Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Bisakah nanti menjadi istrinya


Arum hari ini masuk sekolah, dia pergi sangat pagi sekali agar tak terlambat.


Jalanan kesekolahannya ini kenapa sangat macet sekali dan angkotnya juga banyak berhenti.


Ini sudah setengah 7 tapi Arum belum sampai juga, gimana kalau aku telat lagi.


Lebih baik aku turun saja lah, Arum segera turun dari angkot lalu berlari kearah sekolahnya sambil sesekali melihat jam tangannya.


Belum lagi saat masuk kesekolahnya itu harus melewati jalan lagi yang memang ga ada angkotnya.


Peluh sudah membanjiri tubuhku dan sudah sangat cape sekali berlari dari tadi.


10 menit lagi masuk dengan sekuat tenaga Arum berlari sekencang-kencangnya bahkan saat dilorong sekolah Arum juga berlari.


Dan akhirnya dia sampai juga Angga yang melihat Arum datang kesekolah sangat senang.


Namun saat Angga akan menghampiri Arum ternyata keburu ada yang menghampiri Arum, itu Bella perempuan paling jutek dikelas mereka.


Bella mengasongkan botol minum kearah Arum, segera Arum ambil sambil tersenyum segera dia minum sampai setengahnya "makasih ya Bell "


"Iya sama-sama Rum, kenapa kok lari-lari kaya gitu sih " tanya Bella dengan ramah, tak pula Bella mengusap peluh Arum dengan tangannya.


"Aku tadi lari-lari kesininya Bell takut telat, soalnya tadi waktu pergi macet banget terus angkotnya berenti-berinti terus "


"Mau aku jemput nanti berangkatnya " tawar Bella


"Engga deh Bell makasih takut ngerepotin kamu " tolak Arum dengan halus.


Belum juga Bella beres menjawab pertanyaan dari Arum tiba-tiba datang Hanin memeluk sahabatnya itu dia sangat senang Arum udah masuk sekolah lagi.


"Ihh seneng Arum udah masuk " teriak Hanin sambil berputar-butar tak melepaskan pelukannya itu.


Bella yang melihatnya langsung melengkos pergi dengan wajah yang cemberut. Mengganggu saja segera Bella duduk dengan wajahnya yang kembali seperti semula tak ada ekspresi sama sekali.


"Iya, iya Arum kan gapapa, ayo duduk dulu Hanin "


"Ayo " ucap Hanin dengan riang tanpa melepaskan pelukannya.


Arum sangat kewalahan saat jalan, Hanin memeluknya sangat erat.


Angga yang melihat Arum sedang bersama teman-temannya hanya diam melihat saja, biarkan dahulu Arum dengan sahabat-sahabatnya itu.


Kan nanti ada waktu banyak untuk berdua dengan Arum, sahabatnya Arum itu sudah mengerti kalau istirahat tak penah mengajak Arum da membiarkan Arum pergi dengannya.


Tadinya Angga akan pergi kerumah Arum untuk menengok keadaan Arum. Tapi ternyata Arum sudah masuk alhamdullilah Angga sangat senang.


Angga takut nanti Arum sakit seperti dulu lagi, dia tak mau itu terjadi kembali.


"Rum kamu kok kaya akrab banget sama Bella " bisik Hanin saat sudah duduk dibangku mereka.


"Baru tadi kok ngobrolnya Nin, tadi dia kasih aku minum "


"Terus kamu minum "


"Ya aku minum lah Hanin sayang "


"Ish kamu tuh gak belajar dari yang udah-udah, kalau ada kasih kaya gitu jangan langsung diminum " marah Hanin.


"Ya kan aku haus banget Hanin, terus masa iya aku tolak gaenak tau "


"Iya pokonya jangan lagi deh "


"Iya Hanin bawel " sambil menguyel-nguyel muka Hanin.


Hanin makin kesal saja, Bella yang melihat Arum dan Hanin akrab kesal melihatnya.


Seharusnya dia yang ada diposisi Hanin dan bercengrama dengan Arum seperti itu.


Dengan cara apapun dia harus bisa berteman dekat dengan Arum.


Pelajaran segera dimulai, guru sudah datang namun hanya memberi tugas saja.


Kebanyakan saat guru keluar malah pada keluar jajan bukannya mengerjalan tugas, bahkan Hanin dan Ayudia juga sudah pergi kekantin.


"Arumm "


"Arum gimana udah sehat lagi "


"Alhamdullilah Arum udah sehat lagi Angga lihat "


"Alhamdullilah, kerjain bareng yu "


"Ayo Angga nanti kita makan ya "


"Iya Rumi tukang makan " sambil menepuk-nepuk kepala Arum dengan pelan.


Segera mereka berdua mengerjakan tugasnya, mereka bukannya mengerjakannya malah bercanda.


Tak bertemu sehari ternyata Arum sangat kangen sama Angga gimana kalau ga ketemu 1 tahun kangennya segimana ya.


"Angga kalau Arum ga ada kangen ga " tanya Arum sambil tertawa


"Kangen, kangennya tuh segini " sambil merentangkan tangannya..


"Udah ayo jajan yu Rum, nanti aja ngerjainnya tinggal 1 lagi kan "


"Iya ayo aku juga udah kaper "


Segera mereka berdua keluar kelas sambil tertawa dengan riangnya, mereka seperti dunia milik berdua saja.


Tak memikirkan orang lain yang melihat mereka dengan iri, karena dimata semua orang Arum dan Angga adalah sepasang kekasih.


Ya karena dimana ada Arum disitu ada Angga dan sebaliknya.


Bahkan Arum suka menunggu Angga main bola, dia sangat setia menunggu Angga tanpa mengeluh sedikit pun.


Tanpa Arum sadari ada yang menyimpan sesuatu ditasnya lalu setelah menyimpan itu segera dia pergi meninggalkan kelas yang memang sudah tak ada siapa-siapa.


"Arum sekarang mau beli apa" tanya Angga saat sudah sampai kantin.


"Emm Arum pengen mie ya Angga " sambil tersenyum dengan lebar.


"Tapi jangan pedes-pedes ya "


"Iya Angga " tak lupa dengan senyumnya.


"Kamu duduk disini ya biar Angga yang pesen buat Arum "


Arum hanya mengangguk dan diam sambil menatap Angga.


Nanti yang menjadi istrinya Angga pasti akan bahagia Angga sangat baik dan perhatian sekali.


Apa boleh Arum menghayal suatu saat nanti dia bisa menjadi istrinya angga seperti ini terus menerus. Selalu bersama , sekarang Arum ingin egois tak mau membagi Angga dengan siapa-siapa.


Ia akan selalu ada disisi Angga agar perempuan-perempuan yag mendekati Angga tak jadi mendekati Angga karena ada Arum.


Arum sudah mencoba untuk melupakan rasa cintanya ini pada Angga tapi tak bisa, malah makin besar saja rasa sayang dan cintanya pada Angga.


Apa harus mengungkapnya namun jangan deh nanti takutnya Angga menjauhinya.


Angga kan sudah memeliki seseorang dihatinya yang katanya akan selalu dicintai oleh Angga.


Siapa sih perempuan itu biar aku lihat dulu apa dia baik untuk Angga atau tidak kalau memang dia baik untuk Angga dia akan mencoba mundur perlahan-lahan dari hidup Angga.


Arum tak mau engois kalau sudah tau siapa perempuan itu namun saat ini kan belum tau jadi ya biarkan aku egois untuk menjaga Angga agar tak didekati oleh perempuan lain.


"Udah dateng nih makannya Arum " ucap Angga


"Eh iya Angga ayo makan yu " ajak Rumi dengan semangat


"Kamu kok dari tadi ngelamun terus Rum ada apa " tanya Angga dengan khawatir.


"Engga kok Angga, Rumi gapapa kok "


Angga hanya mengangguk-angguk saja dan langsung memakan makanannya bersama Arum sesekali Angga membersihkan bibir Arum dengan sapu tangan yang selalu dia bawa.


Karena Angga sudah tau Arum kalau makan suka belepotan Rumi hanya diam saja diperlakukan seperti itu oleh Angga karena memang sudah terbiasa.


Sedangkan orang disebrang sedang menatap kearah Arum dan Angga dengan kebencian yang mendalam melihat kebersamaan mereka.