
Arum sekarang tiba-tiba saja sadar, namun Angga segera membekapnya. Arum yang kaget ada dibawah begitu lalu menatap Angga dan mendengar suara seseorang seperti sedang mengusur sesuatu.
Namun terlihat jelas orang itu keluar dari dalam uks "siapa itu Angga " tanya Arum sambil berbisik
"Entahlah aku pun tak tau Rum, siapa orang itu. Untung saja kita selamat "
"Hemm Angga tapi kita jangan keluar dulu takut orang itu masih ada dan nanti menjebak kita lagi "
"Iya Rum kita diam saja dari pada ketahuankan"
Akhirnya mereka berdua menunggu dengan sabar, namun entah sampai kapan harus menunggu seperti ini. Jika nanti keluar takutnya pembunuh itu menunggu mereka berdua keluar.
**
Sedangkan bu Tika dan pak Yandi sekarang sedang masuk kedalam sebuah ruangan, karena mndengar suara teriakan seseorang. Mereka berdua berjalan dengan mengendap-endap takut disana ada seseorang.
"Pak apakah benar suara tadi berasal dari tempat cucian "
"Iya benar bu, siapa yang mencuci ya bu semalam ini "
"Coba buka pak "
Saat pak Yandi membukannya alangkah kagetnya, saat melihat siswinya ada didalam sana dengan mata membelalak dan mulut mengangga.
Bu Tika langsung memundurkan badannya kaget dengan temuan mereka berdua. Kenapa masih ada korban. Bukannya sudah mati Raynya.
"Pak berarti dalang dari semua ini bukan Rey " tanya bu Tika dengan wajah was-wasnya.
"Pasti dia bu, mungkin saja dia mempunyai komplotan "
"Jadi sebenarnya siapa lagi pelakunya pak "
"Bisa saja Tri diakan sahabat baik Rey dan Lidya "
"Kenapa membawa-membawa Lidya. Dia kan sudah wafat pak. Lalu apa urusannya dengan Lidya "
"Ceritanya panjang bu, pokoknya Lidya adalah sumber masalahnya. Seperti ada yang ingin balas dendan atas kematian Lidya "
"Tapikan Lidya mati karena bunuh diri bukan dibunuh pak "
"Sudahlah bu mari kita kekelas dan tanya semua ini pada Tri" Pak Yanti segera mengalihkan pembicaraanya entahlah kenapa, seperti ada sesuatu yang disembunyikan oleh pak Yandi.
"Hemm mari pak "
Segera mereka berdua berlari kedalam kelas, untuk menanyakan semua ini pada Tri, sekarang Tri tersangka kedua. Jadi sebenarnya siapa pembunuhnya ?. Semua jadi binggung dan menuduh sana sini.
**
Saat murid-murid sedang tidur, ada salah satu siswi yang dicekik dan dibawa kesuatu tempat. Dia sudah meronta-ronta namun hasilnya nihil tak bisa lepas sama sekali.
Disana tak ada yang tahu bahwa ada korban kembali yang dibawa. Bahkan perempuan itu ditarik selama perjalanan kedalam tempat rahasia pembunuhan yang sebenarnya.
Mereka semua tidur dengan nyenyak, tak ada yang terganggu sedikit pun.
Gedebruk suara orang jatuh, lantas semua siswa dan siswi bangun. Karena dikagetan oleh kegaduhan itu. Mereka was-was takut jika itu pembunuhnya.
"Dimana Tri " tanya pak Yandi yang tadi terjatuh saat masuk kedalam kelas.
Semua murid segera mengedarkan pandanganya lalu mengelengkan kepalanya tak tau keberadaan Tri.
"Kalian semua kan tadi bersama Tri masa gatau sekarang dia dimana " marah pak Yandi.
"Kami semua tidur pak, jadi gatau kemana kak Tri " jawab Bella
"Lalu Arum dan Angga mana " tanya pak Yandi kembali
"Tadikan pergi sama bapak dan ibu " kata Hanin.
"Kalian kunci ruangan ini. Jangan ada yang keluar, kami berdua akan mencari Angga dan Arum "
"Baik pak " ucap mereka serentak
Segera bu Tika dan pak Yandi pergi kembali, untuk mencari dua muridnya yang hilang dan mencari Tri yang sekarang sudah menjadi tersangka.
"Adell kamu kemana aja " bisik Arum yang sangat khawatir.
"Aku ada kak, aku selalu ada. Tapi hantu yang menyerupai kakak menghalangiku dan membuatku tak bisa terlihat oleh kakak "
"Sekarang ayo keluar kak, sudah aman orang itu sudah pergi " sambung Adell.
"Kamu bicara sama siapa Rum " tanya Angga yang kebingunggan
"Sama Adell adik aku "
"Hah sejak kapan kamu punya adik Rum "
"Udahlah nanti aku ceritain, sekarang ayo keluar kata Adell diluar udah aman "
"Yaudah ayo "
Segera mereka berdua keluar dari tempat persembunyian, saat Arum membuka tangannya jatuh sebuah benda. Angga segera mengambilnya.
"gantungan siapa ini Rum "
"Hah itu gantungan pembunuh kak Lidya " Arum yang binggung segera mengambilnya dari tangan Angga. Kenapa bisa ada ditangannya.
"Siapa lagi Lidya Rum "
"Dia adalah sosok yang mempunyai paras sama denganku Angga, namun takdirnya sangat tidak baik dia dibunuh teman kak Tri. Aku tadi masuk kedalam dimensinya dan melihat semua kejadian yang sebenarnya"
"Lalu kita sekarang bagaimana Rum "
"Kita harus mencari pelakunya dan membuat dirinya menyerah diri
kekantor polisi agar semua ini selesai Angga. Aku tak mau sampai ada lagi korban. "
"Yasudah ayo Rum, aku pun gak mau kalau harus ada yang mati kembali, sudah cukup semua ini. Memang kamu tahu siapa pembunuhnya "
"Aku tahu siapa pembunuh kak Lidya, bahkan dia adalah orang terdekatnya kak Lidya "
"Ayo kak ikut Adell ya. Kita selametin dulu temen kakak yang lagi disekap kasihan dia "
"Yaudah ayo Dell "
Segera mereka berdua mengikuti kemana Adell berjalan. Berarti masih ada korban yang akan dibunuh oleh pelaku.
Angga yang tak tau apa-apa dan binggung hanya diam mengikuti kemana Arum pergi. Tapi tak melepaskan sedikit pun tautan mereka berdua.
**
Hanin yang sudah berhasil mengunci kelas segera kembali, dia sudah sangat lelah dan sekarang sahabatnya tak ada Arum dan Angga entah ada dimana.
"Gimana sekarang keadaan Arum sama Angga ya " tanya Hanin kepada sahabat-sahabatnya yang lain
"Gak tau aku juga Nin aku takut banget terjadi apa-apa sama Arum, kenapa bisa kepisah sama pak guru dan bu guru " jawab Bella
"Aku apalagi, khawatir banget sama mereka gimana kalau terjadi apa-apa coba" timpal Ayudia.
"Yaelah temen kalian aja sok-sokan pengen jadi super hiro ikut-ikutan lagi. Tau ini bahaya malah ikut aja " ucap Tinah dengan sewot.
"Yeh apaan sih, nenek sihir ikut-ikutan aja. Daripada kamu cuman bisa diam dan nyiyirin orang aja ga ada guna kamu. Semoga setelah ini kamu yang jadi korbannya " ucap Hanin dengan wajah tengilnya.
"Kurang ajar kamu Nin, kamu pengen aku mati "
"Iya biar ga ada yang drama-drama lagi. Cape dengerin ocehan kamu yang semuanya itu omong kosong. Kalau ga kamu berobat deh siapa tau kamu gangguan jiwa "
"Kamu yang ganggyan jiwa Hanin, kamu tuh kenapa sih kayanya benci banget sama aku "
"Bukan kayanya, emang gue bener-bener benci sama lu nenek sihir "
Tinah yang tak terima segera menghampiri Hanin, lalu mereka malah saling jambak-menjambak saat situasi sedang genting begini.
Bella dan Ayudia segera cepat-cepat memisahkan mereka berdua. Seharusnya kan sekarang diam tenang, bukannya membuat kegaduhan seperti ini.
"