Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Kenapa tidak ada yang mengerti aku


Bella yang baru saja sampai dirumah langsung mengacak ngacak semua barang yang dirinya lihat "akhh kenapa semuanya menjadi seperti ini, kenapa semuanya menjadi menyebalkan seperti ini, kenapa kenapa "


Kembali Bella memberantakan barang barang yang ada didalam rumahnya, sekarang dirinya sudah tinggal mandiri tanpa ayahnya lagi.


"Kenapa kamu tega melakukan ini kenapa, padahal aku mencintaimu aku menunggumu sejak lama kau kamu malah mau menikah dengan orang lain, kenapa seperti ini kenapa apa salahku. Aku menunggumu pulang aku menunggumu untuk bisa bertemu lagi denganku, tapi pada akhirnya kau menghianatiku"


"Akhh akhhh tidak aku tidak akan rela aku tidak akan rela menerima semua ini, aku tidak mau menerima ini semua aku tidak mau "


Bella melemparkan foto fotonya dan langsung terduduk dilantai, Bella menangis dengan hati yang sakit, tiba tiba saja ponselnya berdering, Bella segera mengambil ponselnya ternyata itu dari Arum.


Bella tersenyum senang dan langsung mengusap air matanya "Bell kamu di mana, kamu nggak papa kan kenapa kamu tiba-tiba pulang ada apa, apa kamu gak suka ya aku menikah sama Angga, kamu kenapa Bell "


"Nggak kok aku baik-baik aja, tadi emang ada pekerjaan, maaf ya aku tiba-tiba tinggalin kalian semua, aku tuh nggak bermaksud kok tinggalin tempat itu, aku lupa kalau aku punya tugas kerjaan yang lagi numpuk banget makanya aku tadi langsung pulang Maaf banget"


"Beneran kan bukan karena aku yang akan menikah dengan Angga, kamu beneran nggak papa kan emang tentang kerjaan kan, kamu nggak marah karena aku nikah sama Angga kamu jujur deh sama aku. Kamu suka sama Angga"


"Baiklah syukur aku kira kamu marah karena itu "


"Enggak kok tenang aja semuanya aman ya udah aku matiin dulu ya. Aku ini lagi kerja mau beresin dulu semua pekerjaan aku bye"


Bella langsung mematikan secara kesepian dia melemparkan ponselnya dan menangis kembali "Kenapa sih nggak ada yang ngerti aku. Kenapa sih semua teman-teman aku tuh nggak ada yang ngerti aku, mereka menganggap aku temennya tapi mereka nggak tahu apa yang aku rasain, kenapa aku bisa sakit hati kenapa mereka itu egois selalu saja egois. Padahal aku juga ingin bahagia seperti mereka tapi mereka tidak pernah tahu apa yang aku mau"


Bella bangkit dan masuk kedalam kamar mandi, dia mengambil silet dan melukai tangannya dengan mengunakan silet itu, namun raut wajahnya biasa saja tak ada kesakitan sama sekali.


"Aku kesal padamu, aku kesal padaku, aku kesal dengan mu kenapa kau melakukan ini, kenapa kau menikah dengan orang lain, kenapa kau tega pada ku, kenapa kau tega tega sekali "


Bella terus saja melukai tangannya dia tak henti hentinya melukai tangannya, pokoknya dirinya tak puas dan sampai kapan pun tak akan puas dirinya sangat kesal sekali.