
"Pak Bima kau kemari " kaget Arum saat melihat pak Bima kerumah sakit dengan wajah yang babak belur
" Iya aku kemari, sekarang dimana Sasa apakah dia baik-baik saja"
"Dia koma dan keguguran, Bagaimana Pak, apakah Bapak sudah puas melihat Sasa menderita seperti ini, dia keguguran Pak di usia yang belia begini, saat melakukannya apa bapak tidak berpikir kalau pada akhirnya Sasa yang akan hancur dan menderita. Bapak tidak akan hancur karena bapak hanya seorang pengecut "
" keguguran, Kenapa bisa apa yang terjadi apa dia dibully lagi oleh Farah dan teman temannya "
"Oh jadi selama ini bapak tahu kalau Sasa selalu dibully, Lalu kenapa Bapak tak pernah membelanya atau melaporkannya kepada kepala sekolah. Kenapa Bapak diam saja seharusnya Bapak bisa bertindak bukannya Sasa pacar Bapak kan, bukannya seseorang yang sudah bapak pakai kan. Lalu kenapa hanya untuk membelanya saja Bapak tidak bisa. Untuk apa Bapak sekarang kesini jika hanya untuk diam dan menanyakan tentang kejadian apa yang terjadi pada Sasa"
"Saya akan bertanggung jawab "
"Bertanggung jawab untuk apa, saat Sasa sudah mengalami drop dan koma seperti ini, kau dulu kemana saja, kemana hah, saat Sasa meminta pertanggung jawaban kau kemana, kau dasar laki laki plinplan, oh ya apa ada yang mengancam mu sampai kau kemari dan ingin bertanggung jawab "
"Sudah Bu Arum, aku disini sudah akan bertanggung jawab kau jangan terus saja menyalahkanku. Au lelah aku capek kau berbicara terus-menerus tanpa henti. Ini urusanku dengan Sasa kau tak usah ikut campur aku ada yang mengancam, aku datang dengan sukarela itu bukan urusanmu"
Arum segera mendekat memjambak kerah pak Bima dan menatap kedua bola mata pak Bima
"Dengar ya Sasa adalah temanku dan dia adalah adikku Aku akan terus ikut campur sampai dia bahagia. Aku takkan rela kau kembali lagi pada Sasa. kau tidak akan bisa membuat Sasa Bahagia kau itu laki-laki brengsek dan tidak tahu diri"
"Hey kau kenapa kasar pada perempuan, apa aku sudah tidak waras hah, dasar kau laki laki gila tak punya hati mendorong perempuan dengab begitu kasarnya."
"Datang lagi masalah " gumam pak Bima.
"Dokter dia memang laki laki pengecut dan tidak punya harga diri makannya dia berani padaku dan kasar padaku "
"Jaga ucapan mu bu Arum, kau sudah melebihi batasmu, kau sudah terlalu jauh ikut campur tentang masalahku "
Pak Bima maju sambil mengacungkan tangannya akan menampar Arum, namun dokter Andrian langsung menangkapnya dan mendorongnya.
"Pergi kau dari rumah sakit, jangan datang kemari lagi. Kau kasar dan kau sudah gila ingin main tangan pada perempuan . Aku doakan semoga tak ada perempuan yang mau dengan mu dan akan selalu menjauh darimu perempuan itu"
Pak Bima tanpa banyak bicara langsung pergi dengan nafas yang terengah engah, emosinya sudah sangat memuncak dan ingin segera menghabisi bu Arum.
"Awas saja kau bu Arum tak akan lepas kau dari tanganku, selanjutnya kau yang akan menjadi korbanku. Aku akan menghabisi mu, lihat saja aku tak main main dan aku yang akan mendatangi asrama mengusur mu untuk melayaniku "