Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
pertengkaran pertama


"Angga kamu di mana Angga kamu baik-baik aja kan Angga kamu di mana" Arum mencari suaminya dan ternyata suaminya keluar dari kamar mandi dengan terburu buru.


"Ada apa sama kamu, kenapa kamu pucat kayak gini "


Angga masih belum bisa menjawab, membawa semua pakain yang Arum sediakan dan menarik tangan Arum untuk keluar dari ruangan ini "kenapa ada apa Angga " Tanya Arum setelah mereka keluar kamar.


"Tadi aku lihat pantulan perempuan di kaca. Aku kira kamu tapi saat aku lihat lebih dekat itu hantu yang semalam tidur di dekatku. Kenapa dia malah terus menggangguku ada apa ini mending kita pindah aja Rum, aku udah bilang kan kita pindah aja di sini ngapain kita bertahan di rumah berhantu kayak gini malah bikin jantungan aja setiap pagi setiap malam kayak gini "


"Dia itu orang yang punya rumah ini sebelumnya yang di bunuh sama suaminya seperti yang aku ceritakan tadi sama kamu, dia itu minta tolong sama aku buat ketemuin dia sama anaknya setelah itu dia tidak akan mengganggu lagi mending kamu izinin aku deh cari anaknya dan selesain masalahnya dia di dunia ini dia cuma pengen lihat anaknya baik-baik aja ,gitu aja udah nggak ada yang lain Angga "


"Terus setelah kamu tolong dia apa nggak akan ada lagi yang minta tolong sama kamu, emang hidup kamu akan terus-menerus membantu hantu bergentayangan kayak gitu nggak kan Rum, kamu punya kehidupan masing-masing mereka yang mereka kita ya kita masa kamu harus terus bantu mereka nyampahin pesan-pesannya itu nggak mungkin banget Rum "


Tiba tiba saja pas bunga terjatuh, Angga menarik nafasnya dengan kesal "jangan ganggu kita beda dunia, seharusnya kalain jangan terus ganggu hidup kita jika ingin tinggal disini jangan buat rusuh "teriak Angga dengan kesal.


"Udah Angga kamu jangan hiraukan, aku yakin setelah membantu perempuan ini tak akan ada yang meminta bantuan lagi"


"Ya aku yakin hanya dia aja yang akan minta bantuan dan hanya dia aja yang akan aku bantu Angga. Kamu tenang aja semua ini nggak akan ganggu rumah tangga kita, aku cuma mau bantu dia buat ketemu sama anaknya gitu aja nggak lebih kok cuman pengen dia lebih tenang aja"


"Terserah kamu aja Rum, terserah aku dah muak tinggal di sini tau nggak sih, aku nggak bisa tinggal di rumah angker kayak gini aku nggak bisa tahu"


Angga yang sudah memakai pakainnya langsuny pergi meninggalkan Arum sendirian, bahkan dia tak membawa bekal yang sudah Arum siapkan.


Arum menghela nafasnya, pergi kemeja makan dan membereskan semuanya, dirinya sekarang harus bagaimana, ini adalah pertangkaran pertama mereka, jadi harus bagaimana sekarang.


"Aku malah jadi binggung kenapa Angga semarah itu, padahal aku hanya ingin membantu saja, dulu saja aku membantu kakak tingkat sampai selesai dan baik baik saja tak ada yang terjadi. tapi kenapa Angga seperti ini "


Arum yang melihat rumah berantakan segera membereskan rumah daripada memikirkan tentang Angga dan hantu lebih baik membereskan rumah agar lebih nyaman dan bersih..