
"Kalian kenapa " tanya Angga yang binggung, melihat ke 4 wanita itu berteriak, Angga masuk kedalam melihat Ayudia yang pucat yang dipeluk oleh Hanin.
"Ayu gak apa apa kan "
"Gak apa apa, engga kok "
Arum segera menghampiri suaminya " kamu tadi nggak denger ya berisik berisik di luar gitu di dapur"
Angga mengelengkan kepalanya " Nggak aku nggak denger apa-apa Rum, tadi aku lagi di gudang beres-beres semua barang-barang dan udah beres. Kalian udah beres belum terus kamar sebelah udah belum Kalian bereskan. Kalau belum aku beresin sekarang "
Tanpa menjawab pertanyaan dari sang suami Arum langsung berlari ke arah dapur dan berantakan sekali bahkan orang-orang pun mengikutinya dari belakang, mereka melihat itu sampai melongo piring gelas semuanya berantakan pecah dan tak mungkin ada yang bisa diselamatkan.
"Loh loh ini kok berantakan kayak gini sih Rum, kenapa piring-piring sama gelas abis pecah gini apa ada orang masuk ke sini buat rusuh" tanya Angga dengan binggung
"Bukan orang Angga yang kacauin ini, kamu juga tahu ini ulah siapa , udahlah kita beresin dulu yang lain aku mau nyapu dulu ini semua"
Arum segera mengambil sapu dan mulai membereskannya tak lupa memaikai sendal, ibunya Angga langsung menarik Ayu dan Hanin untuk masuk kekamar tamu.
Sedangkan Angga membantu istrinya "apa yang terjadi Rum "
Arum menatap suaminya sekilas dan menghembuskan nafas" Bener kata kamu sekali kita membantu mereka, mereka akan datang kembali dan meminta bantuan dengan sosok yang lain"
Angga langsung memeluk sang istri dengan erat sekali " makanya aku dari awal tuh nggak mau kamu nolong mereka karena apa, sekali kamu menolong kamu bakal diminta terus sama mereka untuk menolong mereka juga, dan kamu juga akan punya resikonya kalau terus bantu mereka"
Arum membalas pelukan sang suaminya dan mundukan kepalanya, namun dirinya malah melihat kaki mengantung dan akan menghampiri mereka dengan cepat Arum menarik Angga ke sisi lain..
"Kita udah gak bener kalau disini terus Angga, ada gak temen kamu yang bisa bantu lagi, maksudnya laki laki gitu yang bisa bantu, biar cepet aja kasian ibu, Ayu, sama Hanin "
"Yaudah yu kita keluar dulu sayang, kita telfon temenku. Aku gak mau terjadi apa apa sama kamu "
Mereka berdua segera berjalan keluar, namun Angga yang sempat melihat kebelakang malah melihat piring melayang kearah istrinya dengan cepat Angga menarik sang istri untuk berjongkok pranggg, tembok itu mengenai tembok "gimana Angga ini makin parah "
"Udah ayo kita keluar "
Angga langsung memangku istrinya biar cepat, karena mereka mengarah pada istrinya, sialan dasar hantu hantu itu ya.
Sedangkan ibu, Ayu dan Hanin masih takut takut untuk masuk, apa lagi ini seperti membuka ketakutan lama, Ayu sama sekali tak mau melihat kearah lemari.
"Hanin aku takut "
"Tenang ada ibu, ayo kita beres beres biar cepet ayo "
Mereka berdua menganggukan kepalanya dan segera membereskan semua barang barang yang ada didalam sana kesebuah kardus.
Akhirnya selesai juga, namun tiba tiba pintu tertutup dengan keras, ketiga orang itu langsung menoleh dan diam dengan ketakutan yang sudah ada diubun ubun "gimana nih " tanya Ayu sudah mulai mau menangis.
"Berdoa berdoa " ucap ibunya Angga
"Akkhhhh " teriak Ayudia saat melihat kembali anak kecil waktu itu.
Dia sudah ada didepan mereka bertiga, ibunya Angga terus saja melantunkan doa, dia Alfatihah Ayat Kursi banyak lagi yang dirinya baca.
"Kak ayo main yu mainn, yu temin aku main yu "
Ayudia sudah menangis untuk menghadapi semua ini, dirinya sudah sangat ketakutan dan lemas sekali.
Ibunya Angga dengan cepat menarik tangan Hanin dan Ayudia dan menerobos hantu anak kecil, Hanin dengan cepat membuka pintu dan berlari keluar rumah sampai sampai menubruk Angga yang sedang berdiri sampai jatuh, karena langsung ditubruk 3 orang sekaligus.
Arum membantu suaminya bangkit "kenapa sih kalian " tanya Angga sambil membersihkan pakaiannya yang kotor.
Arum memegang bahu suaminya dan mengelengkan kepalanya, mengkode untuk tak bertanya lagi, karena Arum sudah tahu pasti mereka diganggu didalam sana,
Ayu langsung memeluk Hanin sambil menangis "Hanin kenapa dia muncul lagi."
Tiba tiba brak pintu tertutup dan membuat mereka bertiga mundur dari depan pintu, mereka berlima melihat kedalam rumah dan mereka yang ada didalam sana sedang melihat mereka dengan marah.
"Bagaimana ini Rum, barang barangnya ada didalam sana, semuanya kita harus gimana " tanya Hanin
"Tenang dulu Hanin pasti mereka juga nanti nggak kayak gini lagi, kalau perlu kita hubungin pak Ustad aja deh daripada mereka ganggu terus aku juga udah capek di ganggu terus-menerus minta tolong minta tolong aja mereka ini, "
Hanin menganggukan kepalanya sedangkan Ayudia masih menangis, Arum berjalan kearah luar dan membeli minum diwarung setelah itu memberikannya pada Ayudia "minum dulu Yu, kamu mau pulang aja sama Hanin kita gak apa apa kok, nanti barang barang kalian aku anterin "
Hanin langsung menatap Arum, "gak kita bakal disini bantuin kamu, kamu tenang aja Rum "
"Tapi gimana itu Ayudia udah ketakutan banget "
"Udah Rum aku gak apa apa " kata Ayudia.
Angga yang masih fokus dengan ponselnya terus saja menghubungi teman temannya, untung saja ada yang mau membantunya.
"Gimana Angga pada bisa gak "
"Bisa Rum, mereka akan kesini sebentar lagi "
Angga duduk diteras dan menutup wajahnya, sang ibu langsung mendekati anaknya dan menepuk bahunya " Ibu nggak tahu kalau kejadiannya kayak gini. Ibu nggak tahu kalau gangguannya tuh separah ini, maaf ya Ibu udah remehin apa yang terjadi di rumah kalian, seharusnya ibu itu mencari rumah tuh yang benar malah angker kayak gini dan banyak hantunya. Maaf ya ibu malah jadi repotin kalian dan harus pindah sana sini"
Angga langsung menatap ibunya " udah Bu jangan salahin diri ibu sendiri. Kita kan nggak tahu kalau rumah ini dulunya bekas apa, orang yang kontrakin pun kan nggak bilang juga, ibu nggak usah minta maaf kayak gitu semuanya udah kejadian dan nggak ada yang harus kita lakuin lagi selain yaa udah kita pergi dari rumah ini"
"Iya nak iya "
Ibunya Angga langsung memeluk sang anak dengan erat memang ini semua salah dirinya yang telah membuat anak anaknya terjebak dirumah seperti ini, rumah yanh sepertinya terkutuk, bahkan tetangga tak ada yang keluar saat melihat mereka ada diluar mungkin mereka menganggapnya mereka semua sedang nongkrong diluar aja, padahalkan mereka semua sedang ketakutan.