Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Untuk kedua kalinya


Pengajian pun sudah dilaksanakan sekarang tinggal Angga, Arum saja dirumah, begitu sepi dan begitu aneh suasananya. Arum celingak celinguk melihat kesekeliling rumah.


Angga yang melihat istri sepeti itu menepuk bahunya "Rum kamu gak apa apa kan ,Rum baik baik aja "


"Hemm kayaknya malah makin banyak Angga, semuanya kumpul disini "


Angga langsung membaca doa, membaca ayat kursi beberapa kali. Namun Arum hanya diam saja dan masih fokus melihat sekitar.


Tiba tiba tok tok tok, Arum langsung bangkit diikuti oleh sang suami, saat pintu dibuka ternyata itu sahabatnya Hanin dan juga Ayudia.


"Kalian kenapa apa ada yang tertinggal "


"Engga Rum bolehkan kita nginep aja disini, kayaknya kita kemaleman deh takut " ucap Hanin


Arum segera melebarkan pintu "ayo masuk, aku seneng banget kalian mau nginep "


Mereka berdua langsung masuk, mereka tak menyadari kalau dirirumah ini ada yang aneh. "ayo aku anter kekmar tamu, gak apa apa kan kalian tidur berdua "


"Gak apa apa dong Rum, itu akan lebih baik " ucap Ayudia


Arum mengangguk dan segera membawa teman temannya keruangan tamu, "ini kamar kalian, sekarang kalian istirahat ya udah malem, aku kekamar dulu ya "


"Iya iya pengantin baru jangan lupa bikin dede bayi yang lucu ya, kan ibunya cantik ayahnya ganteng maka anaknya harus lucu ya " ucap Hanin sambil cekikikan


"Ahh kamu Hanin bisa aja, yaudah aku pergi kekamar dulu ya"


"Iya Arum cantik "


Arum langsung menutup pintu dan melihat suaminya Yhang masih menunggunya mereka masuk kedalam kamar dan menguncinya.


Angga mendudukan Arum dan memegang bahunya "mereka gak akan apa apa Rum "


"Insyaallah gak akan Angga"


"Yaudah deh aku khawatir aja, takut mereka malah diganggu "


Angga mengangguk dan langsung membuka seleting pakaian istrinya "aku bantu Rum tanpa kamu meminta " dengan senyum nakalnya.


"Kamu ini mas pasti ada maunya "


"Kamu tau aja, kita kan pengantin baru, boleh gak lakuin yang kemarin, yang bikin anak itu loh Rum "


Arum menundukan kepalanya dengan wajah yang sufah memerah "Arum sayang boleh gak "


Arum menganggukan kepalanya "boleh masa aku gak ngebolehin kamu lakuin itu, "


Angga langsung tersenyum senang, namun tiba tiba lampu yang ada disamping kamar mereka bergerak , fokus Angga langsung kearah sana.


Mereka diam tak ada yang berbicara "Arum itu kenapa "


Namun Arum masih saja menatap kearah sana belum menjawab suaminya "kita hiraukan saja Angga "


Tiba tiba kembali ada barang yang jatuh "tolong jangan ganggu kami, jika kalian memang tinggal disini ya tinggal, jangan menganggu juga, kami disini hanya menempati saja dan tak akan mengusik kalian " ucap Arum


Hening tak ada suara kembali, Angga melirik kembali sang istri, "bagaimana ini Rum "


"Yasudah Angga mau bagaimana lagi, sudahlah tak apa kitakan hidup saling berdampingan "


"Iya Arum sayang, yang tadi bagaimana "


"Boleh "


Angga langsung membuka seluruh pakaiannya "Angga " teriak Arum yang kaget dengan kelakuan Angga.


Namun Angga malah tersenyum senang dan mematikan lampunya seperti kemarin malam, membaringkan istrinya dan membacakan doa seperti kemarin malam.


Akhirnya kembali melakukan hubungan suami istri kembali, untuk yang kedua kalinya, memang istrinya masih malu malu namun Angga tak masalah, mereka dulu adalah sahabat dan tak menyangka akan menjadi suami istri.