Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Perginya Sasa


"Rum kau akan pulang kapan " tanya Angga


"Gak tau Angga, kamu lihat sendiri kan bibi aku masih sakit mana mungkin aku pulang, kalau kau ingin pulang lebih dulu kebandung silahkan "


"Tidak akan Arum aku tak akan kemana mana, aku akan menunggumu "


"Baiklah jika itu keputusan mu Angga aku tak akan melarangmy untuk disini "


"Arum aku merasa kau berubah "


"Berubah bagaimana "


"Kau berubah menjadi dingin padaku "


"Tidak aku tidak berubah Angga aku masih Arum yang sama, mungkin karena kita sudah lama tak bertemu jadi merasa sedikit canggung "


"Apakah kau mau eskrim Arum "


"Boleh jika kau mau membelikannya untuk ku "


"Baiklah tunggu aku sebentar "


" Kak Arum Sasa mau pamitan"


"Kamu mau pamitan kemana "


" Sasa udah benar-benar keluar dari sekolah dan akan pindah sama ayah ke luar kota. Makasih ya Kakak udah mau jadi teman Sasa jagain Sasa. Maaf bila Sasa ngerepotin Kakak dari awal kita kenal sampai sekarang, nanti kapan-kapan kita ketemu ya Kak, Sasa nggak bisa bantah Ayah Sasa harus pergi sama ayah"


"Kamu bener kan gak bohong, beneran kan ini "


"Iya beneran kak Sasa enggak bohong , Sasa emang benar-benar mau pindah Sasa ingin menjadi orang yang lebih baik lagi, Kakak disini hati-hati ya, Sasa pengen hidup Sasa dimulai dari nol lagi, dan ayah juga nggak mau sampai orang-orang tahu kalau Sasa ini udah nggak perawan lagi, kakak tahu sendiri kan di sekolah mungkin Udah pada tahu kalau Sasa nih kasihin sesuatu yang seharusnya Sasa gak kasih sama pak Bima, pasti Farah sudah memberitahunya sama yang lain, makanya Sasa harus pergi ayah nggak mau masa depan Sasa hancur cuman gara-gara itu "


"Kamu tega mau tinggalin kakak gitu aja, apakah kau gak kasian sama kakak disini sendirian "


Sasa tiba tiba saja menangis dan memeluk Arum " aku pun sebenarnya ingin bersama kakak di sini tapi mau bagaimana lagi aku harus menurut pada ayah, ini demi masa depan aku kak, jika kita memang berjodoh kita akan bertemu lagi aku tidak akan melupakan kakak tenang saja aku akan selalu menghubungi kakak, nanti kalau kakak menikah dengan kak Rangga jangan lupa ya hubungi aku, aku pasti datang "


" Awas aja kalau kau sampai lupa dengan kakak, kakak akan selalu merindukanmu, Iya Kakak akan mengundangmu Tapi Kakak sekarang masih ragu dengan Angga"


"Kenapa kau ragu apa lagi yang membuat kakak ragu dengan Kak Angga. Dia baik dia perhatian Dia sangat mencintai kakak aku ingat kan. Jangan melepaskan seseorang yang mencintai kita dengan tulus, karena saat dia sudah pergi dan tidak bisa kita genggam lagi kita akan menyesal, Emang sekarang kita tidak menyesal tapi setelah dia pergi kita akan menyadarinya kalau dia begitu penting dalam hidup kita kak, jadi fikirkan lagi semuanya kakak jangan ambil keputusan dengan gegabah, aku tahu mungkin Kakak sudah mencintai seseorang tapi ingat satu hal belum tentu orang itu lebih mencintai kakak dari pada kak Angga aku sudah melihat bagaimana kak Angga mencintai kakak aku sekarang pamit pergi kak "


Arum mengaguk dan mengantarkannya kedepan rumah sakit, lalu mrlambaikan tangannya pada Sasa yang pergi