
Arum yang masih anteng di dalam kamar tiba-tiba saja merasa mual dengan cepat dia berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan kembali apa yang dia makan tadi, setelah itu menyeka bibirnya ada apa dengan dirinya tak biasanya seperti ini.
Arum dengan gontai kembali lagi ke tempat tidurnya dan berbaring "apa aku masuk angin tapi masa sih, apa aku kecapean gara-gara pindahan kemarin mungkin saja sih ya lebih baik aku istirahat saja deh "
Arum segera membaringkan dirinya tak lupa menyelimuti kakinya juga, dia mencoba untuk menutup kedua bola matanya namun rasanya begitu sulit dan perutnya terasa tidak enak rasanya pusing lemas dan ya tak enak saja ingin menelpon suaminya.
Tapi dirinya tidak mau membuat Angga khawatir lebih baik beristirahat saja daripada mengganggu Angga yang sedang bekerja. Kasihan dia sedang mencari nafkah tapi dirinya mengganggukan karena sebuah sesuatu yang menurutnya tak terlalu penting karena muntah-muntah.
...***...
Angga yang sudah selesai dengan kerjaannya langsung keluar dari dalam ruangannya dan sudah ada Bima yang menunggunya diluar ruangan sampai sampai dirinya kaget dengan keberadaan Bima.
"Kamu Bima ngagetin aja "
"Hehe maaf Angga "
"Yaudah gak apa apa, yaudah yu sekarang kita pulang, udah tunggu dari tadi "
"Gak baru aja, eh ya Istri mu sukannya makanan apa "
Angga mengerutkan keningnya, Bima yang tak mau Angga salah faham langsung membuat alasan "emm tenang jangan berfikir yang aneh aneh Angga, aku cuman mau bawain dia makanan buat ya menyambut tetangga baru aja gitu "
"Hemm berarti aman ya kalau dikasih apapun, ya maksudnya gak ada alergi apa apa gitu "
"Gak ada tenang aja aman kok dia, gak alergi sama apa apa. Udah yu ah pulang"
Angga berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Bima, Angga menjadi merasa aneh dengan Bima biasannya Bima tak seperti ini, dia tak pernah seperti ini sebelumnya apa dia... ah jangan, jangan berfikir yang aneh aneh.
...***...
Arum yang baru terbangun langsung melihat jam dinding, dia sampai kaget sudah jam 4 sore sebentar lagi suaminya datang " Ya Allah kenapa aku sampai kebablasan kayak gini, aku belum masak "
Arum segera bangkit namun kepalanya begitu pusing dan tak enak saja, Arum kembali lagi duduk dan memegang kepalanya "ada apa sebenarnya dengan diriku ini, kenapa tiba tiba seperti ini "
Tiba tiba rasa mual itu kembali lagi dengan sedikit berlari Arum masuk kedalam kamar mandi dan muntah kembali, namun yang ini hanya cairan saja, ya bagaimana lagi makanannya tadi sudah keluar semua saat muntah yang pertama.
Arum membasuh wajahnya dan melihat kearah cermin wajahnya sangat pucat sekali, sangat pucat tak seperti biasannya "apa aku harus pergi ke dokter "
Arum yang mendengar suara ketukan pintu langsung keluar dari kamar mandi dan pergi keluar dari kamar untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya. dengan perlahan Arum berjalan kearah pintu rumahnya.
Dan saat pintu dibuka itu suaminya dan juga Bima, Arum sedikit risih karena dimana ada suaminya pasti ada Bima, mereka seperti seorang pasangan saja.