Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Lebih baik pindah saja


Angga yang baru pulang langsung masuk kedalam rumahnya, karena didepan rumahnya sampai diluar rumahnya banyak sekali tetangga, Angga menerobos masuk, dan istrinya sedang tertawa terbahak bahak, saat ustad membaca surat surat hantu yang ada didalam tubuh Arum malah mengikutinya.


Angga langsung menghampiri istrinya dan hantu yang ada didalam tubuh Arum langsung mengalihkan pandangannya pada Angga dan " kamu laki-laki egois itu kamu laki-laki yang tidak mau ngebantu saya. Sedangkan perempuan ini mau membantuku kenapa kau begitu jahat aku hanya meminta pada istrimu untuk menemukan aku dengan anakku saja. Aku ingin tahu keadaannya seperti apa tapi kau adalah laki-laki egois yang tidak mau memberikan krlpnggaran untuk istrimu kau sama saja dengan suamiku dulu kau jahat laki-laki jahat" teriak hantu yang merasuki Arum, dia sudah memberontak ingin menyerang Angga namun para ibu ibu menahannya dengan sekuat tenaga.


Angga memengang tangan istrinya namun hantu yang ada didalam tubuh sang istri langsung menepisnya dan makin memelototkan matanya pada Angga " tidak sudi aku dipegang oleh laki-laki sepertimu. Aku tidak akan keluar dari tubuh istrimu sebelum kau mengizinkannya untuk membantuku. Aku hanya ingin dia melihat keadaan anakku saja itu saja tidak lebih aku hanya meminta itu saja"


Angga menghembuskan nafasnya dan menatap lekat lekat mata istrinya yang sudah merah " baik aku akan mengizinkannya. Tapi kau jangan sampai kembali mengganggu istriku ataupun diriku. Aku tidak mau itu terjadi kembali kami akan membantumu tapi jangan pernah ada lagi makhluk sepertimu yang meminta bantuan pada istriku sudah cukup ini cukup semuanya"


"Baiklah akan aku pegang semua kata-katamu awas aja sampai kau berbohong padaku akan aku ambil nyawa istrimu kelak lihat saja aku tidak akan berbohong dengan kata-kataku ini"


"Astagfirullah " ucap ibu ibu yang ada didalam sana


Tiba tiba saja Arum pingsan, hantu itu keluar sendirinya, Angga langsung menopang tubuh sang istri "Rum bangun Rum "


"Angga lebih baik tidurkan dulu Arum saya ingin berbicara dengan kamu "


Angga mengangkat istrinya dan memasukanya kedalam kamar ditemani beberapa ibu ibu, dan Angga kembali lagi berhadapan dengan pak ustad.


"Iya pak mau membicarakan apa "


"Sebaiknya kalian pindah dari rumah ini, rumah ini sudah kosong beberapa tahun bahkan sudah lama sekali tidak ada yang menempati rumah ini karena angker, tiba-tiba saja ibumu mengontraknya aku juga tidak menyangka kalau dia akan menempatkan rumah ini untuk kalian berdua, lebih baik kalian pergi dari sini takutnya malah mereka-mereka yang ada di sini makin menjadi-jadinya meminta yang tidak-tidak pada istrimu, aku tahu istrimu bisa melihat mereka tapi setidaknya jangan sampai mereka tahu , sekarang Arum akan menolong salah satu diantara mereka pasti yang lain juga akan meminta pertolongan juga pada Arum jangan sampai terjadi kembali "


"Baik pak ustad saya juga sebenarnya mau pindah tapi istri saya nggak mau dia itu tetap aja mau di sini nggak tahu kenapa dan saya juga dengar dari istri saya dia mimpi kalau ada perempuan yang dibunuh oleh suaminya. Apakah angker gara-gara itu ya pak"


"Iya bisa jadi saja memang di sini dulu ada sebuah pembunuhan setelah rumah ini ditutup sangat lama bahkan tidak ada yang mau menempatinya yang lewat saja pada takut dan kalianlah yang pertama mau menempati rumah ini, jadi saran saya meskipun istri kamu tidak mau kamu itu adalah kepala keluarga kamu bisa mengatur semuanya lebih baik kamu pindah saja dari sini"


"Baik pak saya akan pindah"