Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Makan bakso ?


Hari ini hari minggu Angga mengajak Rumi untuk makan bakso didekat rumah Angga katanya sambil kerumah Angga juga.


Rumi mengiyakan saja dia juga senang bisa pergi berdua dengan Angga dan akan bertemu dengan keluarganya.


Arum sudah siap tinggal tunggu Angga yang menjemputnya kerumah.


Belum juga ada dirumah Angga udah deg-degan aja kira-kira nanti keluarga Angga gimana ya apa baik ?


Saat mendengar kelakson dari luar rumahnya Arum segera keluar ternyata itu Angga.


Segera Rumi menghampiri Angga dan menerima helm yang diberikan Angga padanya.


Segera Rumi memakainya dengan riang, Rumi lantas naik dan memegang jaket Angga untuk berpeganggan.


"Siap Rum"


"Iya udah Angga "


Segera Angga melajukan motornya terlebih dahulu mereka akan pergi kerumah Angga.


Menemui keluarga Angga dulu, nanti langsung cus ketempat baso favorit Angga. Yang katanya enak banget.


Rumi jadi penasaran seenak apa sih itu basonya sampai-sampai Angga memujinya berkali-kali.


"Ayo Rum udah sampai rumah Angga "


"Oh iya Angga "


Segera Arum membuka helmnya dan Angga mengandeng tangan Arum untuk masuk kedalam. Ternyata didalam sudah Ada mamahnya Angga yang sedang menonton tv sendirian.


"Assalamualaikum tante "


"Eh ada tamu walaikumsalam Arum ya "


"Iya tante " ucap Arum sambil menghampiri mamanya Angga dan menyaliminya.


"Panggil saja mamah Arum " sambil tersenyum ramah lalu berpamitan pergi ke dapur dulu untuk membuatkan mimuman dan camilan untuk Arum.


"Diminum ya Arum, mamah kedalam dulu ya, Arum sama Angga dulu ya "


"Eh iya mah, makasih ya mah "


Mamah Angga hanya terseyum dan langsung pergi kekamarnya.


"Ayo Rum, minum dulu nanti setelah istirahat kita pergi kesana ya jalan kaki ya "


"Iya Angga, aku kira mamah kamu bakal jutek ternyata baik ya "


"Ya gamungkin lah mamah aku jutek Arum. Dari dulu mamah tu pengen ketemu kamu tapi belum ada waktu "


"Em iya Angga alhamdullilah kalau gitu "


"Yaudah yu kita berangkat sekarang, aku takut nanti kamu kemaleman "


"Iya ayo Angga "


Segera mereka berdua pergi berjalan kaki menuju tempat bakso kesukaan Angga..


Saat sampai disana sangat penuh sekali, sampai mereka tak mendapatkan tempat duduk sama sekali.


Arum terus saja memandang orang-orang yang sedang memakan baso namun ada yang aneh.


Saat mereka makan bakso itu ada hantu yang berbentuk seperti tuyul namun berwarna hijau sedang mengalirkan air liurnya kedalam mangkok bakso orang yang sedang memakannya.


Segera Arum berjalan kearah tempat mang basonya dan melonggok sebentar.


Apa itu kenapa air baskomnya ada sebuah kain putih didalamnya dan kaki mang baksonya dimasukan kedalam lalu dimasukkan kedalam panci kuahnya air injakannya tadi.


Arum dengan perlahan kembali lagi kearah Angga lalu menarik Angga menjauh.


"Kenapa Arum. Kan kita mau makan "


"Emang kenapa Rum coba ceritakan ke aku "


Arum segera menceritan semuanya pada Angga semuanya yang dia lihat tak ada yang terlewat sedikit pun.


Pantesan kalau dibawa kerumah suka ga enak fikir Angga ternyata ada yang aneh disana.


"Jadi gimana mau makan apa Rum "


"Selain itu makanan kesukaan kamu apa Angga "


"Emm iya ada disebrang sana yu, kita makan nasi padang ya mau ga Rum "


"Ayo Angga, Arum mau "


Segera mereka bergegas pergi kesana sambil mengobrol ringan.


Hari ini Angga sangat senang bisa mengajak Rumi kerumahnya jadi nanti saat menikah dengannya Rumi tak akan canggung kembali.


***


Angga dan Rumi sudah selesai makan sekarangmereka sedang berjalan-jalan menikmati angin sore yang sejuk.


Arum baru pertama kali pergi ketempat Angga sangat menyenangkan. Arum sangat senang bisa terus bersama-sama dengan Angga terus.


Tak henti-hentinya selama perjalanna Angga membuat Arum tertawa selalu saja ada kekonyolan yang dilakukan oleh Angga.


sampai juga mereka kesebuah taman yang ada danaunya didepan mereka.


Tempatnya sangat indah sekali namun saat Rumi menatap danau itu tiba-tiba seperti ada yang melempar sebuah batu kedalam danau itu.


Namun yang pasti bukan Angga yang melakukannya segera Rumi mencari keberadaan orang itu sambil memutar tubuhnya kekiri kekanan dan kebelakangnya.


Pluk...


Ada lagi yang melemparnya lalu tiba-tiba keluar ikan dan masuk kembali kedalam air..


"Angga apa di danau ini ada ikan " tanya Arum dengan penasaran


"Ga ada kok Rum, disini ga ada ikan sama sekali "


"Oh iya Angga " sambil menganguk-anggukan kepalanya lalu yang tadi lihat itu apa, kenapa dia malah melihat ikan dan ada yang melempar batu kearah danau.


"Rum kamu kenapa ? "


"Engga Angga disini kaya ada yang aneh deh "


"Kamu mau denger ga cerita tentang tempat ini " tiba-tiba saja Angga berbicara seperti itu.


"Memangnya disini dulu kenapa Angga "


Segera Angga menarik Arum untuk duduk dibangku yang dekat pohon segera mereka berdua duduk berhadapan.


"Begini Rum dulu banget ini tuh udah lama banget, ditempat ini ada pembunuhan yang diperkosa, gini ceritanya Rum. Perempuan itu habis pulang kerja hampir tengah malem dan jalan kaki menuju rumahnya nah kan harus lewat sini dulu sedangkan dulu belum ada taman. Masih pohon-pohon gede gitu dan rumah-rumah juga ga kaya sekarang dulu itu rumah pada renggang Rum. Tiba-tiba ada preman yang nyegat perempuan itu, dia udah lari namun dengan teganya preman itu menabrak perempuan itu dari belakang pake motor, otomatis kan jatuh . Preman itu langsung bawa perempuan itu kepinggir danau dan melecehnyanya disana juga. Ga sampai disitu aja perempuan itu dibunuh Rum dan keesokan harinya ditemukan di tengah danau sudah mengambang " cerita Angga panjang lebar.


"Lalu premannya gimana dipenjara ga "


"Iya Rum mereka dipenjara, awalnya saat didatangi polisi mereka ga ngaku cuman katanya mereka didatangi terus sama arwahnya perempuan itu, minta nyawanya dikembaliin lagi, jadi karena mereka takut. Mereka pergi kekantor polisi dan mengakuinya "


"Apa pembunuhannya disana Angga " sambil menunjuk arah batu tadi dilempar.


"Iya kenapa kamu bisa tau Rum " tanya Angga penasaran karena dia kan tak memberi tahu Arum sama sekali tempatnya.


"Tadi ada yang lempar batu dari arah sana kedalam danau Angga, kamu emang ga lihat Angga "


"Engga Rum udah yu kita pulang aja, aku takut kamu kenapa napa, seharusnya aku tadi ga ceritain ke kamu. Karena dia masih gentayangan ayo Rum cepet " sambil menarik tangan Rumi.


Angga jadi takut, takut nanti Rumi diganggu lagi, kenapa dia tadi membawa Rumi kesana segela, dia lupa kalau Rumi bisa melihat yang Angga tak bisa lihat.