumah Bella aja ayo kita cek aja yu biar kamu tenang juga Rum, nanti aku ajak Ayudia "
"Ok deh Han, aku sholat dulu ya, kamu juga "
"Iya siap Rum "
Setelah sambungan terputus Arum dengan cepat memakai mukenanya.