Mereka Yang Tak Terlihat

Mereka Yang Tak Terlihat
Bayi itu miliku


Singkat cerita kehamilan Arum sudah menginjak 3 bulan, memang perutnya belum terlihat tapi dirinya begitu senang, hari ini dirinya baru saja mengobrol dengan teh Neneng tempat makan bakso langanannya sekarang.


Sungguh dia baik dan selalu saja bisa membuat dirinya ini tertawa, tiba tiba saja ponsel Arum berdering dengan cepat Arum mengambil ponselnya ternyata itu dari sang suami tercinta.


"Halo assalamualaikum mas Angga" ya sekarang memang Arum memanggil suaminya dengan sebutan itu karena tak enak saja, masa sama suami manggil nama aja agak aneh kan dan terlihat agak tak sopan saja, itu menurut dirinya entah menurut orang lain


"Halo waalaikumsalam sayang maaf ya sekarang mas Angga nggak bisa pulang tepat waktu kerumah, soalnya ini bos ulang tahun paling malam pulangnya kamu gak papa kan ditinggal sendiri, mas juga udah izin buat pulang aja mas juga khawatir sama kamu sendirian di rumah tapi katanya nggak boleh pulang harus ikut dulu acara buat ya kasih surprise buat bos"


"Ya udah nggak apa-apa mas, aku baik-baik aja kok di rumah sendirian lagian kan aku juga udah pada kenal sama tetangga-tetangga di sini, ya udah kamu ikutin aja acaranya. Ya kalau emang nggak boleh pulang udah nggak apa-apa ikutin aja aku baik-baik aja di rumah kalau ada apa-apa aku pasti hubungan kamu"


"Ya udah sayang aku kerja lagi ya pokoknya kamu selalu hati-hati di rumah kalau ada apa-apa selalu hubungi aku. Aku tutup sekarang ya Rum assalamualaikum"


"Iya mas waalaikumsalam"


Arum kembali menyimpan ponselnya dan masuk kedalam kamar lalu tidur siang, entahlah dirinya sekarang menjadi malas malasan dan maunya tidur terus.


...***...


Arum yang masih tertidur samar samar ada yang memangilnya namun suara perempuan, suaranya begitu pelan dan lirih, Arum yang penasaran segera bangkit dan melihat kearah ruang tamunya namun tak ada siapa siapa, Arum kembali masuk kedalam kamar dan melihat jam sudah jam 10:00 malam.


Arum yang akan menengok kearah jendela tak jadi, ingat kata kata dari kakeknya kalau ada orang yang manggil malam malam jangan ditengok takutnya bukan manusia, apalagi Arum sedang hamilkan dan juga sekarang malam jum'at.


Arum yang jenuh keliling keliling kamar lalu melihat kamar mandinya yang sepertinya kotor, dengan cepat Arum masuk kedalam kamar mandi " lebih baik aku beres beres aja deh sambil nunggu mas Angga "


Arum mengambil alat alatnya dan segera membersihkan kamar mandinya, sebenarnya suaminya melarang dirinya untuk membersihkan kamar mandi, tapi mumpung suaminya tak ada dirinya bersihkan sekarang.


Karena kalau tak dibersihkan juga kan malah jadi licin dan itu sangat berbahaya, mas Angga juga kadang kan sibuk masa suruh bersihin kamar mandi kasian kan, udah mah dia kerja disuruh beres beres kamar mandi kan kasian juga.


Tiba tiba saja ada yang membuka pintu kamar Arum mengerutkan dahinya namun dia berfikir itu suaminya "ini sudah malam tak baik bersih bersih kamar mandi apa lagi sedang hamil "


Arum yang mendengar suara itu makin yakin kalau itu suaminya, tapi ini lebih dingin, kenapa suaminya ini apa ada masalah dikantor, atau ada yang membuatnya kesal tak biasannya.


Dengan cepat Arum segera membersihkan kembali kamar mandinya dan membersihkan tangan dan kakinya, lalu saat dirinya berbalik, suaminya sudah tertidur. Niat tadi mau bikinin susu tak jadi, mungkin suaminya kecapean jadi langsung tidur.


Arum naik keatas tempat tidur dengan sangat perlahan, lalu memainkan ponselnya sambil chatan bersama sahabat sahabatnya, namun saat sedang asik asiknya dirinya malah mendapatkan telfon dari suaminya.


"Mas Angga " gimana Arum.


Arum melihat kearah samping, laki laki yang sedang tertidur ini kan suaminya, dia tau betul bagaimana perawakan sang suami, ya ini suaminya lalu ini kenapa suaminya menelpon.


Arum mengucek matanya dan kembali melihat nomor yang menelfonya takutnya dirinya salah lihat, tapi benar ini nomor suaminya dengan ragu Arum segera mengangkatnya.


"Hallo sayang, akan sebentar lagi sampai rumah ni, kamu mau beli apa, mau mie ayam, jus, atau apa sayang biar sekalian, atau mau buah buahan "


Arum kaget ini suara suaminya, dan siapa yang ada disampingnya sekarang, siapa dia, Arum menurunkan ponselnya dan orang yang ada disampingnya langsung membalikan badannya.


Alangkah takutnya Arum saat sosok itu berbalik, wajahnya hancur sangat menyeramkan, namun Arum tak bisa melakukan apa apa, hanya bisa diam saja, bahkan untuk bergerak dan berteriak saja tak bisa, dia hanya fokus menatap sosok itu.


Tiba tiba sosok itu membuka selimbutnya, badannya hanya setengah dan itu makin membuat Arum kaget dan syok serta takut semuanya menyatu menjadi satu.


"Sudah tertangkap bayinya, dia miliku dan akan menjadi miliku sampai kapan pun"


Sosok itu mendekati Arum dan memegang perutnya, Arum malah pusing dan tak sadarkan diri semuanya gelap dan entah apa yang terjadi.


...**...


Sedangkan Angga yang tak mendapatkan sautan dari istrinya begitu takut, ada apa ini "Rum sayang, kenapa kamu gak jawab, kamu baik baik aja kan "


Angga langsung naik kembali ke motornya sambil masih memanggil manggil nama istrinya, dia begitu takut terjadi apa apa pada istrinya dan juga anaknya.


"Rum Arum kamu dimana sayang, sayang jawab jangan diam saja "


Angga melajukan motornya dengan begitu cepat dan sudah sampai juga, Angga tanpa fikir panjang langsung membiarkan motornya begitu saja. Dia mengetuk pintunya namun tak ada yang membukanya.


Dirinya tak membawa kunci cadangan, dengan cepat Angga mendobraknya namun susah, tiba tiba saja "Angga kenapa "tanya Bima yang memang tadi mengikuti Angga dari belakang


"Bantu dobrak pintu Bim, istriku didalam gak tau kenapa dia gak jawab saat aku telfon tadi sambungannya masih nyambung "


Tanpa banyak bicara lagi Bima langsung membatu Angga mendobrak pintu dan terbuka, Angga masuk sambil meneriaki nama sang istri "Arum sayang, Arum "


Saat Angga membuka pintu kamar alangkah kagetnya Angga dengan keadaan Arum, sampai sampai dirinya tak menyangka ini terjadi pada istrinya.


"Arum "teriak Angga sambil menghampiri istrinya.


Bima yang mendengar suara temannya berteriak langsung menghampirinya dan dirinya juga saat melihat keadaan Arum langsung diam dan tak bisa berkata apa apa.


Hanya bisa berkata dalam hati saja 'apa secepat ini, baguslah kalau begitu aku tak perlu cape cape, semuanya sudah terjadi, itu akan membuatku lebih mudah mendekati Arum '


Bima yang kembali mendengar teriakan Angga segera menghampiri Angga dan membantu Angga tentunya dengan akting yang sudah dirinya persiapkan kalau kalau ini terjadi.