
Arum sekarang sedang ada didalam angkot sambil memangku Adell yang ingin ikut sekolah bersama Arum, anak itu duduk dengan anteng dan tak bisa diam celingak-celinguk entah mencari apa.
Setelah sampai Arum langsung keluar dan menuntun Adell, untuk turun dari mobil angkot, orang-orang yang melihat gelagat Arum sangat aneh karena seperti sedang menuntun seseorang. Namun yang mereka lihat Arum seperti mengenggam Angin.
Setelah membayar Arum segera berjalan kesekolahnya ditemani oleh Adell, "kakak aku sangat senang sekali " sambil melepaskan tangan Arum dan berlari-lari meninggalkan Arum.
Adell sangat senang sekali bisa ikut dengan kak Arum dan melihat tempat baru, kan dia juga belum pernah pergi kesekolahan sekarang waktunya..
Wah saat baru sampai gerbangnya saja Adell sudah kagum besar sekali sekolah ini, dan pagarnya juga tinggi sekali.
Arum yang melihatnya hanya bisa tersenyum melihat anak itu sangat senang meski hanya dibawa jalan-jalan kesekolahnya saja.
Arum bersyukur jadi dia tak sendirian lagi ada yang akan menemaninya terus menenerus dan tak akan kesepian sama sekali.
Meskipun bukan manusia, hanya seorang hantu kecil yang mengemaskan namun itu tak menjadi masalah untuk Arum. Yang penting tak melihatkan wujud aslinya.
Kalau sampai memperlihatkan mungkin Arum akan takut dan harus bisa menerimanya juga karena dia tak mau menyakiti perasaan hantu kecil itu. Yang datang untuk menemaninya bukan untuk menakutinya ataupun mengganggunya.
Segera Arum masuk kekelas dan duduk dibangkunya bersama Hanin, "ini kelas kakak ya " antusias Adell
"Iya Adell bawel " ucap Arum sambil membuka tasnya dan menyimpannya dibawah meja, memang Arum selalu melakukan hal itu agar lebih leluasa saja, kalau mau istirahat baru pindahkan keatas kursi.
"Ya udah Adell pengen keliling dulu ya, nanti saat waktunya pulang sekolah kakak, Adell balik lagi ya "
Belum juga Arum menjawab Adell sudah berlari entah kemana. Berlari sambil meloncat-loncat lucu rambutnya yang dikepang sampai terayun-ayun.
"Rum pagi-pagi udah disini " tanya Angga sambil menghampiri Arum.
"Angga perempuan yang kemarin kamu ceritain datang sama aku, dia mau ajak aku Angga " jawab Arum dengan wajah gelisahnya tanpa menjawab pertanyaan Angga tadi.
Arum segera menceritakannya, bagaimana perempuan itu datang dan menampakkan tentang kejadiannya saat dibunuh itu dan yang pada akhirnya mengajak Arum. Namun Arum tak menceritakan tentang Adell ini belum waktunya untuk jujur pada Angga perihal Adell hantu kecil itu.
Angga yang mendengarnya ceritanya Arum wajahnya langsung pucat dia jadi mengigat korban yang pernah dibawa oleh perempuan itu.
Yaitu sodaranya sendiri yang dibawa oleh perempuan itu, bagaimana ini kenapa sekarang malah pada Arum juga. Apa tak puas membaea sodarannya itu dan sekarang ingin memabawa perempuan yang Angga sayang, cintai ini.
Sodaranya itu sebelum bunuh diri berbicara bahwa dia diganggu oleh perempuan itu dan pada akhirnya dia sudah tak kuat dan melakukan bunuh diri yang membuat semua keluarga yang akan mengobatinya menjadi sangat terpuruk sekali atas semua kejadian itu.
Sekarang Arum juga yang mau dibawa oleh perempuan. Kenapa kemarin dia sampai membawa Arum kesana dasar bodoh-bodoh. Seharusnya kemarin dia langsung mengantar Arum saja.
"Angga kenapa ngelamun "
"Engga Rum, kamu harus kuat ya, aku gamau kehilangan kamu " sambil memegang kedua tangan Arum.
"Emang kenapa Angga "
"Pokonya kamu harus kuat ya "
Tiba-tiba datang Bella dan menghampiri Arum memberikan kotak bekal kepada Arum "ini buat kamu Rum dimakan ya " dengan senyum tulusnya sambil menyodorkan bekalnya itu.
"Makasih ya Bell " dengan senyumnya, tak mungkin Arum menolaknya dia tak mau sampai nanti Bella sakit hati.
Bella hanya tersenyum dan langsung melengos pergi dari hadapan Arum. Dia sangat senang Arum menerimanya langsung tanpa menolaknya terlebih dahulu.
Tadinya dia ingin makan bareng sama Arum tapi karena Arum sedang dengan Angga akhirnya diurungkan niatnya itu. Dia tak may membuat Angga curiga padanya bisa gawat nanti.
Padahal sudah pagi-pagi sekali menyiapkan makanan untuk Arum dan nantinya bisa makan bersama tapi malah gagal. Dia tadi sudah menghayal pasti akan menyenangkan sekali tapi nyatanya malah begini.
Tak apa lah yang penting makanannya tadi sudah diterima oleh Arum dan akan dimakan pastinya oleh Arum. Arum tak akan mungkin membuangnya, selama dia mengamati Arum dia sudah tau bagaimana sifat Arum.
Angga yang penasaran langsung mengambil makanan yang dibawakan oleh Bella lalu memakannya dengan lahap, Angga hanya jaga-jaga saja takutnya nanti Bella memberikan sesuatu kepada makannannya dan mengakibatkan Arum sakit.
Jadi dia harus lebih dulu yang memakannya agar kalau memang makanan ini ada sesuatunya dia yang merasakannya dan menangungnya dia tak mau sampai Arum kenapa-kenapa biar dia saja.
Bella yang melihatnya sangat marah, kenapa Angga yang memakannya kan dia membuatkan ini spesial untuk Arum tapi malah laki-laki penganggu itu yang memakannya. Sial sial sekali.
Bella yang kesal langsung keluar kelas dengan wajahnya yang sudah merah padam menahan emosi, dia tak mau melihatkan marahnya ini dihadapan Arum nanti bisa-bisa Arum membencinya lagi.
"Angga kenapa Angga makan" tanya Arum yang tak enak dengan Bella.
"Aku hanya ingin memastikan makanan ini tak berbahaya untuk mu Rum, kamu tahu kan banyak orang yang ingin nyelakain kamu "
"Tapikan kamu jangan makan dihadapan Bellanya juga kali Angga lihat dianya marah "
"Sut diam Rum, udah jangan fikirin hal yang ga penting"
Arum lalu diam dan menatap Angga yang sedang melahap makanannya, ni anak lapar atau doyan ya semangat banget makannya.
Adell kemana ya, Arum takut itu anak ilang gimana coba, nanti cara carinya gimana kan dia aja yang bisa liat Adell.
Kalau dia minta bantuan sama orang lain yang ada dia akan dikatakan gila karena mencari seseorang yang sudah meninggal.
"Ahh kenyangnya makasih Rum " ucap Angga sambil mengusap-ngusap perutnya.
"Makasihnya ke Bella bukan ke aku" jawab Arum
"Kan ini udah Bella kasih kekamu dan ini udah jadi milik kamu Rum "
Angga yang melihat Arum diam saja tiba-tiba berdiri dan mencium kepala Arum. Arum yang merasakannya sampai memelototkan kedua matanya saking kagetnya Angga melakukan ini padanya. Ini bener kan buka mimpi.
Angga pun sama kagetnya kenapa dia dengan reflek mencium Arum, tadinya kan hanya ingin mengusap kepala Arum tapi kenapa malah menciumnya dasar nih bibir kasabaran banget deh harus di hukum bibir ini.