
Beberapa bulan kemudian Arum kembali mengandung dan itu membuat dirinya dan Angga juga senang akhirnya mereka kembali diberikan titipan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
"Sayang apa kamu yakin sekarang mau ke rumah Teh Neneng emangnya ada acara apa sih di rumah Teh Neneng"
"Iya kita harus ke sana mas, masa sih kita tetangganya nggak datang ke sana padahal kita diundang itu acara pembukaan warung bakso teh Neneng yang ketiga, jadi kita diundang ke rumahnya ya untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan lain-lainnya katanya, tapi memang harus datang masa sih kita nggak datang mas, gak enakan nanti sama teh Neneng nya"
"Ya udah kita datang sekarang ayo kita ke rumahnya teh Neneng kamu juga harus banyak-banyak istirahat Rum"
"Iya mas sayang "
Mereka berdua segera berjalan ke arah rumah Teh Neneng yang memang banyak orang, Arum masuk dan memberikan salam pada mereka teh Neneng langsung menggeser dan menyuruh Arum serta Angga duduk" sini pengantin baru ayo sini duduk-duduk atuh" sambil menyuguhkan makanan dan minuman.
"Ayo dimakan, diminum "
"Iya teh " ucap Arum
Arum segera mengambil salah satu makanannya saat Arum akan memakannya tiba-tiba ada yang berbisik "jangan kau makan di dalam makanan itu ada sesuatu benda yang akan membuatmu menyesal jangan nak jangan jangan makan itu"
Arum seketika menyimpan kembali makanan itu dan tak lupa teh Neneng melihat ke arahnya "kenapa Arum gak dimakan enak kok, nggak ada apa-apa kok di dalamnya kenapa kamu tiba-tiba simpan lagi lihat ibu-ibu neng Arum nggak mau makana apa yang saya buatkan lihat ibu-ibu nih saya buktikan ya teh Arum kalau ini tuh nggak ada apa-apanya, kalau ini tuh nggak beracun teh Arum lihat ibu-ibu yang lain aja nggak apa-apa "ucap teh Neneng dengan sinis lalu dia memakan makanan yang sempat tadi Arum simpan dengan lahap dia terus saja memakannya sambil melihat sinis kearah Arum.
"Lihat tuh saya enggak apa-apa kan kamu ini ya sama saya pikirannya ke mana-mana aja, udah makan makan a Angga juga makan"
"Bukan kayak gitu Teh Neneng ada yang saya lupa kalau saya alergi sama kulit lumpia "ucap Arum mengada-ngada karena mau jawab apalagi
"Oh makan yang lain atuh neng Arum makan yang lain" ucap ibu-ibu yang lain yang mendengar alasan Arum dengan rasa canggung Arum mengambil air minum dan menegaknya, Angga pun sama melakukan itu dia juga merasa ada yang aneh, karena kalau istrinya sudah bertidak seperti itu ada yang berbahaya, istrinya tak alergi dengan kulit lumpia atau apapun itu.
Setelah lama-lama mengobrol Angga dan Arum segera pulang lebih dulu karena memang Angga tidak mau lama-lama di sini, saat berjalan ke arah rumahnya Arum melihat makhluk yang begitu besar ada di depan rumahnya teh Neneng.
Arum yang tidak mau membuat suaminya takut langsung saja berjalan dengan cepat "ada apa sayang kenapa kamu berjalan begitu cepat ada apa"
"Nggak mas aku cuman pengen cepet-cepat istirahat aja ayo mas lebih dicepetin yuk jalannya" ucap Arum sambil memegang tangan suaminya Angga mengangguk anggukkan kepalanya saja sambil menggandeng tangan istrinya pula setelah sampai di rumah, Angga membuka kunci pintu dan masuk Arum membersihkan dirinya terlebih dahulu dan langsung berbaringkan badannya di tempat tidur disusul oleh suaminya.
Arum yang sudah tertidur dengan nyenyak tiba-tiba merasakan sangat sakit di daerah perutnya namun matanya tidak bisa dibuka, matanya begitu lengket seperti di lem saja dirinya tak bisa membuka kedua bola matanya sangat sulit perutnya begitu sakit seperti akan ada yang menarik sesuatu dalam perutnya.
Arum segera membaca ayat-ayat suci Alquran dan tiba-tiba saja matanya bisa terbuka alangkah kagetnya saat dirinya melihat makhluk yang tadi dirinya lihat ada di depannya, dia duduk di tubuhnya dengan menyeringai bulu-bulunya begitu tebal dan menyeramkan namun satu yang membuat Arum sangat kaget wajah dari makhluk itu adalah wajah teh Neneng.
Ada apa ini tiba-tiba saja sesuatu dalam perutnya dikeluarkan dan sosok itu tersenyum dengan sangat menakutkan "sudah aku dapatkan lagi anak ini kalau aku bisa mendapatkannya dengan mudah kenapa tidak, aku sudah mendapatkannya untuk yang kedua kalinya hahaha "ucapan makhluk itu sambil tersenyum menyeramkan.
"Astagfirullahaladzim ada apa ini sayang ada apa" Arum tak menjawab dia hanya bisa menangis tak bisa menjelaskan apa-apa ,dirinya masih shock dengan apa yang terjadi pada dirinya Angga dengan cepat langsung membawa istrinya ke rumah sakit
***
Setelah ada di rumah sakit dan selesai dibersihkan Arum dipindahkan ke ruangan lainnya di sana sudah ada keluarga besarnya, bahkan keluarga mertuanya, Arum hanya bisa menangis tak bisa mengatakan apa-apa lagi neneknya kembali mendekatinya.
"Nenek sudah bilang kan kamu jangan sembarangan untuk memakan atau meminum sesuatu yang diberikan oleh orang lain tetanggamu teh Neneng telah menumbalkan anakmu, agar warung baksonya menjadi banyak pembelinya"
Angga yang mendengarnya langsung marah dia akan pergi langsung ke rumah Teh Neneng dan melabraknya namun ayah dari Angga langsung melarangnya.
"Jangan seperti itu nak jangan kau lakukan hal gegabah"
"Iya kau jangan pergi ke sana Angga, yang ada dia akan melakukannya kepada orang lain lebih baik kalian pindah rumah dan jangan ada di sana lagi, jauhi tetanggamu yang itu dia sirik dengan Arum dia sirik karena Arum baru menikah sudah mempunyai anak tapi dia belum dia sirik karena Arum bahagia tanpa harus bekerja keras, sedangkan dirinya harus membantu suaminya untuk bekerja jangan kau lakukan itu lebih baik kau pindah lagi rumah dan mencari rumah yang begitu jauh dengan orang itu orang sirik tidak akan pernah insaf dan tidak akan pernah mengakui kesalahannya lebih baik kalian mengalah dan pergi dari sana"ucap neneknya.
Arum tak usah menjelaskan neneknya sudah menjelaskan semuanya, kenapa dirinya tak menyadari kalau teh neneng akan berbuat jahat seperti itu pada dirinya ini.
Akhirnya Angga menuruti apa kata-kata dari neneknya Arum dia akan pindah rumah lagi untuk keselamatan istrinya dan juga keluarganya, Angga tidak mau kejadian ini kembali terjadi pada sang istri sudah cukup dirinya kehilangan dua anak tidak lagi untuk kesekian kalinya.
***
Satu tahun kemudian Arum sudah mengandung kembali anak, baru 8 bulan, 1 bulan lagi akan melahirkan. Arum yang sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya segera memanggil suaminya yang masih tidur bahkan sekarang mereka sudah pindah tidak di rumah itu lagi dan tidak mengenal lagi Bima.
Awalnya Arum menyangka kalau Bima yang melakukan ini, ternyata teh Neneng orang yang tak pernah dirinya sangka-sangka dirinya selalu main bersama teh Neneng membeli dagangannya dan mengobrol-ngobrol dirinya rasa teh Neneng tidak ada rasa iri ataupun apapun padanya ternyata di dalam lubuk hatinya yang paling dalam menyimpan sesuatu padanya.
Dan dengan teganya teh Neneng malah mengambil anaknya hanya untuk kepentingan duniawinya saja, namun dirinya sekarang bersyukur sudah kembali hamil anak ketiga meskipun kedua anaknya tidak bisa selamat. Namun untuk yang kali ini dirinya harus selalu menjaganya.
Suaminya pun sudah menerima atas apa yang dilakukan oleh teh Neneng, mungkin ini adalah kehidupannya yang akan dimulai kehidupan sempurna yang dirinya akan lakukan bersama suaminya Angga.
Dirinya dan juga Angga yang awalnya hanya seorang sahabat biasa menjadi menikah seperti ini menjadi satu keluarga ini adalah sesuatu yang sangat tak di sangka oleh Arum namun inilah cerita dirinya dari awal bisa melihat makhluk halus sampai dirinya menikah dan akan mempunyai anak.
Mungkin sampai sini saja cerita aku Arumi dan juga Rangga semoga kalian sehat selalu dan doakan aku bersama Angga agar kami selalu menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warahmah dan terima kasih untuk kalian yang selalu membaca dan mendengarkan semua yang aku ceritakan.
Cerita berakhir sampai sini, kehidupan ku dan juga Angga akan dimulai lagi, selamat tinggal semuanya nya.
...Tamat...