
Mereka sekarang sudah ada dirumah ibunya Angga, dia langsung memegang tangan Angga dan Arum satu persatu "maafkan ibu yang sudah meragukan pembicaraan kalian, seharusnya ibu percaya dan tak seperti ini, sungguh ibu minta maaf, ibu malah marah pada kalian, seharusnya ibu sebelum mencarikan rumah untuk kalian berdua itu ya diselidiki dulu bagaimana rumah itu, bekas apa, apakah sudah kosong lama atau tidak "
Arum mengusap tangan ibu mertuannya dengan sayang "ibu tak usah merasa bersalah seperti itu dan jangan meminta maaf, Arum tahu tak semua orang percaya kalau mereka yang terlihat itu ada, Arum sangat mengerti bu, jadi ibu jangan menyalahkan diri ibu ya, kita jadian kejadian ini sebuah pelajaran hidup untuk kita kedepannya, semoga apa yang pernah terjadi pada kita sekarang tak akan terjadi lagi "
"Aminn benar bu jangan minta maaf seperti itu, Arum dan Angga jadi tidak enak, ibu tenang saja kami berdua baik baik sajakan, dan sekarang pun ibu sudah tahukan kebenarannya, yang sudah terjadi ya sudah jangan diungkit kembali bu "
Ibu Angga menatap kearah Angga lalu Arum dan tersenyum lalu memeluk mereka berdua dengan sayang, lalu melepaskan pelukan itu kembali "jadi malam ini kalian mau pulang kesana atau tidur disini "
Angga dan Arum saling pandang lalu "kita sekarang akan pergi kerumah itu dan membereskan semua barang barang kami agar nanti pagi kita langsung pindah, Angga sudah cari rumah bu, dan alhamdullilah menurut Angga dan juga Arum nyaman tempatnya nanti ibu ikut kita pindahan ya "
"Iya pasti Ibu ikut dan sekarang juga ibu akan bantuin kalian buat pindah beres-beres semuanya ya biar cepat. Ibu juga nggak mau kalian tinggal di sana lagi takutnya kejadian yang aneh aneh lagu udah yuk sekarang kita pergi mumpung masih sore ajak juga dong Angga Arum Ayu sama Hanin buat bantu pasti mereka mau deh bantu bantu biar rame aja ibu juga udah gak liat mereka main lagi kemana "
"Iya Bu sekarang aku telepon dulu ya Ayu sama Hanin. Semoga aja mereka lagi libur kerjanya aku telepon dulu ya"
"Iya sayangg "
Arum langsung pergi dan duduk dikursi ruang tengah lalu menghubungi Hanin, dan tak butuh waktu lama sudah diangkat "Hallo Hanin apa kabar "
"Hallo Arum baik Rum, gimana kamu pengantin baru nih "
"Syukur kalau kamu baik-baik aja Hanin, Alhamdulillah aku baik kamu cepet nyusul ya nikah. Oh ya kamu lagi sibuk nggak sekarang"
"Doain aja ya Rum, semoga pacar aku cepat-cepat lamar aku tapi kayaknya bakal lama kakaknya belum nikah dan orang tuanya nggak mau sampai kakaknya di duluin nikahnya sama pacarku dan aku, jadi aku harus sabar dan nunggu lagi. Aku nggak kok nggak lagi sibuk Rum, ini lagi di rumah aja malahan jenuh banget ini juga lagi sama Ayu lagi main tadinya mau nelpon kamu buat main kesana tapi nggak enak kamu kan udah punya suami"
"Aku doain yang terbaik buat kamu ya Hanin, padahal kalau mau main ya main kenapa harus kayak gitu Angga juga pasti akan izinin , kalian kayak sama siapa aja, Anggakan juga temen kalian kenapa harus kayak gitu takut takut "
"Ya takutnya kalian lagi berdua berduanya terus diganggu sama kita berdua kan gak enak "
"Engga kok nanti kalau mau main ya main aja, kalian bisa gak bantu aku sama Angga "
"Bantu apa Rum, kalau kita bisa pasti kita akan bantu "
"Emm aku sama Angga mau pindahan, kita gak akan tinggal disana, kalian mau gak bantu kita pindahan tapi kalau gak bisa juga gak apa apa kok "
"Ist apaan sih kamu ini, tenang aja aku pasti bantu kamu, kapan nih mau sekarang Rum "
'Iya Hanin sekarang bisa gak "
"Iya Hanin makasih ya sebelumnya "
"Iya sama sama Rum, kayak sama siapa aja kamu Rum "
Sambungan pun berakhir Arum segera masuk kembali kedalam rumah, tak sengaja dirinya malah melihat sosok perempuan yang berdiri tak jauh ditempatnya namun dengan sebisa mungkin Arum menghindarinya, segera Arum menutup pintunya dan berlari kearah ibu dan suaminya.
**
"Hanin apakah kamu serius mau bantu Arum sama Angga "
"Iya kenapa Yu, kamu gak mau ya bantu mereka, kenapa Yu kamu gak mau"
"Bukannya aku nggak mau kamu nggak ingat ya tentang kejadian kita di rumah itu. Gimana kalau ada anak kecil itu dan ganggu kita lagi atau ada hantu-hantu yang lain gitu rumah itu kan benar-benar angker, aku tuh udah trauma buat datang ke rumah itu, aku nggak mau ke sana lagi beneran deh aku beneran gak mau Hanin, kamu mau diganggu lagi bahkan untuk melupakan itu semua aku butuh waktu satu minggu lebih untuk ke kamar mandi saja aku selalu minta Ibuku untuk mengantarkanku, lalu kita datang lagi ke rumah itu apa gak salah Hanin "
Hanin duduk disamping Ayu dan menatapnya dengan lekat" Arum itu sahabat kita, dia lagi butuh bantuan masa sih kita nggak ada buat dia, sedangkan dia dulu saat kita kesusahan selalu ada. Apakah kamu akan lebih takut pada mereka maksudnya hantu daripada membantu Arum yang selalu ada untuk kita, lalu saat kita sedang butuh kita tidak ada untuknya, ayolah kamu jangan kalah oleh hantu, fikirkan perasaan Arum, ingat dia juga saudara kamu loh Yu, dia kalau gak mepet mepet banget gak akan minta tolong sama kita, kayaknya dia buru buru deh pindah dari sana"
Ayu menundukan kepalanya dan meremas tangannya, memang kejadian waktu itu sangat membekas dihatinya sampai sampai dirinya trauma dan tak mau kemana mana sendiri, kalian bayangkan saja ada anak kecil yang tiba tiba ngajak main dan itu bukan manusia, dia begitu pucat dan menyeramkan, waktu itu adalah pertama kalinya dirinya melihat hantu yang menyeramkan.
Sungguh menyeramkan anak kecil itu langsung memperlihatkan wujudnya yang sebenarnya, wujudnya yang tak biasa, wujud penuh darah dan muka yang hancur entah kenapa dia waktu masih hidup kecelakaan atau entahlah dirinya tak ingin tahu.
"Yu kamu gak apaa apa kan, kalau kamu gak bisa aku biar berangkat aja sendiri, aku ke sana kamu nggak usah ikut nanti aku bilang sama Arum, dia juga pasti maklum kok kamu nggak usah maksain kalau kamu emang nggak berani untuk masuk lagi ke rumah itu dan mengingat tentang kejadian itu, aku paham itu udah membuat kamu trauma nggak papa kok aku nanti bilang sama Arum sama Angga juga, mereka nggak akan marah sama kamu mereka juga pasti ngerti. Makanya sekarang mereka pindah dari rumah itu kan berarti teror udah makin aneh-aneh awalnya Arum nggak mau kan pindah dari rumah itu dan pengen mempertahankan rumah itu, tapi akhirnya juga dia memutuskan untuk pindah juga jadi aku harus membantu Arum pindahan, waktu itu pun kita kan ikut bantu dia masa sekarang waktu pindahan lagi kita enggak bantu tapi balik lagi kalau kamu enggak mau dan takut aku pergi sendiri juga enggak apa-apa"
Ayu kembali mendongakan kepalanya " nggak bisa dong aku nggak mungkin tinggalin kamu sendirian di sana dan kita kan selalu sama-sama, masa sekarang kamu pergi sendiri sih aku akan ikut sama kamu ke sana dan bantu Arum dan juga Angga untuk berkemas pindah dari rumah itu. Ini kan masih sore mana mungkin mereka bisa mengganggu tak akan mungkin kan aku akan ikut bersamamu"
"Kamu yakin, kamu nggak usah maksain kalau nggak bisa ya jangan. Aku kan udah bilang kalau kamu nggak bisa ya udah nggak apa-apa. Aku maklum kamu takut sama kejadian itu jangan dipaksain. Nanti kamu malah makin trauma lagi aku nggak apa-apa kok pergi ke sana sendiri dan aku juga bisa buat alasan sama Arum dia bukan perempuan pendendam atau pemarah jadi kamu bisa tenang"
"Nggak bisa aku akan ikut sama kamu, aku udah baik-baik aja kok dan aku juga mau datang ke sana buat hilangin trauma aku juga. Semoga dengan kepindahannya Arum dan kita bantu-bantu dia, trauma aku juga akan hilang dan aku akan kembali menjadi Ayudia yang seperti semula, yang pemberani dan tidak takut untuk pergi ke mana-mana sendiri aku pasti bisa menghadapi itu, makanya aku mau tes diri aku sendiri untuk datang ke rumah itu lagi semoga aja semuanya baik-baik aja kan"
"Ya udah kalau itu emang keputusan kamu tapi nanti saat kamu memang merasa ada yang aneh atau apa gitu bilang sama aku ya, jangan dipendam sendirian. Pokoknya kita selalu terbuka aja nanti di sana dan kita juga jangan jauh-jauh dari Arum, pasti hantu-hantu di sana juga udah pada takut sama Arum kamu tahu sendiri kan saudara kamu itu bisa ngelihat mereka semua yang tak pernah bisa kita lihat tapi Arum bisa melihatnya. Ya udah yuk sekarang kita siap-siap kasihan Arum pasti lagi nunggu kita berdua"
"Iya Ayo siap-siap aku pinjam baju kamu dulu ya, aku males kalau harus pulang dulu ke rumah bolak-balik nanti malah jadi lama lagi"
"Iya pakai aja Ayu. Ya udah yuk kita siap-siap biar cepet kita ke sana nanti kamu yang nyetir ya aku lagi males nyetir motor nih pengennya aku nyetir Truk kalau ada"
Ayudia langsung mengeblak tangan Hanin dan mereka malah tertawa sama sama, sungguh bersahatan yang terjalin dengan saling percaya dan menjaga itu enak ya. Dan satu lagi tak ada rebut rebutan laki laki. Kebanyakan sekarang yang bersahabat itu rusak karena sahabat yang satu merebut pacar sahabatnya yang lain, sungguh pusing kalau bersahabat seperti itu.