Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Dimulai


"Jadi sekarang kita akan mulai dari mana " tanya kakak tingkat yang sekarang ada dihadapam Arum yang sedang menjaga perpustakaan.


"Sebaiknya kita harus mencari sejarahnya dulu, siapa yang terlibat dan apakah mereka masih hidup, kita harus mencari dulu semuanya kak, jangan gegabah "


"Bener juga ya, kita jangan asal aja berarti ya "


"Iya dong kita harus mulai dari 0 lagi buat cari semuanya, aku mau kekamar mandi dulu ya, kamu disini jaga perpustakaan "


"Siap bos "


Arum segera pergi dan saat sudah ada didepan kamar mandi dirinya malah berbelok kearah loker anak anak disana sudah banyak anak anak yang sedang berkumpul.


"Ada apa ini, " tanya Arum


Mereka semua segera memberi jalan pada Arum dan alangkah kagetnya Atum saat melihat foto Sasa yang tak mengenakan pakaian, bahkan disana ada Sasa yang sedang menangis.


Arum mencabutnya dan berbalik kearah mereka semua "bubar semuanya "


"Huh gak seru " sorak murid yang lain.


Arum sama sekali tak membuangnya namun menyimpannya didalam sakunya lalu menghampiri Sasa dan memeluknya. Sampai sampai Sasa tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya.


Saat mengetahui itu Arum, Sasa memeluk balik Atum dan menangis dengan tersedu sedu di pelukan Arum dan setelah tenang Sasa melepaskan pelukannya.


"Terimakasih bu "


"Iya sama sama, apa yang terjadi kenapa foto kamu yang tak memakai busana bisa terpampang didepan loker kamu "


"Aku juga gak tau bu, aku gak tau siapa yang lakuin ini sama aku"


"Apa kamu disini sering di bully"


"Iya bu, tapi itu gak apa apa kok, aku udah biasa "


"Gak kok bu, Merek cuman main main aja, ibu tenang aja ya aku gak apa apa kok, mereka temen aku dan aku gak mau mereka ada masalah "


"Apa kamu takut melaporkan semuanya "


"Engga bu, aku cuman gak mau ada masalah, aku disini mau sekolah gak mau buat masalah "


"Tapi kamu harus bisa melawan jangan diem aja "


"Emm iya bu, saya permisi dulu ya bu mau masuk kelas "


"Iya Sa "


Sasa segera berlari meninggakan Atum sendirian dan Arum pun sama segera pergi meninggalkan tempat ini dan kembali lagi ke perpustakaan dan disana masih setia kakak tingkat itu menunggu Arum.


"Lama banget sih kekamar mandinya "


"Sorry sorry tadi Ada masalah kecil, aku juga sampai lupa mau masuk kekamar mandi malah gak jadi , tapi udah deh males kalau harus balik lagi kesana cape tau "


"Hemm iya iya deh gimana kamu aja "


"Ada yang Marah nih, jangan marah dong aku kan cuman lagi nenangin murid yang lain, udah yu mumpung gak ada siapa siapa kita cari semua bukti di perpustakaan ini, siapa tau ada didalam sini, kita kan gak pernah tau benar apa benar "


"Nah bener juga, sejak kapan otak kamu pintar "


"Ye aku emang udah pinter kali, kamunya aja yang gak pernah nyadar kalau aku ini pinter dan baik hati pula karena mau tolong kamu untuk mengungkap semuanya. Semua keganjilan yang terjadi Ok "


"Lets go "


Mereka berdua segera berpencar pencari buku sejarah tentang bangunan ini dan juga bukti bukti lainnya yang mungkin saja ada disini.