
Sekarang Arum dan Angga sudah ada dikelas kembali duduk ditempatnya masing-masing dari tadi Ayu dan Hanin sibuk bergosip sedangkan Arum dari tadi menatap tempat duduk Tinah kenapa kosong.
"Arumm hey " ucap Hanin sambil melambai-lambaikan tangannya dihadapan wajah Arum.
"Eh iya Nin kenapa "
"Ish kamu ya dari tadi diajak bicara gak nyaut-nyaut kenapa sih Rum "
"Kok tempat duduk Tinah kosong Hanin, apa dia sakit"
"Engga dia ga sakit Rum, dia diskors 1 minggu masalah yang ngunciin kamu itu loh, terus sama dianya bohong terus sama bu Dea dan dia juga dikasih sp 1"
"Ya ampun terus gimana dong, dianya kemarin gimana Han "
"Udah lah kamu jangan fikirin dia biarin aja "
Arum tak menjawab lagi. Sebenernya siapa sih yang nyebarin fidionya jadi penasaran deh.
Apa aku harus minta maaf sama Tinah gara-gara aku dia harus disekors.
Sedangkan dibangku yang lain sedang ada yang menatap Rumi dengan intens melihat setiap gerak gerik apa yang dilakukan oleh Arum.
Dia sangat menyayangi Arum dan ingin selalu ada disisinya terus menerus, ingin melindunginya agar Arum selalu aman.
Apakah itu bisa terwujud, apa Arum akan mau dengannya bagaimana kalau Arum tak mau dan menolaknya dengan mentah-mentah ah jadi pusing deh mikirinnya.
Tapi akan dicoba dulu deh siapa tau Arum sama sepertinya kan dan nanti bisa hidup bersama-sama.
***
Arum sudah pulang kerumah segera Arum masuk kedalam kamar dan mengeluarkan handphonennya yang ada didalam tas.
Namun yang terambil sebuah coklat dan sebuah surat, dari siapa ini ya.
Segera Arum buka surat itu.
Hai Arum coklatnya dimakan ya enak kok, tenang ga aku simpen racum kok didalamnya dimakan ya
Salam kenal dari aku.
Makin binggung saja Arum, dari siapa ini tak ada namanya sama sekali.
Aku kira dari Angga coklat ini, tapi tak apalah makan saja.
Saat Arum sedang asyik-asyiknya sedang memakan coklatnya tiba-tiba ada yang menoelnya.
Ternyata seorang anak kecil yang waktu itu dia temui dikamarnya juga.
"Hai namamu siapa adek manis " tanya Arum
"Hah kakak bisa melihatku beneran ini kak, perkenalkan namaku Adelia " jawab anak kecil itu sambil meloncat-loncat girang.
"Bisa dong, nama kamu bagus sekali, kamu kenapa bisa ada dikamar kakak "
"Wah kakak hebat, padahal orang tua aku gabisa lihat aku, aku kasihan sama ibu ku yang selalu menangis kak. Aku juga sedih kak Lihat ibu yang menangis terus tapi aku tak bisa memegang ibu dan berbicara padanya " cerita Adelia lalu menundukan kepalanya sedih.
"Kan sekarang kakak udah bisa lihat Adel jadi jangan sedih dong "
"Nanti orang tua aku bisa lihat aku ga kaya kakak " dengan wajah yang menggemaskan.
"Hemmm sepertinya tidak Adel sayang, tapi kamu tenang kakak akan selalu mengajak kamu berbicara terus ya "
"Beneran kakak bakal terus bicara sama aku "
"Iya dong kakak, akan terus dengerin setiap cerita kamu "
"Yeyy akhirnya Adel punya teman" sambil berlari-lari dikamar Arum.
Arum hanya diam sambil memakan coklat itu dia senang sekali melihat bocoh itu.
"Udah jangan lari-lari cape tau duduk sini Adellnya "
"Arum kamu bicara sama siapa " tanya mamahnya.
"Eh engga mah, aku lagi menghafal naskah buat pentas disekolah " bohong Arum.
"Iya mereka saya Adel sayang "
"Hemmm yasudah Adel mau main dulu dadah kakak cantik " seketika Adel menghilang entah kemana menembus tembok rumahnya.
Huff untung saja aku tadi tak berteriak, kenapa Adel ada dirumahnya coba hantu kecil yang mengemaskan sekali.
Kalau semua hantu mengemaskan seperti Adell pasti aku tak akan takut.
Tapi yang lain itu sangat menakutkan selalu menampakan wujudnya yang menaturkan sekali padaku.
Mereka selalu meminta tolong padaku tapi mereka tak mengondisikan wujud mereka yang menyeramkan.
Untuk hantu yang disekolah untung saja tak menampakan kembali wujudnya kalau saja menampakan lagi pasti aku akan pingsan.
Tiba-tiba ada yang menelfon Arum siapa ini nomer siapa lagi segera Arum mengangkatnya.
"Hallo Assalamualakum ini siapa ya "
"Hallo walaikumsalam Arum ini Bella " jawab disebrang sana
"Eh iya Bella kamu punya nomer aku dari siapa "
"Dari group dong Arum, kamu udah sampai rumah Arum "
"Udah kok Bell baru aja sampai "
"Oh iya deh bagus nantu kapan-kapan kita main ya Arum "
"Iya ayo Bell "
"Oke deh dadah Arum "
"Eh iya dadah " ucap Arum denga canggung.
"Kakak sedang telfonan dengan siapa " tiba-tiba saja Adel ada didepan wajah Arum.
Arum yang kaget segera mengusap dadanya. "Kamu ngagetin kakak aja sayang "
"Hehehe maafin Adell ya kakak cantik. Aku seneng banget kakak bisa lihat aku. Nanti saat kakak sekolah apakah aku boleh ikut "
"Boleh asalkan kamu jangan nakal ya nanti disana "
"Iya siap kakak cantik " sambil duduk dipangkuan Arum dan memeluk Arum dengan sayangnya.
Entah kenapa Arum dekat dengan Adel sangat nyaman sekali tak ada rasa takut sedikit pun tak seperti kepada yang lainnya.
Arum menjadi sedikit aneh dengan kelakuan Bella kenapa Bella hanya mendekatinya saja sedangkan pada yang lain Bella sama sekali tak berbaur.
Apa dalam dirinnya ini ada yang membuat Bella tertarik padanya.
Biarkan saja lah mungkin Bella hanya ingin mencari teman saja dan Arum dengan senang hati akan berteman dengan Bella.
Siapa tau kalau sudah mempunyai teman Bella ga akan jutek jutek lagi dan akan lebih terbuka nanti padanya dan sahabatnya juga yang lain.
***
Bella yang sedang senang kegirangan karena sudah menelfon Arum hanya tersenyum-senyum saja sambil sesekali mengguling-gulingkan badannya itu diatas kasur.
"Bella cepat bantu ayah " teriak ayahnya itu diluar kamar Bella.
Segera Bella keluar dengan malas-malasan "ada apa sih ayah "
"Cepat bantu ayang membereskan kertas-kertas ini, ibumu sedang tak ada "
Dengan cepat Bella membersihkannya tak mau membuat ayahnya itu marah dan akan menyiksanya kembali.
Sebenarnya Bella sudah sangat muak tinggal bersama ayahnya yang kasar dari kecil dia sudah disiksa oleh ayahnya ini dan ibunya tak bisa melakukan apa-apa.
Dan kadang jika Bella melakukan kesalahan dia pasti akan di tampar atau bahkan sampai dipukul dengan rotan.
Bella sungguh benci dengan ayahnya ini nanti saat dia sudah bekerja dia tak akan tinggal lagi bersama kedua orang tuanya dia akan pergi.
Lebih baik tinggal sendiri daripada harus disiksa setiap harinya kalau seperti ini terus dia akan membeci setiap laki-laki dimuka bumi ini dan menganggap mereka itu sama.