
"Arum Ayo kita pulang ke asrama kita tak boleh diam di sini terus . Apakah kau lupa dengan misi kita. Apakah kau akan terus Disini Menunggu perempuan itu"
" Yah ayo pulang maafkan aku menjadi tak fokus dengan misi kita, tapi aku janji sekarang kita akan pergi kembali ke tempat di mana Putri Ayu meninggal ya. Aku ingin mengecek satu kali lagi ada yang janggal di sana. Aku yakin di sana bukan Putri Ayu saja yang meninggal tapi ada satu orang lagi yang tenggelam di sana Aku ingin melihat"
" Siapa yang tengelam, siapa yang menjadi korban selain Putri Ayu, apakah diriku"
"Entahlah makanya aku ingin mengeceknya kembali ke sana. Aku ingin memperdalam semuanya dan aku ingin melihat semuanya kejadian di sana yang sebenarnya. Ayo kita ke sana kita akan pecahkan dulu kasus orang yang tenggelam setelah Putri Ayu"
"Tapi "
"Kenapa apakah kau ragu "
"Tidak mari kita pergi "
Arum bangkit dan berjalan terlebih dahulu mendahulu hantu kakak tingkat itu.
**
Farah sudah sadar, saat melihat sekitar dirinya melihat teman temannya Novi segera memegang tangan Farah "apakah kau baik baik saja Farah, aku sungguh khawatir dengan keadaamu, maafkan kami telah meninggalkan mu dikamar sendirian, kami sungguh takut menghadapi hantu itu dan kaget "
"Baiklah tidak apa, aku baik baik saja, sudahlah jangan dibahas lagi tentang aku yang terbentur dan juga tentang kalian yang meninggakan aku, Sasa dirawat disini juga "
"Tentu dia ada diruangan sebelah, ada apa ,apa kau ingin melihatnya "
"Tidak aku ingin membunuhnya sekarang juga ,"
"Apa kau gila ingin membunh Sasa, didepan ada bu Arum yang menjagannya dan dia sedang mencurigai kita semua, jangan buat ulah lagi Farah, aku tak mau kalau harus sampai membunuh Sasa itu semua tak baik jangan lakukan itu "
"Jangan seperti itu baik kami akan lakukan "sela Dea
Chika dan juga Novi mrmelototkan kedua bola matanya, sungguh tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dea.
"Dea "
"Sudah ayo kita keluar "
Dea mengusur kedua temannya keluar dan menutup pintu Farah dengan perlahan.
"Dea apa yang kau katakan apakah kau yakin akan melakukan itu " tanya Novi
"Ya bagaimana lagi dari pada kita dikeluarkan disekolah, lihat bu Arum sudah tidak ada ayo kita tengok Sasa "
Dea berjalan terlebih dahulu dan masuk dengan perlahan di ikuti oleh kedua temannya.
"Lihat kasian sekali Sasa, aku tak tega aku takut nanti dia akan membalas dendam pada kita , lihatlah begitu banyak luka aku tak sanggup untuk membunuh orang, aku tak bisa aku lebih baik dikeluarkan dari sekolah, dari pada harus membunuh orang, aku masih punya hati "
"Kami pun masih punya hati Chika kau yang telah melakukan ini, kau yang telah melemparkan pot bunga kearah Farah, seharusanya kau yang membunuh Sasa bukan kami " marah Dea
"Siapa disana " teriak seorang laki laki sambil membuka pintu.
Mereka bertiga memelotokan mata dan binggung harus melakukan apa.