
Angga mendekati istrinya yang sudah terbangun dan para tetangga pun sudah pulang " Kamu udah pulang Angga. Aku kira kamu nggak akan pulang dan akan betah tinggal sama teman kamu"
Angga mengehembuskan nafasnnya dan mengusap pipi istrinya " Maafkan aku, aku terlalu marah sama kamu. Kamu tidak mau diatur olehku kamu sekarang harus ikut aku pindah dari rumah ini, karena rumah ini sangat berbahaya tadi Pak Ustad sudah bilang kita harus pindah dari rumah ini kamu jangan ngeyel lagi dengan ngeyel berkata kalau kamu tidak mau pindah dari ruamh ini, sekarang gini aja kamu mau celaka atau kamu mau selamat itu pilihannya sekarang bukan tentang bagaimana kamu menyelamatkan mereka dan melakukan apa yang mereka mau"
"Baiklah aku kan menurut. Kita pindah dari sini tapi setelah membantu dia aku harus membantunya dulu kau juga sudah berjanji kan akan membantunya tadi, aku dengar dari ibu-ibu yang berbicara padaku. Kau jangan ingkar janji sampai-sampai akan membuat dia marah lagi tadi saja dia sudah marah dengan perkataanmu tadi pagi"
"Baiklah aku akan menurutinya aku akan menepati janjiku dan akan membantumu untuk mencari anaknya yang tak tahu ada di mana, kita akan mencarinya dan mempertemukannya setelah itu kita harus pergi dari rumah ini selamanya dan tak akan ada membantu lagi hantu-hantu yang berkeliaran di sini sekali kamu membantu mereka, mereka akan terus mengejar kamu dan meminta bantuan sama kam. Jadi kamu jangan terlalu bodoh untuk dimanfaatkan oleh mereka dengan membantunya dengan cuma-cuma bukannya aku ingin mendapatkan imbalan tapi kamu ini manusia dan kamu butuh hidup dan hidup kamu bukan untuk mereka saja yang membantu mereka saja, tidak kamu juga punya kehidupan kamu harus ngerti Arum, sekarang kamu tidak sendiri kamu sudah mempunyai suami jadi kamu harus lebih menurut pada suami kamu dan mengikuti apa kata-kata suami kamu jangan egois seperti ini Arum "
Arum menundukan kepalanya dirinya baru sadar seharusnya dirinya tidak seperti ini, egois dan tidak mau mendengarkan apa kata-kata Angga. Angga sudah menjadi suaminya seharusnya apa yang dikatakan Angga dirinya harus mengikutinya jangan seperti ini egois dan mengambil keputusan sendiri.
Benar kata Angga dirinya harus lebih dewasa dan menyikapi semuanya memang dulu dirinya bisa membantu mereka tanpa ada yang melarang tapi sekarang berbeda, dirinya sudah bersuami dan tak akan bisa membantu mereka dengan leluasa kembali, dirinya punya kehidupan dan harus menjalaninya dengan baik tidak mungkin hidupnya terus-menerus membantu mereka.
Ya benar kata-kata Angga aku harus ikut dengannya dan pindah dari rumah in, untuk masalah Ibu nanti bisa dibicarakan dengan baik-baik dia juga pasti akan mengerti kalau kami pergi dari sini karena rumah yang memang sangat menakutkan dan itu akan terus mengganggu rumah tangga kami berdua, kalau kami terus saja diam di sini.
Semuanya akan hancur dan aku dan juga Angga bisa saja berpisah aku tidak mau sampai itu terjadi. Aku tidak mau berpisah dengan Angga. Aku ingin rumah tangga aku sampai seumur hidup dan hanya Tuhanlah yang bisa memisahkan aku dan Angga bukan hantu yang memisahkan rumah tangga kami berdua.
"Aku sungguh minta maaf Angga aku terlalu egois dan mengikuti apa naluriku, aku salah melakukan itu aku minta maaf padamu aku akan ikut pindah denganmu dan akan menjalani hidup seperti orang biasa, seperti orang normal aku akan sebisa mungkin mengubah apa yang dulu pernah aku jalani. Aku sungguh minta maaf terlalu egois dan terlalu memikirkan mereka aku terlalu kasihan pada mereka, sampai-sampai aku lupa kalau aku mempunyai kehidupan yang lain aku tidak bisa terus-menerus membantu mereka aku minta maaf padamu"
Angga yang mendengar jawaban dari istrinya langsung memeluknya dengan erat, " syukurlah sayang akhirnya kau sadar juga aku sungguh bersyukur kau mau pindah dari rumah ini, kalau kita terus saja di sini rumah tangga kita akan hancur Rum rumah tangga kita tidak akan berbentuk lagi , kau pasti akan terus mendengarkan perkataan mereka. Kita pindah dari sini ya kita cari rumah yang lebih nyaman dan lebih bagus lagi, bahkan meskipun nanti sederhana yang terpenting tidak ada gangguan seperti ini dan rumahnya bukan bekas yang aneh-aneh ya l. Kita pindah dari sini kita atur semuanya dari awal lagi maafkan aku yang egois ninggalin kamu di rumah sendirian sampai-sampai kamu harus tunggu aku di luar rumah seperti itu dan malah kejadian kayak gini maafin aku ya"
Angga langsung memeluk Arum dengan erat dan Arum membalas pelukan suaminya tak kalah erat lagi " sekarang kita saling memaafkan saja Angga karena kita juga salah kita berdua yang salah. Sungguh aku tidak akan melakukan itu lagi aku tidak akan lupa dengan apa yang harus aku lakukan sekarang aku minta maaf ya pokoknya kita jalani dari awal lagi, kita nanti bicara sama ibu ya semoga saja Ibu mengerti dengan keadaan kita di sini, semoga saja Ibu tidak marah dengan kepindahan kita dari rumah ini kalau perlu nanti kita ganti saja uang ibu yang telah mengontrak di sini selama 1 Tahun, ibu sudah mengeluarkan uang banyak"
"Ibu pasti akan mengerti kau tenang saja Ibu pasti akan mengerti semuanya. Iya nanti kita akan ganti uang Ibu perlahan ya, doakan saja aku akan terus ada rezekinya kau harus selalu menurut padaku srkarang ini kau adalah tanggung jawabku, kau sepenuhnya milikku Arum, kau adalah istriku jadi kau harus mendengarkan apa kata-kata suamimu tapi jika aku salah kau tegur saja aku, aku pasti ada khilafnya tapi setidaknya kau harus menurut padaku jika aku membicarakan yang baik-baik jika aku menyuruhmu yang buruk maka kau tolak lah dengan sekuat tenaga aku pasti tidak akan marah "
"Iya Angga kita saling mengigatkan saja, aku pasti akan selalu mendoakan mu, mendoakan yang terbaik untukmu, keselamatanmu, rezekimu dan segalanya."
Tiba tiba diluar terdengar suara gaduh, seperti peratalan makan mereka ada yang mengacak ngacak namun Angga dan juga Arum tak mengiraukannya terus saja saling memeluk, biarkan mereka akan marah juga yang terpenting rumah tangga dirinya dan juga Angga akan baik baik saja dan tidak terganggu sama sekali.