
Arum tiba tiba terbangun ternyata sudah pagi, Arum melihat kearah samping namun suaminya tak ada, Arum masuk kedalan kamar mandi, mencuci muka dan menyikat gigi terlebih dahulu.
Saat Arum membuka pintu, sudah ada sang suami yang sedang membuatkan sarapan "kenapa kamu gak bilang sama aku, kenapa kamu bikin sarapan sendiri "
Angga langsung mengalihkan pandanganya dan menatap Arum "tak apa, aku ingin memasak untukmu , oh ya Hanin dan Ayudia mereka tadi sudah pulang katanya buru buru dan tak mau membangunkan mu "
"Apakah tak apa, biar aku yang lanjutkan Angga. Mungkin mereka takut Angga makannya mereka terburu buru untuk pergi "
"Sudah Arum sayang, kau hanya perlu duduk saja dan aku yang memasak, jadi mereka juga diganggu"
"Ya begitulah Angga, Angga aku sudah tau mengapa rumah ini angker "
"Tau dari mana Rum "
"Dari perempuan yang kemarin tidur disampingmu "
Angga langsung mematikan kompor dan menghampiri istrinya "benarkag dari kuntilanak itu, kenapa dia menemuimu "
Arum segera meceritakan semuanya tanpa mengurangi atau melebihinya, setelah sanf istri selesai bercerita barulah Angga akan bertanya pada Arum "kita harus mencari anaknya kemana, aku baru tahu sekarang kalau rumah ini brkas pembunuhan kenapa ibu begitu ceroboh mencari rumah seperti ini "
"Dia bilang dia akan mengarhakan kita menurutmu bagaimana Angga apakah kita harus menolongnya, katanya kalau kita menolongnya dia akan membuat tempat ini tak ada yang ganggu lagi bagaimana "
"Aku akan memikirkannya dulu ya Rum, sekarang kita makan "
Angga membawa masakannya dan menyajikannya dihadapan Arum "ayo makan "
"Baiklah terimaksih " Arum memakan nasi goreng buatan suaminya enak, ternyata bisa juga Angga memasak.
Setelah selesai suaminya berdiri "aku mandi dulu ya Rum gak apa apa kan kamu yang beresin "
Angga mengangguk sebelum mecium kening sang istri dan pergu meninggalkan suaminya dan kebetulan juga ponselnya berdering ternyata dari Hanin.
"Hanin kenapa"
"Aku beneran minta maaf ya, aku tadi sama Ayudia langsung pulang, kita berdua takut banget kalau ditampakin hantu anak kecil, apa lagi waktu kita bangun kamu udah gak ada Rum "
"Iya gak apa apa, aku tahu kok jadi gak masalah "
"Kenapa kamu gak pindah aja kenapa Rum "
"Semua rumah juga ada penunggunya Hanin terus buat apa aku cari rumah yang lain, ini juga udah cukup aku males kalau harus pindah pindah lagi, "
"Ya juga tapi dirumah kamu itu estrim banget Rum, kalau misalnya sampai celakain kamu gimana, kamu emang gak berfikir sampai kesana Rum "
"Kamu tau kan aku bisa melihat mereka, jadi yasudah aku sama sekali tak masalah Hanin, toh sudah biasa aku bersampingan dengan mereka "
"Ya tetap juga kali Rum, takut tau pokoknya pindah ya fikir fikir lagi lo usulan aku Rum, jangan membuat Angga nanti jarang pulang karena ketakutan ingat itu "
"Gak akan mungkin Angga pasti akan pulang, makasih atas nasihat kamu Hanin aku akan fikir fikir dulu ya, karena pindah rumah itu gak mudah Hanin "
"Iya aku tahu, aku tahu betul kalau pindah rumah itu gak mudah sama sekali, "
Saat Arum akan menjawab tiba tiba saja mendengar suaminya berteriak "tuhh kan Rum apa aku bilang, udah sana kamu lihat dulu suami kamu "
"Yaudah aku matiin "
Arum langsung berlari kearah kamarnya.