
Arum kembali pulang malam, dirinya sedang menaiki tangga namun tiba-tiba tembok di sebelahnya yang memang selalu mengeluarkan cairan hitam dan selalu ada yang mengetuk. Dengan memberanikan diri Arum segera mendekati tembok itu dan menempelkan telinganya tiba-tiba
"Tolong saya tolong tolong keluarkan saya tolong bantu saya"
Arum yang kaget segera menjauhkan telinganya dan dengan cepat ingin masuk ke kamarnya namun tiba-tiba dia malah bertabrakan dengan Sasa yang ingin keluar "Kau mau ke mana malam-malam seperti ini"
" Tidak Kak Aku hanya ingin menenangkan diriku saja "
"Menenangkan diri di mana, kenapa kau ingin keluar ayo ceritakan denganku saja jangan sungkan-sungkan dan jangan takut denganku.Aku bukan orang berbahaya hanya saja aku bisa melihat orang-orang yang sudah mati itu saja kau jangan takut padaku katanya kau ingin berteman denganku Lalu kenapa sekarang kau menjauhiku "
"Maafkan aku Kak, aku hanya aneh saja Kakak mengetahui semuanya tentang ibu yang sudah meninggal dan tentang guru matematika itu. Sungguh aku bukannya ingin menjauhi kakak cuman saja aku kaget "
" Ya sudah kau sekarang jangan takut denganku karena aku tidak akan melakukan apa-apa dengan mu. Dan sekarang kau masuklah kembali ke kamarmu, nanti kalau ada Ibu Wati Bagaimana. Kau akan dimarahi dan kau akan dihukum Ayo cepat kembali ke dalam kamar mu"
" Baiklah Kak aku pergi "
Setelah Sasa pergi tiba-tiba saja ada yang memegang bahu Arum, Arum yang masih takut dengan tembok itu dengan suara yang keluar dari tembok itu dengan terbirit-birit segera berjalan tanpa menghiraukan orang yang memegang bahunya.
"loh ada apa dengan Bu Arum, saya kan mau bertanya malah dia pergi "ucap bu Wati. Bu Wati yang tak tau mau melakukan apa apa lagi akhirnya pergi saja.
Arum dengan terbirit-birit segera menutup pintunya dan menghembuskan nafasnya dengan tenang "Ada apa denganmu Kenapa kau ketakutan seperti itu" tanya kakak tingkat yang tiba-tiba saja ada di depan Arum.
"Kau ini menakuti ku saja Kak, kau tiba-tiba saja ada di depan ku seperti ini."
"Biasanya kau tak kaget denganku, Ada apa sebenarnya "
"Apakah kamu mengetahui tentang tembok yang mengeluarkan cairan hitam itu. Apakah ada sesuatu di dalam sana "
" Entahlah dari dulu juga tembok itu selalu mengeluarkan cairan hitam dan kami juga tidak tahu tapi cairan itu tidak berbau dan jika malam-malam suka ada orang yang meminta tolong dari dalam tembok itu "
"Yah berarti memang dari dulu memang itu sudah angker, tadi aku mendengar ada seseorang yang meminta tolong dalam tembok itu apakah disana ada orang atau maksudku mayat yang dikubur di dalam tembok "
"Entahlah aku pun tak tahu, mungkin saja ini berkaitan dengan Putri Ayu Ningsih, atau berkaitan dengan Saidah, kita harus memecahkannya satu persatu "
" Yah kau benar-benar sekali. Udahlah aku sekarang mau istirahat dulu, kau pun segera istirahat Aku sudah lelah "
"Aku tak bisa tidur aku ini hantu. Apakah kau lupa kalau aku hantu "
" Ya ampun aku sampai lupa ya udah aku tidur dulu ya"
" Ternyata kau mengingatkanku pada seseorang Arum, Apakah kau reinkarnasi dari perempuan itu. Kau sungguh mirip dan aku seperti hidup kembali dan melihat kau kembali hidup "
"Tapi tidak deh kau tidak terlalu mirip ternyata Arum kau lebih manis darinya. Apakah salah aku sekarang mengagumimu. Seorang hantu yang bergentayangan yang belum selesai dengan urusannya, aku sekarang mengagumi seorang manusia sepertimu, "
Tiba tiba saja Arum bangun dan membuat kakak tingkat itu salah tingkah "kenapa kau bangun Arum "
"Tidak aku hanya kebetulan saja melihat kearah mu, jangan sok deh, aku tak sengaja melihat mu "
"Ah masa sih, bohongkan kamu kak, kamu lagi natap aku, kamu suka ya sama aku "
"Enggak lah masa aku suka sama manusia, kamu ini suka ada ada aja Arum,aku ini hantu sedangkan kamu itu manusia mana mungkin kita bisa bersatu aku udah mati lama, kau masih hidup bahkan kita gak akan mungkin bisa sama-sama, setelah urusan aku beres pasti aku akan menghilang dari dunia ini, kita gak akan ketemu lagi sampai kapan pun "
"Iya Kak, Arum kan cuman main-main aja, sedikit-sedikit lah jangan terlalu serius kita ini harus menikmati semuanya dulu dong Kak "
"Iya iya gimana kamu aja, kamu mau lihat bulan nggak, bulan yang indah dan sangat indah untuk dipandang pokoknya "
"Boleh mana aku mau lihat bulan yang kata Kakak itu cantik maksud aku Indah sama aja kan? " sambil tersenyum.
Hantu kakak tingkat itu segera mencentikan tangannya dan jendela kamar Arum langsung terbuka, dan tempat tidur Arum tiba tiba saja bergerak dan Arum merasa tak percaya dengan semua ini. kenapa bisa seperti ini.
Sekarang Arum sudah ada didepan jendela dan juga kakak tingkat itu sudah duduk disebelah Arum, bersandar pada bahu Arum.
"Bagaimana bagus kan, ada bulan yang indah menerangi kau, jadi apakah aku boleh meminjam bahumu ini yang sungguh kecil "
"Yah wah indah sekali bulannya, sangat terang aku suka. Iya Nggak apa-apa pinjem aja bahu aku yang kecil sampai Kakak Puas. Kok bisa ya Kakak pindahin tempat tidur Aku dan buka jendela gitu tiba-tiba bagus banget hebat deh Kakak sulap ya"
"Kamu mau meledek aku ya, aku sudah bilang aku ini hantu aku bisa memindahkan barang-barang tapi energiku Cukup terkuras banyak. Makanya aku sekarang lemas jadi aku meminjam bahumu yang kecil ini untuk sekedar memulihkan lagi tubuhku ini yang sudah lemah akibat memindahkan tempat tidurmu dan dirimu yang duduk di sini, sungguh berat dan membuka jendela ini juga "
"Aku kira emang Kakak punya kekuatan gitu, aku baru tahu sih tapi bagus deh hebat , kakak tahu dari mana Kalau ada bulan di luar. apa tadi kakak ngintip dulu keluar, Kok bisa tahu sih"
"Udah jangan cerewet kamu nikmati aja jangan banyak bicara. Mau aku kamu pindahkan ke atas loteng mau gak "
"Galak amat sih ya enggak mau lah ngapain juga di atas loteng dingin tahu, ya udah aku diem aku bakal silent aku gak akan bicara lagi aku akan lihat bulan itu sampai aku tertidur"
Dan benar saja beberapa detik kemudian Arumsudah tidur dan , hantu kakak tingkat itu hanya bisa menatap wajah Arum dengan senyum yang merekah dan tangannya perlahan-lahan mengusap wajah Arum.