
Angga yang khawatir dengan Arum terus saja menelfonnya namun tak ada satupun yang diangkat dari tadi memang berdering tapi tak ada tanggapan sama sekali. Kemana Arum ini katanya pergi kebioskop dan saat pulang akan menghubunginya namun mana sekarang tak ada kabar sama sekali.
Seharusnya tadi dia ikut saja, dia juga sudah menelfon teman-teman Arum yang lain yang pergi kebioskop namun sama tak ada yang mengangkatnya sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berempat.
Tadinya dia sudah siap-siap untuk pergi kerumah Arum tapi ibunya melarang karena sudah malam sekali. Angga terus saja menghubungi no Arum sampai dirinya tak ingat tidur sama sekali. Mana mungkin bisa tertidur sedangkan dirinya tak tau sekarang bagaimana keadaan Arum yang sebenarnya.
***
Sudah subuh dan Angga tidak tidur sama sekali bergegas pergi kekamar mandi lalu siap-siap memakai seragam, dia sampai tak pamitan dengan ibunya langsung saja dia pergi kerumah Arum.
Jam setengah 6 Angga sudah ada didepan rumah Arum dan kebetulan Arum keluar dari rumahnya untuk berangkat ke sekolah. Arum yang melihat Angga sangat kaget kenapa sepagi ini Angga sudah ada dirumahnya.
Angga yang memang khawatir segera menghampiri Arum,"kamu semalam kemana Rum, aku khawatir sama kamu aku telfon kamu ga respon sama sekali "cerocos Angga.
Arum baru ingat dia kan sudah janji pada Angga akan mengabarinya tapi dirinya lupa karena terlalu cape dan pada akhirnya dirinya tertidur tanpa mengecek handphonenya "maaf Angga aku lupa " ucap Arum sambil menundukan kepalanya.
"huff Rum, kamu itu kenapa bisa lupa terus kamu pulang jam berapa Rum "
"Maaf Angga kemarin di mall ada kejadian yang tak terduga aku pulang jam 11 malam "
"Astagfirullah Arum kamu ngapain pulang jam segitu gimana kalau sampai ada apa-apa dijalan sama kamu, kamu ini perempuan Rum " marah Angga.
"Iya aku tahu Angga kalau ga ada masalah kemarin aku gak akan pulang selarut itu "
"Ya sudah ayo berangkat nantu ceritakan saja di sekolah " ucap Angga sambil memakaikan helm dan membantu Arum naik keatas motornya.
Dengan perlahan Angga menjalankan sepeda motornya dengan fokus karena dirinya sangat mengantuk sekali.
Arum sangat merasa bersalah sekali dengan Angga terlihat jelas olehnya bahwa Angga tak tidur semalam karena menunggu dirinya kenapa dia bisa ceroboh seperti ini sampai lupa menghubungi Angga dan tak mengecek handphonenya sama sekali.
Sekarang mereka berdua sudah sampai ke sekolah segera mereka pergi kekelas mereka tanpa ada pembicaraan sama sekali hanya hening yang menemani mereka.
Angga segera pergi kemejanya langsung memposisikan untuk istirahat dan memejamkan matanya sejenak. Arum serba salah harus bagaimana ini. Arum segera duduk dikursinya harus bagaimana dirinya ini meminta maaf pada Angga.
Arum segera pergi dari kelas dan berjalan kekantin untuk membelikan Angga sarapan pasti Angga belum sarapan deu segera Arum pergi kearah kantin membeli beberapa roti tak lupa susu dan air mineral.
"Arum tungguu" teriak Hanin yang sedang berlari kearahnya.
Segera Arum berhenti dan menunggu Hanin yang masih berlari "ayo anter aku mau pipis Rum " sambil menarik Arum kekamar mandi terdekat.
Setelah pipis Arum lega segera dirinya keluar dan menungga Hanin yang masih didalam namun lama "Nin masih lama ga " ucap Arum sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Hemm " jawab Hanin.
Arum yang mendengar suara Hanin diam dan nenunggu Hanin yang belum keluar-keluar juga sudah 15 menit namun belum keluar juga sekali lagi Arum mengetuk pintunya dan hanya deheman saja jawaban Hanin.
Tak lama Hanin keluar namun Arum merasa Aneh dengan Hanin kenapa wajah Hanin sangat pucat dan seragamnya sangat kusut serta kotor "Nin kamu gapapa " tanya Arum namun Hanin hanya diam saja.
Segera Arum mengajak Hanin untuk pergi kekelas selama perjalanan Arum terus saja bertanya kepada Hanin namun tak ada jawaban hanya diam dibelakangnya tanpa sedikit pun pertanyaannya bahkan saat dipegang tangan Hanin sangat dingin dan Hanin langsung melepaskan cekalannya.
Namun saat dirinya akan masuk dia melihat Hanin sedang duduk dikursinya segera Arum melihat kearah belakang namun Hanin tak ada segera Arum menghampiri Hanin.
"Ih Arum kamu ko baru sampai sih, kamu kemana aja tadi aky nunggu kamu dikamar air tapi ga ada aku ketuk-ketuk pinyunya cuman ham hem ham hem aja aku nunggu kamu hampir 15 menit loh Rum tapi saat buka pintu kamar mandi kamu udah kosong " ucap Hanin.
"Hah kok bisa sih Nin malah aku juga nunggu kamu didepan pintu kamar mandi sama 15 menit dan tadi juga aku kesini sama kamu "
"Kok bisa sih kita sampai ga ketumu padahal kan kita barengan, engga Rum aku tadi ga sama kamu pas kekelas aku malah sampai duluan "
"Terus yang tadi siapa Nin yang aku ajak ngobrol dan aku tuntun "
"Aku ga tau Rum, kenapa ada yang bisa sama kaya aku. Terus dia mana Rum " Hanin sangat syok mendengar setiap penuturan yang Arum kasih bahwa ada yang mirip dengannya.
"Tadi ada Nin tapi saat aku melihat kamu dan berbalik melihat kearah belakang dia menghilang Nin. Aku binggung kenapa kamu dua namun dia sangat pucat Nin pakaiannya juga lusuh " ucap Arum menjelaskan semuanya.
"Aku takut Rum itu siapa sebenernya " jawab Hanin dengan wajah yang sudah dipenuhi peluh.
Hanin segera menelfon pacarnya untuk datang kekelas dan tak lama datang pacarnya Ridwan dan menenangkan Hanin saat sudah mengetahui cerita yang tadi.
Arum segera bergegas pergi kemeja Angga duduk disebelah Angga dan memberikan makanan yang tadi dibeli olehnya sedikit mengusap rambut Angga dan Arum segera kembali ketempat duduknya merenungkan tentang kejadian tadi yang dialaminya.
Kenapa dia bisa menjadi beda dimensi dengan Hanin padahalkan tadi baik-baik saja, sekarang Hanin juga bisa merasakannya seperti dirinya sebenarnya ada apa dengan sekolah ini. Sampai-sampai sosok disini bisa menyurupai siapa saja dan Arum bodohnya tak bisa membedakan mana manusia dan mana hantu.
Hantu disekolah ini satu persatu bermunculan dan menampakan bahwa mereka ada dan energi mereka sangat besar disini. Belum juga masalah perempuan itu selesai sudah datang lagi masalah yang baru.
Apa aku bisa menghadapi semua ini sendirian menghadapi sosok-sosok yang gentayangan dimalam hari serta siang hari pun mereka ada dan sekarang yang aku lihat didalam kelas ini banyak sosok yang mengelilingiku serta meniru semua wajah teman-temanku.
"