Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Dapat Sp


Tinah sangat binggung harus menjawab apa dasar ya si Hanin sialan, kenapa coba bilang kaya gitu awas aja bakal dia balas.


"Engga bu yang dibilang Hanin itu bohong " bantah Tinah.


"Heh lo jangan drama terus ya emang bener kok, mau gue panggil semua anak-anak banyak ko saksinya " teriak Hanin sambil menunjuk Tinah.


Memang Hanin itu orangnya yang paling berani diantara Arum,Ayudia dan putri.


Jadi kalau mereka ada apa-apa pasti Hanin yang maju terlebih dahulu maju kalau kita ga salah.


"Apaan sih lo Hanin ngancem-ngancem gue "ucap Tinah.


"Lah emang bener kok, nih gue ga bodoh kaya lo jadi gue rekam pembicaraan gue sama lo tadi " Hanin segera mengeluarkan handphonenya dengan tersenyum lebar lalu memutarnya.


Memang tadi saat sebelum dia melabrak Tinah, dia sempat menyalakan rekaman suara di handphone karena dia tau Tinah pasti nantinya akan mengelak.


Wajah Tinah sudah pucat saat mendengar rekamannya dia, semua kata-kata terekan dengan jelas kenapa dia tadi tak dia ceroboh mentakan itu. Semakin tak suka saja aku dengan Arum.


"Kenapa kamu sampai berbohong seperti ini Tinah, apakah bagus jika berbohong seperti itu, dari kemarin kamu berbohong terus sama ibu, kamu mau dipanggil orang tua kamu saja sama ibu" marah bu Dea


"Jangan bu, jangan saya minta tolong jangan panggil orang tua saya, memang saya iri bu dengan Arum dia memiliki segalanya kenapa saya tidak bu saya hanya ingin semua yang Arum punya saya rebut " jujur Tinah dia tidak mau sampai orang tuanya tau bisa-bisa nanti dia dimarahi habis-habisan lagi


"Kan semua orang sudah ditakdir kan berbeda-beda Tinah mungkin Arum lebih beruntung, jadilah diri sendiri jangan mau menjadi seperti orang lain Tinah " nasehat Bu Dea.


Tinah hanya menunduk kan kepalanya saja dan engan menatap bu Dea kenapa sekarang semua orang malah memihak pada Rumi.


"Jika terjadi apa-apa dengan Arum apa kamu akan tanggung jawab Tinah, sekarang lihat Arum sakit. Kamu ga tau kan apa yang terjadi sama Arum semalam keadaannya sangat memperihatinkan bagaimana kalau kemarin Arum jatuh dari tangga saat berlari, kamu keterlaluan sekali Tin "


Hanin yang mendengarnya makin geram saja kalau tidak ada bu Dea dia ingin menjambaknya.


Lalu tiba-tiba ada guru lain yang memberikan kertas kepada Bu Dea "untuk hukumanya mulai besok kamu disekors selama 1 minggu dan mendapatkan sp 1 jika sampai kamu buat masalah dan mendapatkan sp lagi ibu akan langsung mengajukan kepada kepala sekolah dan mengeluarkan kamu. Kareba tindakan kamu yang kedua kali ini sudah sangat fatal bisa membahayakan nyawa orang lain" tegas Bu Dea.


Hanin sangat senang, dia tersenyum saja saat mendengar penuturan bu Dea.


Tinah langsung saja menangis kalau dia di sekors terus dia harus bilang apa sama kedua orang tuanya.


"Angga, Hanin dan Tinah segera masuk kembali kekelas ya "


Mereka segera pamitan tak lupa Tinah membawa surat itu dan tak membantah sedikit pun dia sudah sangat malu, kalau saja tak ada fidio itu dia pasti tak akan seperti ini.


Harus dia cari siapa yang merekam dan membagikannya sungguh dia harus memarahinya kurang ajar sekali ya..


Hanin dan Angga segera masuk kekelas dan duduk ditempat masing-masing dan ternyata sudah ada guru di dalam.


Lalu Tinah menyusul, anak-anak yang lain melihat Tinah dengan sinis dan wajah tak sukanya.


Namun ada seseorang yang sedang tersenyum senang melihat Tinah terpuruk seperti itu. Misinya berhasil untung kemarin sore dia menunggu Arum menemaninya meski tak menampakan diri pada Arum.


Perlahan dia akan mendekati Arum dan mengajaknya berteman saat pandangan pertama dia sudah suka dengan Arum yang manis pendiam namun auranya berbeda dengan yang lain.


Pelajaran kemudian dilanjutkan dengan hening, tak ada suara selain dari Pak guru, karena guru ini terkenal kiler sekali.


Dan sekarang waktunya istirahat, satu kelas semua mencibir Tinah kecuali laki-laki mereka hanya diam tak mengikuti kelakuan perempuan-perempuan yang cerewet itu.


Tiba-tiba Angga menghampiri Tinah, Tinah sangat senang Angga menghampirinya segera dia benarkan rambutnya dan menunggu Angga berbicara siapa tau setelah mendengar rekaman tadi kalau dia menyuakai Angga , Angga akan mengungkapkan perasaannya.


"Tin kamu dengar baik-baik, hapus deh rasa cinta kamu sama aku ya. Aku ga suka sama kamu, dihati aku udah ada yang isi dan ga akan pernah ada yang gantiin jadi dari pada kamu nanti sakit hati mending kamu hilangin perasaan kamu itu sekarang ya " minta Angga dengan tenang.


"Siapa perempuan itu Angga, siapa ?? " dengan kekecewaan yang mendalam dan air mata yang sudah mengalir.


"Kamu tak perlu tau siapa perempuan itu yang pasti kamu harus menghilangkan rasa cinta mu itu. Aku tak mau nantinya kamu berbuat seperti ini kembali"


Setelah mengatakan itu Angga pergi meninggalkan Tinah yang sedang menangis.


Biarlah Angga menyakitinya sekarang dari pada nanti tau kalau Angga mencintai Arum pasti Tinah akan melakukan hal diluar nalar lagi kepada Arum.


Tinah segera mengusap air matanya, bahkan cintanya saja bertepuk sebelah tangan. Makin sendiri saja dirinya ini, sejak mengenal Arum kenapa hidupnya menjadi seperti ini.


Hancur semuanya hancur hatinya sakit sekali kenapa Angga harus bilang sekarang saat dia sedang ada masalah. Apa dia tak memikirkan hatinya ini.


Apa mungkin perempuan yang disukai Angga adalah Arum. Bisa saja kan selama ini Angga sangat perhatian sekali pada Arum.


Makin menjadi-jadi saja dia membenci Arum, segera Tinah pergi mencari udara segar, dikelas ini sangat sumpek sekali.


Selama dilorong sekolah banyak sekali yang menatapnya, menatapnya dengan tatapan benci.


Kenapa rencananya malah jadi bumerang untuknya apa yang harus dia lakukan. Rencana apa lagi yang harus dia buat untuk mengembalikan nama baiknya kembali.


Dengan malu Tinah menundukan kepalanya dia tak mau menarap mereka, tak ada satu orang pun yang mau mendekatinya.


***


Arum sekarang sudah membaik kembali untungnya tak harus sampai pergi ke dokter.


Saat Arum membuka handphone dia melihat ada notif apa ini kok rame banget di group.


Segera dibuka oleh Arum, ini kan fidio dirinya kemarin jadi Tinah yang menguncinya terus ini no siapa yang merekamnya.


Gimana sekarang nasib Tinah pasti dia dipanggil lagi keruang bk.


Dan ini sangat banyak pangilan tak terjawab dari Hanin ada apa ya, apa mengenai fidio ini ya.


Nanti saat disekolah akan dia tanyakan deh ada apa dengan Hanin kalau penting pasti Hanin akan menelfonnya kembali.