
Bau Menyan Yang Sangat Jelas,Setiap Rumah Tersimpan Barang Seperti Sajen Dan Pantangan Pantangan Desa Yang Tidak Boleh Dilanggar."Apa Ini Bukan Desa Biasa?"Ucap Diriku Didalam Hati.
"Guys Lu Ngerasa Gak Ada Yang Aneh Didesa Ini?"Ucap Diriku
"Gw Beresa Desa Ini Benar Benar Anh"Ucap Dina
"Iyh Bener,Masa Didesa Ini Ada Pantangan"Ucap Gita.
"Hey guys,Ini Udah Zaman Modern,Tapi Desa Ini Ketinggalan Zaman Jadi Ada Pantangan Pantangan Gitulah!Kan Pantangan Gitu Bahasa Zaman Dulu."Ucap Chika
"Iyh Bener Penakut Amat Sih Kalian"Ucap Deni.
"Tapi Chik Desa Ini Beda"Ucap Dina
"Syut Udah Jangan Dibahas,Itu Rumahnya Kita Udah Sampai"Ucap Chika
Rumahnya Lumayan Bagus,Cat Berwarna Abu-Abu Dan Model Rumah Yang Kedulu-Duluan."Apa Ini Yang Dianggap Mistis?"Ucap Diriku Didalam Hati"Ucap Diriku.
"Itu Ada Yang Lagi Nyapu Tuh,Cepet Tanya Ini Rumahnya Bukan"Ucap Chika.
.......
"Permisi Pak,Apa Ini Bener Rumah Yang Katanya Dianggap Mistis Itu?"Ucap Dina
"Oh Iyh Nenk,Emang Ada Apa?"Ucap kakek Kakek Itu.
"Berarti Ini Kek Ahmad?"Ucap Chika
"Oh Iyh Bener Saya Sendiri"Ucap Kakek Itu.
"Jadi Gini Kek,Libur Sekolah Kan Baru Saja Dimulai,Dan Kita Ngusulin Liburan Didesa Ini,Tapi Kata Pak Zaki Kepala Dusun Disini Gak Ada Rumah Kosong Lagi,Terus Kita Disuruh tinggal Dirumah Ini,Tapi Kita Harus Izin Dulu Sama Kakek"Ucap Chika
"Oh Iyh Boleh,Tapi Kalian Sudah Tau Kan Dengan Mistisnya Rumah Ini?"Ucap Kek Ahmad
"Iyh Udah Tau Dari Pak Zaki,Tapi Gara Gara Apa Bisa Mistis Sih Kek?"Ucap Dina
"Kalian Akan Mengetahuinya Sendiri"Ucap Kek Ahmad.
"Apa Salahnya Sih Dikasih Tau Sekarang Kek"Ucap Deni
"Nanti Kalian Akan Mengetahuinya Sendiri"Ucap Kek Ahmad.
Kami Pun Melihat Lihat Rumah Itu Dari Luar,Jendela Yang Masih Bagus Tembok Yang Terlihat Kokoh Dan Cat Yang Tidak Terlalu Luntur.
Dan Tidak Sengaja Dina Melihat Sesosok Wanita Dengan Baju Berwarna Putih Dan Mata Yang Tajam Menatap Kearah Kami."Hah...."Ucap Dina.
"Ada Apa Sih?Lu Kenapa?"Ucap Diriku
"Mana Gak Ada?"Ucap Diriku
"Masa Sih?Kok Iyh Sih Gak Ada"Ucap Dina
"Loe Salah Liat Kali"Ucap Diriku
"Udah Udah,Yuk Kita Masuk."Ucap Deni
"Yok Masuk"Ucap Chika
Kami Pun Melangkah,Dan Baru Saja Beberapa Langkah Kami Disuruh Berhenti oleh Kek Ahmad.
"Berhenti Jangan Dulu Masuk"Ucap Kek Ahmad Sambil Berjalan Kearah Kita
"Ada Apa Kek?"Ucap Dina
"Ada Yang Kakek Lupa,Kalian Tidak Boleh Melanggar Pantangan Pantangan Rumah Ini!"Ucap Kek Ahmad
"Pantangan Apalagi Sih Kek?Tadi Kan Udah Dari Pak Zaki"Ucap Chika.
"Dari Pak Zaki Itu Pantangan Dusun,Tapi Ini Pantangan Rumah Ini"Ucap kek Ahmad
"Emang Pantangan Apa?"Ucap Git
"Kalian Tidak Boleh Membuka Kamar Nomor 7 Yang Paling Ujung Disebelah Atas,Dan Jika Kalian Sudah Selesai Dari Liburan Ini Dan Ingin Pulang Kalian Tidak Boleh Membawa Benda Apapun."Ucap Kek Ahmad
"Kenapa Tidak Boleh Sih kek"Ucap Chik
"Kalian Akan Mengetahuinya Sendiri,Oh Iyh Satu Lagi,Kalian Tidak Boleh Terlalu Berisik Dirumah Ini."Ucap Kek Ahmad
"Ok Syap Kek,Yuk Masuk Capek Gw"Ucap Chika
"Yuk Yuk,Ga Jelas Desa Ini"Ucap Deni.
Kamipun Membuka Pintu Rumah Itu,Dan Terlihat Benda Benda Antik Yang Ada Dirumah Itu,Dan Yang Paling Aneh Ada Sajen Didepan Rumah"Kenapa Ada Sajen Mulu Yh"Ucap Din
"Biarinlah Siapa Peduli"Ucap Chika.
ketika Kita Memasuki Rumah Itu,Hening Yang Terasa Dirumah Itu,Gelap Yang Kulihat Pertama Kali."Run Nyalain Lampu,Itu Ada Di Samping Loe Tuh"Ucap Chika
"Iyh Iyh Bentar"Ucap Diriku
........
Rumah Yang Semula Gelap Telah Menjadi Terang,Dan Diriku Merasa Bukan Kami Sajah Yang Menetap Dirumah Ini,Tapi Seperti Ada Penghuni Lain Dirumah Ini