Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Perdebatan


"Angga kamu kenal sama Arum dari mana sih " ucap Bima yang sekarang masih mengobrol dengan Angga, Dion juga.


"Arum itu sahabat aku sejak SMP terus sampai SMK juga kita masih satu sekolah dan masih sahabatan sampai sekarang karena emang dari dulu aku suka sama Arum, makanya aku tunggu dia lulus dan udah 1 tahun lulus aku dateng kerumahnya. Aku kerja 1 tahun itu cari uang buat bisa sama dia buat nikahin Arum setelah uang terkumpuk aku datang ke rumah orang tuanya dan lamar Arum untungnya Arum juga belum punya pacar waktu itu karena dia itu orangnya emang mau taaruf dan untungnya aku gak keduluan sama orang lain"


"Hebat Angga pantesan dari dulu kamu nggak pernah punya pacar bahkan saat ada yang deketin kamu nggak mau, ternyata ini toh alasannya cantik juga sih pilihan kamu manis lagi" ucap Dean sambil merilik kearah Bima


"Alhamdulillah itu udah bonus dari Allah, waktu SMP itu kan aku putus sama Wulan nah dari situ ku mulai suka sama Arum sebelumnya sih sebelum sama Wulan juga aku udah suka sama Arum tapi belum yakin sampai SMK aku terus aja nunggu dia dan itu juga dia nggak deket sama laki-laki manapun selain aku, pokoknya aku bersyukur banget bisa dapetin dia"


"Iya Angga kamu beruntung dapatin Arum istrinya nurut juga ya mau ikut suami ke mana-mana dan yang terpenting istri kamu nggak gampang tergoda kan sama laki-laki lain"


"Engga dong Arum gak akan mungkin bisa tergoda sama laki-laki lain, dulu aja waktu masih sekolah ada laki-laki yang deketin, dia gak direspon cuman seadannya aja aku udah tahu watak Arum itu gimana, Arum enggak akan mungkin khianatin aku sampai kapanpun itu "


"Oh gitu ya itu kan dulu Angga kalau sekarang kan beda lagi"celetuk Bima


"Gak akan mungkin aku yakin Arum akan setia sama aku, gak akan tergoda sama laki laki lain, kalian berdua tenang aja ya istriku itu limited edition"


Baru juga Bima akan menjawab tiba tiba ada yang nonggong "Angga " ucap Arum


Angga gang dipanggil oleh istrinya langsung menoleh, "kenapa sayang "


"Udah malem kamu besok kerja " ucap Arum sambil melihat kearah temen temennya Angga dan tersenyum ramah


Bima dan Dean langsung bangkit dan "yaudah kita pulang dulu ya " ucap Dean


"Iya makasih ya atas bantuan kalian, nanti kita ngobrol ngobrol lagi ya "


"Iya sama sama Angga kayak sama siapaa aja "


Angga hanya tersenyum kecil, dan mereka berdua langsung pergi sedangkan Angga langsung masuk dan mencium kening sang istri, pandangan itu tak luput dari penglihatan Bima.


Angga menutup pintunya dan masuk bersama sang istri " kirain aku udah tidur Rum "


"Belum Angga aku masih tunggu kamu, masa kamu belun tidur aku udah tidur sih "


Mereka masuk kedalam kamar dan Angga malah melihat boneka melayang dan langsung terjatuh "Rum apakah dirumah ini ada hantu "


"Semua rumah itu pasti ada penunggunya, tapi ini bukan penunggu rumah ini itu adalah Adel. Kamu tahu kan anak kecil yang pernah aku ceritain nah dia itu yang pernah nolongin kamu juga waktu diculik sama Bella dia yang ngasih tahu aku kalau kamu di dalam terluka"


"Apakah dia tidak menyeramkan "


"Enggak sama sekali nggak nyeremin kok kayak anak kecil biasa aj, dia baik dia yang temenin aku dari dulu jadi kamu jangan pernah minta aku untuk jauhin Adel"


Angga menganggukan kepalanya " selama dia tidak macam-macam aku tidak masalah sayang, ya sudah aku kekamar mandi dulu ya "


"Iya "


Arum segera menyimpan pakaian tidur untuk Angga, dan kembali duduk bermain bersama Adel.


**


"Bim kalau kamu ada fikirin buat rebut Arum udahlah mundur kamu tahukan dia istrinya temen mu "


"Iya dia istri temanku tapi tetap aja dalam cinta itu nggak ada kata temen. Entah kenapa waktu pertama lihat Arum tuh udah tertarik banget. Jadi jangan salahin aku kalau tiba-tiba aku suka sama Arum. Cinta itu datang tiba-tiba dan tak tahu berlabuh pada siapa kan selama ini aku sulit untuk mencintai seorang perempuan dan bahkan tertarik pada perempuan saja susah tapi saat melihat Arum aku langsung tertarik padanya"


Dean menepuk bahu Bima " aku sangat mengerti sekali kau sangat sulit tertarik dengan seorang perempuan meskipun kau cinta tapi dia adalah istri orang, ingat kau jangan ganggu rumah tangga orang lain apalagi temanmu sendiri, aku hanya mengingatkan saja dan coba kau cerna lagi kau memang tertarik pada Arum karena apanya, parasnya atau karena tubuhnya atau karena kau hanya ingin merebut Arum dari Angga saja karena dulu pacarmu menyukai Angga"


Bima tensenyum sinis " Ternyata kau masih ingat ya tentang masalah itu, ya bisa saja aku ingin balas dendam pada Angga. Awalnya aku tak menyangka istrinya akan secantik itu dan semenarik itu, karena saat menikah aku hanya melihatnya sekilas dan tidak melihat keseluruhan istri Angga tapi sekarang saat dia tidak memakai make up ternyata makin menarik "


"Kenapa kau harus balas dendam, bukan Angga kan yang merayu pacarmu tapi pacarmu sendiri yang merayu Angga, jadi seharusnya kau tidak balas dendam pada Angga tapi pada perempuan itu pada mantanmu itu bukan pada Angga, ingat dia temanmu jangan keras kepala aku hanya ingin memberitahumu saja agar kau sadar dan tidak melakukan itu. Angga itu sudah baik pada kita jangan kau hancurkan dengan kau yang terus saja menggoda istrinya"


"Akan aku pikirkan semuanya jadi kau tenang saja kau jangan banyak bicara ya dan jangan takut temanmu akan aku sakiti. Aku akan memikirkan semuanya terlebih dahulu baru setelah memutuskan aku akan melakukannya, kau tidak boleh protes apa yang akan aku lakukan dan kau juga harus jaga mulut tentang aku yang tertarik pada istrinya Angga, jangan sampai dia tahu jika tahu berarti kau yang membongkar semuanya sudahlah aku akan pulang dulu kau juga segeralah pulang"


"Ya aku tak janji akan merahasian ini dari Angga, ya aku akan pulang tenang saja aku ta akan menginap dikosan mu, jadi gak tau usah mengusurku secara halus seperti itu, to the point aja "


Dean mengambil motornya dan pergi meninggalkan Bima sendirian, sedangkan Bima menahan amarahnya, selama mereka bertiga berteman selalu saja Dean lebih berpihak pada Angga dalam hal apapun itu, dia selalu saja memihaknya dan membelaknya.