Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Apakah akan ketahuan


Arum, Hanin dan juga Ayu sudah ada didepan rumah Bella mereka hanya diam saja tak mau ada yang masuk.


"Kenapa begitu sepi ke mana sebenarnya Bella apakah benar dia pindahan lalu Angga ke mana"


"Entahlah Rum aku juga bingung kenapa rumahnya begitu sepi. Tapi bagaimana kalau Angga dan juga Bella ada di dalam aku pun masih penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi kau dari tadi kan sudah menghubungi Angga atau memberikan pesan lewat WhatsAppnya tapi sama sekali tidak direspon kan"


"Iya Hanin aku takutnya terjadi sesuatu dengan Angga"


"Tapi aku berfikir kalau Angga dan Bella punya hubungan "celetuk Ayu


Hanin langsung mengeblak tangan Ayu " kamu ini ya Arum itu sama Angga mau nikah, mana mungkin mereka pacaran kalau emang Angga mau selingkuh dari Arum, ya udah dia nggak usah ajak Arum nikah kan sampai ngejar-ngejar Arum ke tempat dia kerja di sana, pikirannya kamu ya Yu terlalu pendek tahu nggak sih, kamu jangan bikin Arum sakit hati deh jangan bikin Arum malah gelisah deh pikirannya, suka aneh-aneh aja deh "


"Hemm iya maaf maaf kan aku cuman mau katain apa yang ada didalam fikiran aku aja "


Sedangkan Arum sedang mendengarkan kata kata Adell " Kakak lebih baik bersama teman-teman kakak diam dulu saja di sini, biarkan aku masuk ke dalam terlebih dahulu dan melihat apa yang sedang dilakukan Kakak Bella di dalam sana , pokoknya Kakak jangan pernah masuk sebelum aku suruh masuk ya, lebih baik jangan diam di sini mengumpat di tempat yang aman takut-takut nanti kak Bella datang "


"Baiklah kau hati hati "


Adel langsung menembus kedalam rumah, Arum dengan cepat menarik kedua temannya "kenapa Rum "


"Kita harus mengumpat, kita tunggu Adell masuk dia akan mengecek semuanya "


"Apa siapa Adell " tanya Hanin sambil celingak celinguk


"Anak perempuan yang pernah aku ceritakan Hanin "


"Siapa hantu anak kecil yang waktu itu kau bicarakan "


Tak lama kemudian Adell keluar dan berlari kearah Arum " kakak ini begitu gawat kak Angga ada dalam di sebuah ruangan diikat dan kepalanya berdarah , aku tidak bisa melakukan apa-apa sepertinya kakak harus melaporkannya ke kantor polisi agar semuanya polisi saja yang urus saja "


"Tapi kak Angga masih bernafaskan "


"Aku tidak tahu kakak lebih baik Kakak hubungi saja polisi ayo cepat sebelum terlambat"


Hanin yang mendengar Arum berbicara sendiri memeluk tangan Ayu, Arum langsung menjelaskan semuanya dan setelah itu Hanin langsung menghubungi kantor polisi.


Arum sendiri dia khawatir sekali dengan keadaan Angga "bagaimana ini Hanin Ayu aku takut kalau Angga kenapa napa"


"Sudah ayo kita masuk diam diam saja "


Hanin dan juga Ayu langsuny menarik Arum dan juga Adel yang menarik Arum untuk tidak masuk kedalam.


Karena Adel yang tak bisa menarik Arum langsung melihatkan wujudnya yang menakutkan sampai sampai Ayu dan juga Hanin berteriak.


Mereka bertiga langsung berlari takut takut Bella keluar, dan benar saja Bella keluar dan melihat sekitar.


"Kalian kenapa berteriak lihat Bella keluar " bisik Arum


"Habisnya ada penampakan anak kecil mukannya nyeremin banget tau gak sih, takut banget aku ini, " bisik ayu pula pada Arum.


Arum hanya diam dan melihat Bella yang makin mendekat kearah mereka.